30.4 C
Denpasar
Thursday, December 8, 2022

Pesohor Jeremy Thomas Didesak Lunasi Pembayaran Rp34 Miliar, Rudi Kembali Datangi Polda Bali

DENPASAR –Banyak pesohor tanah air memilih tinggal di Bali dan menanam investasi. Namun tak sedikit pula yang terbelit kasus hukum. Termasuk kasus dugaan penipuan jual beli Vila Kirana yang melilit aktor dan pesohor Jeremy Thomas sepertinya segera ditangani Penyidik Direktorat Kriminal Umum Polda Bali.

Senin, (3/10) pemilik Vila Kirana di Sayan Ubud, Rudi Marcio didampingi kuasa hukum Ida Bagus putu Astina SH, MH, MBA. CLA kembali mendatangi penyidik Direskrimum Polda Bali.

“Saya bersama klien kembali menemui penyidik Kasubdit II, Unit V Direskrimum Polda Bali. Menindaklanjuti laporan LI 146/IV/2021 tertanggal 16 April 2021dalam perkara teradu Jeremy Thomas yang memberi keterangan palsu dalam akta otentik penipuan dan penggelapan pasal 266, 378, 372 KUHP.  Kami menemui penyidik  Kompol Anak Agung Jaya Utama,” kata Ida Bagus Putu Astina, SH MH, MBA, CLA

Kepada klien kami, penyidik mengatakan, bulan ini akan digelar perkara dengan nomor laporan di atas. Untuk memperkuat informasi penyidik, pelapor dan kuasa hukum menemui Kasubdit II AKBP I Made Witaya.

Baca Juga:  Selewengkan Rp 1,7 Miliar, Petugas Kredit di Bank BUMN Jadi Tersangka

Kepada pelapor dan kuasa hukum AKBP I Made Witaya mengatakan akan transparan dalam menangani kasus ini. “Kami akan transparan menangani kasus ini saat gelar perkara,” kata AKBP I Made Witaya, SH seperti dikutip Kuasa Hukum, Ida Bagus Putu Astina.

Sementara, pelapor Rudi Marcio menegaskan, dirinya menagih komitmen dan janji Jeremy Thomas untuk melunasi sisa pembayaran. “Intinya saya menuntut sisa pembayaran. Lunaskan pembayaran yang sudah disepakati, yang sudah dia janjikan  Atau kembalikan tiga sertifikat milik saya. Itu saja tuntutan saya,” tegas Rudi Marcio.

Menurut Rudi Marcio, kejadian ini berawal pada bulan Pebruari 2016, Jeremy Thomas menelpon dari Jakarta menanyakan informasi tentang Vila Kirana. “Saya buka harga Rp 45 Miliar. Dan dia (jeremy thomas) menawar Rp 35 miliar. Dan kemudian Jeremy Thomas terbang ke Bali dan bersama melihat vila tersebut dan ditawar dengan harga Rp 35 Miliar. Dan saya diminta ke Jakarta oleh Jeremy untuk transaksi. Ketika bertemu, saya dikasih cek cash satu miliar rupiah dari Bank Bukopin. Dia bilang sisanya dilunasin bulan depan,” kata Rudi Marcio.

Baca Juga:  Gelapkan Uang Rp4 M Hasil Jual Tanah, Pria di Denpasar Ini Dipolisikan

Dan selang waktu yang di janjikan handphonenya sulit dihubungi. Anehnya, kata Rudi Marcio sampai saat ini sisa pembayaran tidak dilunasin dan sertifikat itu sudah dipegang oleh Jeremy Thomas.  “Lebih aneh lagi tiga SHM Vila Kirana sudah berpindah tangan ke pihak lain, (Lie Halim) tanpa sepengetahuan saya. Tidak ada akte jual beli dengan saya kok bisa beralih kepemilikan. Dan kini sudah beralih lagi, ” tandas Rudi Marcio.

Terkait tiga SHM itu berada di tangan Jeremy Thomas, Rudi Marcio menceritakan Jeremy meminta sertifikatnya dibawah ke Jakarta, dan keesokan Rudi  ke Jakarta dibayarkan Rp1 Miliar sebagai tanda jadi. “Saya menuntut, kok bisa sertifikat itu berubah nama tanpa akta jual beli,”tegas Rudi Marcio. (mar/rid)



DENPASAR –Banyak pesohor tanah air memilih tinggal di Bali dan menanam investasi. Namun tak sedikit pula yang terbelit kasus hukum. Termasuk kasus dugaan penipuan jual beli Vila Kirana yang melilit aktor dan pesohor Jeremy Thomas sepertinya segera ditangani Penyidik Direktorat Kriminal Umum Polda Bali.

Senin, (3/10) pemilik Vila Kirana di Sayan Ubud, Rudi Marcio didampingi kuasa hukum Ida Bagus putu Astina SH, MH, MBA. CLA kembali mendatangi penyidik Direskrimum Polda Bali.

“Saya bersama klien kembali menemui penyidik Kasubdit II, Unit V Direskrimum Polda Bali. Menindaklanjuti laporan LI 146/IV/2021 tertanggal 16 April 2021dalam perkara teradu Jeremy Thomas yang memberi keterangan palsu dalam akta otentik penipuan dan penggelapan pasal 266, 378, 372 KUHP.  Kami menemui penyidik  Kompol Anak Agung Jaya Utama,” kata Ida Bagus Putu Astina, SH MH, MBA, CLA

Kepada klien kami, penyidik mengatakan, bulan ini akan digelar perkara dengan nomor laporan di atas. Untuk memperkuat informasi penyidik, pelapor dan kuasa hukum menemui Kasubdit II AKBP I Made Witaya.

Baca Juga:  Ibu-Ibu Korban Arisan Online Minta Kasus Segera Dilimpahkan ke Jaksa

Kepada pelapor dan kuasa hukum AKBP I Made Witaya mengatakan akan transparan dalam menangani kasus ini. “Kami akan transparan menangani kasus ini saat gelar perkara,” kata AKBP I Made Witaya, SH seperti dikutip Kuasa Hukum, Ida Bagus Putu Astina.

Sementara, pelapor Rudi Marcio menegaskan, dirinya menagih komitmen dan janji Jeremy Thomas untuk melunasi sisa pembayaran. “Intinya saya menuntut sisa pembayaran. Lunaskan pembayaran yang sudah disepakati, yang sudah dia janjikan  Atau kembalikan tiga sertifikat milik saya. Itu saja tuntutan saya,” tegas Rudi Marcio.

Menurut Rudi Marcio, kejadian ini berawal pada bulan Pebruari 2016, Jeremy Thomas menelpon dari Jakarta menanyakan informasi tentang Vila Kirana. “Saya buka harga Rp 45 Miliar. Dan dia (jeremy thomas) menawar Rp 35 miliar. Dan kemudian Jeremy Thomas terbang ke Bali dan bersama melihat vila tersebut dan ditawar dengan harga Rp 35 Miliar. Dan saya diminta ke Jakarta oleh Jeremy untuk transaksi. Ketika bertemu, saya dikasih cek cash satu miliar rupiah dari Bank Bukopin. Dia bilang sisanya dilunasin bulan depan,” kata Rudi Marcio.

Baca Juga:  Jadi DPO Kasus Upal, Ayah Kandung Runner Up Indonesian Idol Ditangkap

Dan selang waktu yang di janjikan handphonenya sulit dihubungi. Anehnya, kata Rudi Marcio sampai saat ini sisa pembayaran tidak dilunasin dan sertifikat itu sudah dipegang oleh Jeremy Thomas.  “Lebih aneh lagi tiga SHM Vila Kirana sudah berpindah tangan ke pihak lain, (Lie Halim) tanpa sepengetahuan saya. Tidak ada akte jual beli dengan saya kok bisa beralih kepemilikan. Dan kini sudah beralih lagi, ” tandas Rudi Marcio.

Terkait tiga SHM itu berada di tangan Jeremy Thomas, Rudi Marcio menceritakan Jeremy meminta sertifikatnya dibawah ke Jakarta, dan keesokan Rudi  ke Jakarta dibayarkan Rp1 Miliar sebagai tanda jadi. “Saya menuntut, kok bisa sertifikat itu berubah nama tanpa akta jual beli,”tegas Rudi Marcio. (mar/rid)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/