alexametrics
27.8 C
Denpasar
Saturday, July 2, 2022

Dua Kali Mangkir, Pekerja Kapal Pesiar Desak Pelaku Penipuan Ditangkap

DENPASAR – Sudah enam bulan lamanya, kasus dugaan penipuan yang dilaporkan oleh sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) terhadap Direktur PT. Dunia Insani Mandiri (DIM) dengan inisial IRA hingga kini belum ada kejelasan.

Kepolisian Polda Bali belum menetapkan IRA sebagai tersangka. 

Diketahui, sebelumnya IRA diadukan ke Mapolda Bali pada 18 Mei 2021.

“Namun sampai saat ini IRA yang diduga melakukan penipuan dengan kedok sebagai penyalur PMI ke kapal pesiar justru masih melenggang bebas dan tidak kooperatif saat dipanggil oleh Penyidik,” kata salah satu kuasa hukum para pelapor, Nengah Yasa Adi Susanto, S.H., M.H., dari YAS Law Office, Selasa (2/11/2021).

Pria yang akrab disapa Jero Ong ini menjelaskan bahwa pihaknya mendapatkan informasi dari penyidik bahwasannya IRA selaku teradu tidak kooperatif.

Bahkan sudah dua kali penyidik melayangkan panggilan, namun teradu yang diduga melakukan penipuan miliaran rupiah ini justru tidak datang saat dipanggil Penyidik Ditreskrimum Polda Bali. 

“Kami selaku penasihat hukum korban berharap Polda Bali segera menangkap teradu dan menjebloskan ke penjara agar ada efek jera. Kasihan korban yang sudah mengeluarkan uang ada yang Rp20 juta, Rp30 juta dan bahkan ada yang mengeluarkan uang Rp50 jutaan tapi sampai sekarang justru janji untuk diberangkatkan hanya bohong belaka,” kata dia.

Yang lebih miris lagi, lanjut dia, banyak dokumen kliennya yang masih ditahan pihak perusahaan tersebut.

“Seperti paspor, buku pelaut dan basic safety training atau BST mereka masih ditahan oleh teradu IRA ini,” bebernya.

Penasihat Hukum korban lainnya Putu Suma Gita, S.H., M.H., menambahkan bahwa Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) terakhir diterima para kuasa hukum pelapor pada 18 Oktober 2021 lalu.

Disebutkan bahwa teradu IRA telah dipanggil penyidik tanggal 7 Oktober lalu namun yang bersangkutan mangkir.

“Dan info terakhir dari penyidik juga bahwasannya hari Jumat tanggal 29 Oktober lalu kembali memanggil teradu IRA ini namun dia kembali mangkir sehingga kami memohon agar penyidik segera menangkap IRA dan menjebloskannya ke penjara agar tidak ada korban lainnya yang ditipu,” katanya. 

Pihaknya dari awal sudah curiga dan khawatir kalau IRA ini tidak kooperatif karena kliennya juga sebelumnya dijanjikan akan dikembalikan uangnya namun justru dibohongi dan tidak sepeserpun uangnya dikembalikan.

“Dan mirisnya dokumen klien kami yang mau dipakai melamar ke agen lainnya justru masih dipegang oleh IRA ini,” tambah Putu Suma Gita, S.H., M.H.



DENPASAR – Sudah enam bulan lamanya, kasus dugaan penipuan yang dilaporkan oleh sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) terhadap Direktur PT. Dunia Insani Mandiri (DIM) dengan inisial IRA hingga kini belum ada kejelasan.

Kepolisian Polda Bali belum menetapkan IRA sebagai tersangka. 

Diketahui, sebelumnya IRA diadukan ke Mapolda Bali pada 18 Mei 2021.

“Namun sampai saat ini IRA yang diduga melakukan penipuan dengan kedok sebagai penyalur PMI ke kapal pesiar justru masih melenggang bebas dan tidak kooperatif saat dipanggil oleh Penyidik,” kata salah satu kuasa hukum para pelapor, Nengah Yasa Adi Susanto, S.H., M.H., dari YAS Law Office, Selasa (2/11/2021).

Pria yang akrab disapa Jero Ong ini menjelaskan bahwa pihaknya mendapatkan informasi dari penyidik bahwasannya IRA selaku teradu tidak kooperatif.

Bahkan sudah dua kali penyidik melayangkan panggilan, namun teradu yang diduga melakukan penipuan miliaran rupiah ini justru tidak datang saat dipanggil Penyidik Ditreskrimum Polda Bali. 

“Kami selaku penasihat hukum korban berharap Polda Bali segera menangkap teradu dan menjebloskan ke penjara agar ada efek jera. Kasihan korban yang sudah mengeluarkan uang ada yang Rp20 juta, Rp30 juta dan bahkan ada yang mengeluarkan uang Rp50 jutaan tapi sampai sekarang justru janji untuk diberangkatkan hanya bohong belaka,” kata dia.

Yang lebih miris lagi, lanjut dia, banyak dokumen kliennya yang masih ditahan pihak perusahaan tersebut.

“Seperti paspor, buku pelaut dan basic safety training atau BST mereka masih ditahan oleh teradu IRA ini,” bebernya.

Penasihat Hukum korban lainnya Putu Suma Gita, S.H., M.H., menambahkan bahwa Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) terakhir diterima para kuasa hukum pelapor pada 18 Oktober 2021 lalu.

Disebutkan bahwa teradu IRA telah dipanggil penyidik tanggal 7 Oktober lalu namun yang bersangkutan mangkir.

“Dan info terakhir dari penyidik juga bahwasannya hari Jumat tanggal 29 Oktober lalu kembali memanggil teradu IRA ini namun dia kembali mangkir sehingga kami memohon agar penyidik segera menangkap IRA dan menjebloskannya ke penjara agar tidak ada korban lainnya yang ditipu,” katanya. 

Pihaknya dari awal sudah curiga dan khawatir kalau IRA ini tidak kooperatif karena kliennya juga sebelumnya dijanjikan akan dikembalikan uangnya namun justru dibohongi dan tidak sepeserpun uangnya dikembalikan.

“Dan mirisnya dokumen klien kami yang mau dipakai melamar ke agen lainnya justru masih dipegang oleh IRA ini,” tambah Putu Suma Gita, S.H., M.H.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/