27.6 C
Denpasar
Tuesday, January 31, 2023

Diduga Tembak Pelaku Jambret, 3 Buser Polsek Kuta Terancam Dipropamkan

DENPASAR – Tiga orang anggota anggota Unit Reskrim Polsek Kuta atau kerap di juluki Buser, terancam dipropamkan keluarga pelaku jambret. Sebab, tidak membawa surat tugas, surat pengheledahan dan surat penangkapan saat mengamankan I Ketut Ramayana alias Dolar, 21, di kosan Jalan Kusuma Bangsa I, Bungtomo, Denpasar Utara, Minggu (27/11) sekitar pukul 17. 00. Disayangkan lagi, keluarga tidak terima, karena saat dibekuk ternyata betis kaki kiri cacat akibat ditembak.

Kepada Jawa Pos Radar Bali, ibu rumah tangga bernama Ni Ketut Nuriada, 42, menyatakan bahwa Dolar ini menikah dengan anak semata wayang Ni Luh Ekawati, 23. “Dolar merupakan menantu saya. Kini dia mendekam di jeruji besi Mapolsek Kuta,” timpal ibu satu anak ini di Denpasar, Jumat (2/12). Bermul ketikan yang bersangkutan berdiri menggendong cucu kedua di depan kamar kos. Lalu datang tiga orang orang, tanpa basa-basi, perkenalkan nama dan lain-lain, langsung menyakan di mana sang suami?

Langsung direspon Nuriada bahwa I Ketut Tantun, 43, tidak ada ditempat diduga berada di pos kambling. Saat itu, keluarlah cucu pertama dari dalam kamar kos yang ditempati sang anak dan menantu. Kepada sang bocah, pria itu menanyakan bahwa dimana bapak?  Sang bocah (cucu pertamanya), silahkan berjalan keluar dan mengaku bahwa bapaknya (Dolar) berada di dalam kamar. Mendapatkan jawaban itu, dua pria lain bergegas masuk dalam kamar ditempati anak Ni Luh Ekawati, dan suami (menantu) I Ketut Rayamaya alias Dolar.

Saat yang bersamaan, anaknya Ekawati baru selesai mandi dan hendak masuk kamar (Kamar mandi dan kamar terpisah). Ketika berada di depan pintu, dia terkejut terdapat dua pria sedang menginterogasi Dolar diperhatikan dalam keaan tangan di borgol. Ekawati diketahui panik dan memilih masuk ke kamar sebelah yang ditempati ibu dan bapak (orang tua) kandung. Tak berselang lama orang yang sempat bertanya itu iut nyusul dua temannya, lalu menutup dan mengunci pintu kamar dari dalam.

“Ketika berada di kamar kami selaku orang tua, anak saya menqngis dan menyatakan bahwa dia ketakutan. Sebab dilihat dalam kamar, suaminya diborgol,” kisah Nuriada. Tak berselang lama suaminya dikeluarin dengan kondisi tangan diborgol. Lalu, sang mertua sempat melontarkan beberapa pertanyaan kepada tiga orang itu namun tak digubris. Para pria ini diketahui melakukan penangkapan tanpa menunjukan surat tugas, surat penangkapan dan penggeledahan.

Baca Juga:  Polisi Sebut Pelaku Tidak Pakai Senjata Tajam

Meereka keluar dari kamar membawa dua hp milik sang anak dan menantu, beserta beberapa potong pakaian, dan satu pasang sandal. Sebelum meninggalkan kosan, para polisi ini hendak membawa motor vespa milik Ekawati yang dibelikan ibunya Nuriada. Saat dicegat, malah direapon dengan nada kasar bahwa motor akan dibawa untuk dijadikan barang bukti. Setelah itu, Nuriada dilempar menggunakan masker bekas ke wajah dan master itu jatuh di atas motor.

Karena ketakutan, Nuriada memilih mundur dan membiarkan motor vespa ini dibawa pergi. “Saya sangat disayangkan tingkah laku 3 polisi itu yang belakangan mengaku dari Polsek Kuta. Mereka melakukan penangkapan, menantu saya tidak melakukan perlawanan sama sekali,” sebutnya. Pada hari yang sama, menantu digiring ke kos pada 23.00 mengambil bb pakaian dan motor vario milik Dolar kerap dipakai ojek. Saat itu diketahui bahwa wajah Dolar bonyok diduga dianiaya polisi.

Setelah itu dibawa kembali ke Mapolsek dikawal dua orang anggota berpakaian preman. “Sudah begitu, dua hari setelah di besuk, ternyata kondisinya lumpuh. Terdapat farban di betis kaki kiri. Orang tua mana yang tidak hancur hatinya. Kami dan Dolar sama-sama asal dari Tiayar, Karangasam,” kisahnya. Dikayakan, ia tidak mengerti apa-apa tentang hukum, namun prilaku 3 oknum polisi ini melakukan penangkapan terkesan tanpa perikemanusiaan dan berprikeadilan.

“Okelah kalau suami dari anak saya (menantu) berbuat kejahatan, silahkan proses secara hukum yang berlaku. Saat ditangkap, dia tidak melawan. Kenapa belakangan dijetahui kakinya tembak, dia bukan teroris ataupun pelaku korupsi,” tutuenya. Dikatakan, orang tua mana yang mau terima jika anaknya ditangkap tanpa surat panggilan, suarat tugas penangkapan dan surat penggeledaha, ditambah penembakan lagi. “Kami tahu kakinya ditembak saat dibekuk beberapa waktu lalu. Selaku orang tua, kami berencana mengadukan ke Propam Polda Bali, bahkan akan nersurat ke bapak Kapolri,” tutupnya.

Terpisah, Kapolresta Denpasar Kombespol Bambang Yugo Pamungkas, didampingi Kapolse Kuta AKP Yogie Pramagita mengatakan, penangkapan terhadap I Ketut Ramayana alias Dolar ini berdasarkan laporan dari Kontham Bhasker Reddy, 44,  Shreyas B.S, 31 Rabu 19 Otober 2022 sekitar pukul 23.00. Kepada penyidik, dua turis asal India ini mengaku kejadian berlangsung ketika sedang berjalan kaki di kawasan Jalan Nakula didepan ST Suit Hotel (Jenja), Legian Kuta, Badung Rabu 19 Otober 2022 sekitar pukul 21.00.

Baca Juga:  Selundupkan 700 Tabung LPG 12 Kg, Sopir Truk Dikeler ke Polair Benoa

Tiba-tiba datang pria tak dikenal menggunakan sepeda motor, memepet lalu menawar gojek. Setelah ditolak, dia langsung menarik paksa kalung emas milik Reddy bergegas dibawa kabur. “Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp 37.000.000,” tuturnya. Hasil penyelidikan, petugas melakukan penangkapan terhadap yang bersangkutan di kosannya di bilangan Jalan Bung Tomo. Hasil pengembangan, dia mengaku bahwa kalung di jual ke Koko Darwin tempat menjual kalung

Saat pengembangan, dia tidak kooperatif dan berusaha melawan petugas maka diberikan tindakan tegas dan terukur, yakni menembak kaki kiri. Selanjutnya dibawa berobat ke RS Trijata kemudian dirapatkan ke mako Polsek Kuta guna proses lebih lanjut. Kaling dijual seharga Rp 10.200.000. Dan uanganya sudah dipergunakan untuk biaya persembahyangan dikampung di Pedahan karangasem. “Lalu, beli susu anaknya, dan biaya hidup sehari. Termasuk untuk main judi online. Juga membayar hutang ke mertua perempuanya sebesar Rp. 500.000 ( disita) dan juga di pakai menservis motor vespa miliknya sebesar Rp. 515. 766, (motor vespa di sita,” paparnya.

Dia juga mengaku melakukan jambet HP sebanyak 3x milik orang asing di sepanjang Jalan Sunset Rood Kuta Badung. Selain itu jambret tas 1x didaerah batu bolong Kuta utara, Badung. Dolar merupakan seorang residivis jambret dan telah di vonis 1 tahun menjalani hukuman di LP Kerobokan. Dia dikenakan  Pasal 362 KUHP Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP. Dengan Ancaman Hukuman 5  Tahun Dan atau Pasal 365 Ayat (2) ke 1e KUHP, dengan acaman hukuman 12 tahun. “Itu hak mereka, jika ada yang mau mengadukan kami ke Propam,” sambung Kapolse Kuta AKP Yogie Pramagita ketika disinggung terkait keluar pelaku akan melaporkan ke Bid Propam Polda Bali. (dre/rid)



DENPASAR – Tiga orang anggota anggota Unit Reskrim Polsek Kuta atau kerap di juluki Buser, terancam dipropamkan keluarga pelaku jambret. Sebab, tidak membawa surat tugas, surat pengheledahan dan surat penangkapan saat mengamankan I Ketut Ramayana alias Dolar, 21, di kosan Jalan Kusuma Bangsa I, Bungtomo, Denpasar Utara, Minggu (27/11) sekitar pukul 17. 00. Disayangkan lagi, keluarga tidak terima, karena saat dibekuk ternyata betis kaki kiri cacat akibat ditembak.

Kepada Jawa Pos Radar Bali, ibu rumah tangga bernama Ni Ketut Nuriada, 42, menyatakan bahwa Dolar ini menikah dengan anak semata wayang Ni Luh Ekawati, 23. “Dolar merupakan menantu saya. Kini dia mendekam di jeruji besi Mapolsek Kuta,” timpal ibu satu anak ini di Denpasar, Jumat (2/12). Bermul ketikan yang bersangkutan berdiri menggendong cucu kedua di depan kamar kos. Lalu datang tiga orang orang, tanpa basa-basi, perkenalkan nama dan lain-lain, langsung menyakan di mana sang suami?

Langsung direspon Nuriada bahwa I Ketut Tantun, 43, tidak ada ditempat diduga berada di pos kambling. Saat itu, keluarlah cucu pertama dari dalam kamar kos yang ditempati sang anak dan menantu. Kepada sang bocah, pria itu menanyakan bahwa dimana bapak?  Sang bocah (cucu pertamanya), silahkan berjalan keluar dan mengaku bahwa bapaknya (Dolar) berada di dalam kamar. Mendapatkan jawaban itu, dua pria lain bergegas masuk dalam kamar ditempati anak Ni Luh Ekawati, dan suami (menantu) I Ketut Rayamaya alias Dolar.

Saat yang bersamaan, anaknya Ekawati baru selesai mandi dan hendak masuk kamar (Kamar mandi dan kamar terpisah). Ketika berada di depan pintu, dia terkejut terdapat dua pria sedang menginterogasi Dolar diperhatikan dalam keaan tangan di borgol. Ekawati diketahui panik dan memilih masuk ke kamar sebelah yang ditempati ibu dan bapak (orang tua) kandung. Tak berselang lama orang yang sempat bertanya itu iut nyusul dua temannya, lalu menutup dan mengunci pintu kamar dari dalam.

“Ketika berada di kamar kami selaku orang tua, anak saya menqngis dan menyatakan bahwa dia ketakutan. Sebab dilihat dalam kamar, suaminya diborgol,” kisah Nuriada. Tak berselang lama suaminya dikeluarin dengan kondisi tangan diborgol. Lalu, sang mertua sempat melontarkan beberapa pertanyaan kepada tiga orang itu namun tak digubris. Para pria ini diketahui melakukan penangkapan tanpa menunjukan surat tugas, surat penangkapan dan penggeledahan.

Baca Juga:  Polisi Sebut Pelaku Tidak Pakai Senjata Tajam

Meereka keluar dari kamar membawa dua hp milik sang anak dan menantu, beserta beberapa potong pakaian, dan satu pasang sandal. Sebelum meninggalkan kosan, para polisi ini hendak membawa motor vespa milik Ekawati yang dibelikan ibunya Nuriada. Saat dicegat, malah direapon dengan nada kasar bahwa motor akan dibawa untuk dijadikan barang bukti. Setelah itu, Nuriada dilempar menggunakan masker bekas ke wajah dan master itu jatuh di atas motor.

Karena ketakutan, Nuriada memilih mundur dan membiarkan motor vespa ini dibawa pergi. “Saya sangat disayangkan tingkah laku 3 polisi itu yang belakangan mengaku dari Polsek Kuta. Mereka melakukan penangkapan, menantu saya tidak melakukan perlawanan sama sekali,” sebutnya. Pada hari yang sama, menantu digiring ke kos pada 23.00 mengambil bb pakaian dan motor vario milik Dolar kerap dipakai ojek. Saat itu diketahui bahwa wajah Dolar bonyok diduga dianiaya polisi.

Setelah itu dibawa kembali ke Mapolsek dikawal dua orang anggota berpakaian preman. “Sudah begitu, dua hari setelah di besuk, ternyata kondisinya lumpuh. Terdapat farban di betis kaki kiri. Orang tua mana yang tidak hancur hatinya. Kami dan Dolar sama-sama asal dari Tiayar, Karangasam,” kisahnya. Dikayakan, ia tidak mengerti apa-apa tentang hukum, namun prilaku 3 oknum polisi ini melakukan penangkapan terkesan tanpa perikemanusiaan dan berprikeadilan.

“Okelah kalau suami dari anak saya (menantu) berbuat kejahatan, silahkan proses secara hukum yang berlaku. Saat ditangkap, dia tidak melawan. Kenapa belakangan dijetahui kakinya tembak, dia bukan teroris ataupun pelaku korupsi,” tutuenya. Dikatakan, orang tua mana yang mau terima jika anaknya ditangkap tanpa surat panggilan, suarat tugas penangkapan dan surat penggeledaha, ditambah penembakan lagi. “Kami tahu kakinya ditembak saat dibekuk beberapa waktu lalu. Selaku orang tua, kami berencana mengadukan ke Propam Polda Bali, bahkan akan nersurat ke bapak Kapolri,” tutupnya.

Terpisah, Kapolresta Denpasar Kombespol Bambang Yugo Pamungkas, didampingi Kapolse Kuta AKP Yogie Pramagita mengatakan, penangkapan terhadap I Ketut Ramayana alias Dolar ini berdasarkan laporan dari Kontham Bhasker Reddy, 44,  Shreyas B.S, 31 Rabu 19 Otober 2022 sekitar pukul 23.00. Kepada penyidik, dua turis asal India ini mengaku kejadian berlangsung ketika sedang berjalan kaki di kawasan Jalan Nakula didepan ST Suit Hotel (Jenja), Legian Kuta, Badung Rabu 19 Otober 2022 sekitar pukul 21.00.

Baca Juga:  Aksi Sadis Terdakwa Potong Kaki Bikin Tetangga Kos Ketakutan

Tiba-tiba datang pria tak dikenal menggunakan sepeda motor, memepet lalu menawar gojek. Setelah ditolak, dia langsung menarik paksa kalung emas milik Reddy bergegas dibawa kabur. “Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp 37.000.000,” tuturnya. Hasil penyelidikan, petugas melakukan penangkapan terhadap yang bersangkutan di kosannya di bilangan Jalan Bung Tomo. Hasil pengembangan, dia mengaku bahwa kalung di jual ke Koko Darwin tempat menjual kalung

Saat pengembangan, dia tidak kooperatif dan berusaha melawan petugas maka diberikan tindakan tegas dan terukur, yakni menembak kaki kiri. Selanjutnya dibawa berobat ke RS Trijata kemudian dirapatkan ke mako Polsek Kuta guna proses lebih lanjut. Kaling dijual seharga Rp 10.200.000. Dan uanganya sudah dipergunakan untuk biaya persembahyangan dikampung di Pedahan karangasem. “Lalu, beli susu anaknya, dan biaya hidup sehari. Termasuk untuk main judi online. Juga membayar hutang ke mertua perempuanya sebesar Rp. 500.000 ( disita) dan juga di pakai menservis motor vespa miliknya sebesar Rp. 515. 766, (motor vespa di sita,” paparnya.

Dia juga mengaku melakukan jambet HP sebanyak 3x milik orang asing di sepanjang Jalan Sunset Rood Kuta Badung. Selain itu jambret tas 1x didaerah batu bolong Kuta utara, Badung. Dolar merupakan seorang residivis jambret dan telah di vonis 1 tahun menjalani hukuman di LP Kerobokan. Dia dikenakan  Pasal 362 KUHP Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP. Dengan Ancaman Hukuman 5  Tahun Dan atau Pasal 365 Ayat (2) ke 1e KUHP, dengan acaman hukuman 12 tahun. “Itu hak mereka, jika ada yang mau mengadukan kami ke Propam,” sambung Kapolse Kuta AKP Yogie Pramagita ketika disinggung terkait keluar pelaku akan melaporkan ke Bid Propam Polda Bali. (dre/rid)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru