alexametrics
28.7 C
Denpasar
Monday, July 4, 2022

Kematian Pengendara Mobil di Bypass Mantra Misterius, Terpaksa Otopsi

GIANYAR – Teka-teki kematian pengendara mobil Ford Ranger DK 9840 BN, I Nengah Sagog, 64, di Jalan By Pass IB Mantra di Lingkungan Desa Lebih, Kecamatan Gianyar, Jumat lalu (1/2) masih menyisakan misteri.

Pihak keluarga sendiri tidak tahu menahu penyebab korban meninggal dunia. Sehingga, keluarga memilih melakukan proses otopsi terhadap jasad korban.

Kapolsek Kota Gianyar Kompol Ketut Suastika menyatakan, kematian korban memang belum bisa diterima begitu saja oleh keluarga korban.

“Keluarga sudah datang ke Mapolsek Gianyar. Keluarganya minta jasad di otopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya,” ujarnya.

Dari keterangan keluarga kepada polisi, korban dikenal tidak punya riwayat sakit berat. Kata pihak keluarga, korban sebelumnya memang dikenal menderita sakit kepala sebelah dengan tensi sampai 140.

“Katanya korban ini tidak memiliki riwayat sakit keras. Makanya minta di otopsi untuk mengetahui kepastiannya,” jelasnya.

Kini, jasad masih proses otopsi di RS Sanglah Denpasar dan polisi masih menunggu hasilnya.  Korban yang asal Banjar Dinas Kaja, Desa/Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng itu, sempat pamitan ke keluarganya di Buleleng.

“Katanya mau ke Jimbaran,” terangnya. Sedangkan, untuk mobil, masih diamankan di Mapolsek Gianyar.

Diberitakan Jawa Pos Radar Bali sebelumnya, korban Nengah Sagog ini diketahui meninggal dunia pada Jumat (1/2) pukul 14.30 di dalam mobil Ford Ranger.

Korban mengenakan pakaian adat ke pura. Korban diketahui tergeletak di dalam mobil oleh pembeli warung lesehan yang curiga dengan posisi mobil berhenti di tepi kanan jalan (jalur cepat). 



GIANYAR – Teka-teki kematian pengendara mobil Ford Ranger DK 9840 BN, I Nengah Sagog, 64, di Jalan By Pass IB Mantra di Lingkungan Desa Lebih, Kecamatan Gianyar, Jumat lalu (1/2) masih menyisakan misteri.

Pihak keluarga sendiri tidak tahu menahu penyebab korban meninggal dunia. Sehingga, keluarga memilih melakukan proses otopsi terhadap jasad korban.

Kapolsek Kota Gianyar Kompol Ketut Suastika menyatakan, kematian korban memang belum bisa diterima begitu saja oleh keluarga korban.

“Keluarga sudah datang ke Mapolsek Gianyar. Keluarganya minta jasad di otopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya,” ujarnya.

Dari keterangan keluarga kepada polisi, korban dikenal tidak punya riwayat sakit berat. Kata pihak keluarga, korban sebelumnya memang dikenal menderita sakit kepala sebelah dengan tensi sampai 140.

“Katanya korban ini tidak memiliki riwayat sakit keras. Makanya minta di otopsi untuk mengetahui kepastiannya,” jelasnya.

Kini, jasad masih proses otopsi di RS Sanglah Denpasar dan polisi masih menunggu hasilnya.  Korban yang asal Banjar Dinas Kaja, Desa/Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng itu, sempat pamitan ke keluarganya di Buleleng.

“Katanya mau ke Jimbaran,” terangnya. Sedangkan, untuk mobil, masih diamankan di Mapolsek Gianyar.

Diberitakan Jawa Pos Radar Bali sebelumnya, korban Nengah Sagog ini diketahui meninggal dunia pada Jumat (1/2) pukul 14.30 di dalam mobil Ford Ranger.

Korban mengenakan pakaian adat ke pura. Korban diketahui tergeletak di dalam mobil oleh pembeli warung lesehan yang curiga dengan posisi mobil berhenti di tepi kanan jalan (jalur cepat). 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/