alexametrics
27.6 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Bacok Lima Pekerja Gudang Besi, Pelaku Ungkap Alasan Tebas Korban

MANGUPURA – Kasus penebasan yang terjadi di mess gudang besi PT Sukma Sari, Jalan Muding Indah, Kerobokan Kaja, Kuta Utara Jumat (1/11) sekitar pukul 23.00 Wita membuka fakta baru.

Ternyata selain dipicu pesta miras, aksi pasangan kakak adik Senik Simro Octavianus, 23, dan Semi Adibuwo Octavianus, 25, membacok para korban lantaran terganggu tidurnya. Kok bisa?

Menurut informasi di TKP, kejadian bermula ketika sejumlah buruh gudang besi PT Sukma Sari Jalan Muding Indah, Kerobokan Kaja, Kuta Utara, menggelar pesta miras di mess Jumat malam kemarin.

Di antaranya adalah Lazim, 30; Defi Akhmad Ardiyanto, 20, dan Bento, 40. Mereka pesta miras bersama Duro, Sugianto, Sule, dan Toing.

Pesta miras yang yang berlangsung sejak sore itu tak kunjung berhenti meski mendekati larut malam. Mereka terus menenggak miras.

Lantaran merasa terganggu dengan berisiknya saling canda sesama peminum itu membuat Seniks Adibuwo Octavianus alias Abu, 26, tak bisa istirahat dengan nyenyak.

Pelaku kemudian menegur teman-temannya itu agar jangan berisik. “Mereka semua tinggal di sana. Ternyata teguran itu tak diindahkan oleh para peminum.

Baca Juga:  Premanisme dan Pencabulan Merajalela, Intensifkan Operasi Bina Agung

Justru Duro dan Abu terlibat saling adu mulut dan saling tantang berkelahi,” beber sumber petugas kepolisian kemarin.

Tak dinyana Doru mengambil sebilah pedang. Melihat hal itu, Bento yang merupakan kepala gudang besi mencoba menengahi kejadian salah paham yang dimaksud.

Sayang, Doru justru menyerang Abu dengan pedang. Serangan itu ditangkis dengan kanan sehingga terdapat luka tebasan di tangan Seniks Abu Octavianus.

Setelah ditebas, Abu Octavianus pun menghindar dan lari ke kamar, namun tetap di kejar oleh Sule dan Toing. Keduanya memaksa masuk kamar Abu dengan membawa parang.

Dalam situasi terdesak, Abu Octavianus mengambil sebuah besi berukuran 1 meter untuk menghajar keduanya hingga klengar.

Abu lantas bergegas mengambil HP dan menghubungi adik korban Seniks Simri Octavianus, 24. “Abu dan Simbri merupakan pasangan kakak adik asal NTT.

Seniks Simbri bekerja dan tinggal di tempat lain. Sedangkan Abu Octavianus tinggal bareng dengan para korban,” bebernya.

Baca Juga:  Rem Blong, Truk Angkut Material Tabrak Pembatas Jembatan, Lantas…

Tak berselang lama, adik kandung Abu Octavianus tiba di TKP. Seniks Simri justru ikut diserang di mess oleh Duro, Sugianto, Sule, dan Toing.

Walapun hanya dengan tangan kosong dan lawannya memakai parang, Seniks Simbri tetap memberikan perlawanan hingga pedang yang digenggam Duro terjatuh.

Lalu pedang itu diambil oleh Seniks Simbri dan melakukan serangan balik secara membabi buta. Warga pun berdatangan dan melerai peristiwa tersebut.

Akibat kejadian tersebut, dua kelompok pemuda sama-sama menderita luka serius. Setelah mendapatkan laporan warga, polisi langsung ke TKP.

“Pasangan kakak adik itu langsung di bawa ke Puskesmas di Kerobokan. Sedangkan Lazim, Defi Akhmad Ardiyanto, dan Bento dibawa ke RS Mangusada,” cetusnya.

Kasatreskrim Polres Badung AKP Laorens M. Heselo mengatakan, dari penyelidikan awal keributan ini terjadi akibat salah paham

Ujungnya kedua belah pihak sama-sama menderita luka serius akibat gagal menahan emosi.

 



MANGUPURA – Kasus penebasan yang terjadi di mess gudang besi PT Sukma Sari, Jalan Muding Indah, Kerobokan Kaja, Kuta Utara Jumat (1/11) sekitar pukul 23.00 Wita membuka fakta baru.

Ternyata selain dipicu pesta miras, aksi pasangan kakak adik Senik Simro Octavianus, 23, dan Semi Adibuwo Octavianus, 25, membacok para korban lantaran terganggu tidurnya. Kok bisa?

Menurut informasi di TKP, kejadian bermula ketika sejumlah buruh gudang besi PT Sukma Sari Jalan Muding Indah, Kerobokan Kaja, Kuta Utara, menggelar pesta miras di mess Jumat malam kemarin.

Di antaranya adalah Lazim, 30; Defi Akhmad Ardiyanto, 20, dan Bento, 40. Mereka pesta miras bersama Duro, Sugianto, Sule, dan Toing.

Pesta miras yang yang berlangsung sejak sore itu tak kunjung berhenti meski mendekati larut malam. Mereka terus menenggak miras.

Lantaran merasa terganggu dengan berisiknya saling canda sesama peminum itu membuat Seniks Adibuwo Octavianus alias Abu, 26, tak bisa istirahat dengan nyenyak.

Pelaku kemudian menegur teman-temannya itu agar jangan berisik. “Mereka semua tinggal di sana. Ternyata teguran itu tak diindahkan oleh para peminum.

Baca Juga:  Dua Pembacok Ditangkap, Tebas Korban karena Dipukul Linggis Lebih Dulu

Justru Duro dan Abu terlibat saling adu mulut dan saling tantang berkelahi,” beber sumber petugas kepolisian kemarin.

Tak dinyana Doru mengambil sebilah pedang. Melihat hal itu, Bento yang merupakan kepala gudang besi mencoba menengahi kejadian salah paham yang dimaksud.

Sayang, Doru justru menyerang Abu dengan pedang. Serangan itu ditangkis dengan kanan sehingga terdapat luka tebasan di tangan Seniks Abu Octavianus.

Setelah ditebas, Abu Octavianus pun menghindar dan lari ke kamar, namun tetap di kejar oleh Sule dan Toing. Keduanya memaksa masuk kamar Abu dengan membawa parang.

Dalam situasi terdesak, Abu Octavianus mengambil sebuah besi berukuran 1 meter untuk menghajar keduanya hingga klengar.

Abu lantas bergegas mengambil HP dan menghubungi adik korban Seniks Simri Octavianus, 24. “Abu dan Simbri merupakan pasangan kakak adik asal NTT.

Seniks Simbri bekerja dan tinggal di tempat lain. Sedangkan Abu Octavianus tinggal bareng dengan para korban,” bebernya.

Baca Juga:  Sebelum Habisi Nyawa Istri, Tsk dan Korban Sempat Tertawa Bersama

Tak berselang lama, adik kandung Abu Octavianus tiba di TKP. Seniks Simri justru ikut diserang di mess oleh Duro, Sugianto, Sule, dan Toing.

Walapun hanya dengan tangan kosong dan lawannya memakai parang, Seniks Simbri tetap memberikan perlawanan hingga pedang yang digenggam Duro terjatuh.

Lalu pedang itu diambil oleh Seniks Simbri dan melakukan serangan balik secara membabi buta. Warga pun berdatangan dan melerai peristiwa tersebut.

Akibat kejadian tersebut, dua kelompok pemuda sama-sama menderita luka serius. Setelah mendapatkan laporan warga, polisi langsung ke TKP.

“Pasangan kakak adik itu langsung di bawa ke Puskesmas di Kerobokan. Sedangkan Lazim, Defi Akhmad Ardiyanto, dan Bento dibawa ke RS Mangusada,” cetusnya.

Kasatreskrim Polres Badung AKP Laorens M. Heselo mengatakan, dari penyelidikan awal keributan ini terjadi akibat salah paham

Ujungnya kedua belah pihak sama-sama menderita luka serius akibat gagal menahan emosi.

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/