alexametrics
25.9 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Geruduk Pengadilan, Ratusan Warga Guwang Kenakan Baju Puputan

GIANYAR- Sidang gugatan tanah antara perorangan melawan Desa Adat-Dinas Guwang dan Dinas Pendidikan Gianyar diagendakan Rabu (3/11).

Ratusan masyarakat Desa Guwang datang ke Pengadilan Negeri Gianyar mengenakan baju seragam hitam bertuliskan Puputan Bela Tanah Guwang.

Perjalanan dari Desa Guwang, Kecamatan Sukawati menuju Kantor Pengadilan, menggunakan mobil bak terbuka.

Mobil paling depan, membawa sound sistem dan melakukan performa musik Iwan Fals berjudul Bongkar.

Menyusul di belakang mobil, ratusan massa menaruh motor di areal pasar kemudian jalan kaki. Diantara mereka ada membawa bendera hitam.

Massa yang dikawal polisi itu mendukung sidang lanjutan terhadap gugatan tanah mereka. Massa hanya boleh sampai di luar gedung. Di luar PN, pentolan massa pun berorasi.

Sementara itu, di dalam gedung, sidang gugatan lahan Desa Guwang, Kecamatan Sukawati dalam perkara nomor : 173/Pdt.G/2021/PN.Gin dengan agenda pembuktian dari para pihak. Namun, sidang harus ditunda karena ada berkas yang tidak lengkap.

Baca Juga:  Wisatawan Jakarta Tewas Tergulung Ombak Batu Belig
- Advertisement -

Penundaan sidang dibenarkan oleh Humas PN Gianyar, Ida Bagus Ari Suamba.

 “Agenda pembuktian dari para pihak. Namum bukti surat yang diajukan oleh pihak Penggugat belum lengkap, sehingga memohon penundaan sidang. Sedangkan pihak Tergugat dan Turut Tergugat belum siap dengan bukti surat yang akan diajukannya,” ujar Ari Suamba usai sidang.

Lantaran belum ada berkas lengkap, maka Majelis Hakim menunda persidangan.

“Selanjutnya berlangsung pada hari Senin, 15 November 2021 dengan agenda pembuktian dari para pihak,” ujarnya.

Persidangan itu dipimpin oleh Majelis Hakim Erwin Harlond, Anak Agung Putu Ariyana dan Astrid Anugrah.

Usai sidang, Bendesa Guwang, Ketut Karben Wardana mendatangi massa. Dihadapan massa, Karben mengaku Desa Adat Guwang akan puputan membela tanah kelahiran.

Baca Juga:  Polres Badung Cuma Tetapkan Pak Ega Tersangka Pembacokan

“Karena lahan di Pasar Tenten sudah kita pergunakan lebih dari 100 tahun, SD sejak Tahun 1960an. Kantor Desa sejak 1942. LPD 30 tahun lebih. Seantukan niki duwen iraga sareng sami, siap puputan,” ujarnya disambut sorakan massa.

Dia juga mengajak berjuang bersama mempertahankan tanah leluhur.

“Mari berjuang bersama-sama, sampunang patah semangat. Perlu waktu, biaya, tenaga. Sampunang kendor,” pekiknya lagi

Dalam kesempatan tersebut, Karben juga mengingatkan krama nya agar disiplin prokes dan tertib berlalu lintas. Dia juga meminta masyarakat pulang dengan tertib. 

- Advertisement -

GIANYAR- Sidang gugatan tanah antara perorangan melawan Desa Adat-Dinas Guwang dan Dinas Pendidikan Gianyar diagendakan Rabu (3/11).

Ratusan masyarakat Desa Guwang datang ke Pengadilan Negeri Gianyar mengenakan baju seragam hitam bertuliskan Puputan Bela Tanah Guwang.

Perjalanan dari Desa Guwang, Kecamatan Sukawati menuju Kantor Pengadilan, menggunakan mobil bak terbuka.

Mobil paling depan, membawa sound sistem dan melakukan performa musik Iwan Fals berjudul Bongkar.

Menyusul di belakang mobil, ratusan massa menaruh motor di areal pasar kemudian jalan kaki. Diantara mereka ada membawa bendera hitam.

Massa yang dikawal polisi itu mendukung sidang lanjutan terhadap gugatan tanah mereka. Massa hanya boleh sampai di luar gedung. Di luar PN, pentolan massa pun berorasi.

Sementara itu, di dalam gedung, sidang gugatan lahan Desa Guwang, Kecamatan Sukawati dalam perkara nomor : 173/Pdt.G/2021/PN.Gin dengan agenda pembuktian dari para pihak. Namun, sidang harus ditunda karena ada berkas yang tidak lengkap.

Baca Juga:  Mimih, Aliran Dana Sampai ke BPN Badung, Sudikerta; Itu Urusan Saya

Penundaan sidang dibenarkan oleh Humas PN Gianyar, Ida Bagus Ari Suamba.

 “Agenda pembuktian dari para pihak. Namum bukti surat yang diajukan oleh pihak Penggugat belum lengkap, sehingga memohon penundaan sidang. Sedangkan pihak Tergugat dan Turut Tergugat belum siap dengan bukti surat yang akan diajukannya,” ujar Ari Suamba usai sidang.

Lantaran belum ada berkas lengkap, maka Majelis Hakim menunda persidangan.

“Selanjutnya berlangsung pada hari Senin, 15 November 2021 dengan agenda pembuktian dari para pihak,” ujarnya.

Persidangan itu dipimpin oleh Majelis Hakim Erwin Harlond, Anak Agung Putu Ariyana dan Astrid Anugrah.

Usai sidang, Bendesa Guwang, Ketut Karben Wardana mendatangi massa. Dihadapan massa, Karben mengaku Desa Adat Guwang akan puputan membela tanah kelahiran.

Baca Juga:  Inkracht! Residivis yang Tolak Salami Hakim Resmi Dibui 20 Tahun

“Karena lahan di Pasar Tenten sudah kita pergunakan lebih dari 100 tahun, SD sejak Tahun 1960an. Kantor Desa sejak 1942. LPD 30 tahun lebih. Seantukan niki duwen iraga sareng sami, siap puputan,” ujarnya disambut sorakan massa.

Dia juga mengajak berjuang bersama mempertahankan tanah leluhur.

“Mari berjuang bersama-sama, sampunang patah semangat. Perlu waktu, biaya, tenaga. Sampunang kendor,” pekiknya lagi

Dalam kesempatan tersebut, Karben juga mengingatkan krama nya agar disiplin prokes dan tertib berlalu lintas. Dia juga meminta masyarakat pulang dengan tertib. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/