alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Dilimpahkan, Tiga Tersangka Penyelundup Penyu Hijau Terancam 5 Tahun

MANGUPURA, Radar Bali – Setelah tiga pekan menjalani penyidikan di Pangkalan TNI AL (Lanal) Denpasar, tiga orang tersangka penyelundup penyu hijau (chelonia mydas) akhirnya dilimpahkan ke Kejati Bali melalui Kejari Badung.

 

Tiga orang tersangka itu adalah Surito, Sudirman, dan Joni Pranata. Joni adalah juragan kapal (jukung).

 

Setelah menerima berkas, barang bukti, dan tersangka, Kejari Badung segera melimpahkan ke PN Denpasar untuk disidangkan. Jaksa yang bertugas adalah Ida Ayu Ketut Sulasmi (Kejati Bali), Imam Ramdhoni dan Satwika Narendara (Kejari Badung).

 

“Pelimpahan dilakukan 31 Januari lalu. Ketiga tersangka tertangkap tangan sedang melakukan penangkapan penyu secara ilegal oleh anggota patroli Posmat Serangan Lanal Denpasar,” ujar Kajari Badung, I Ketut Maha Agung, Kamis (3/2).

Baca Juga:  Direksi Pelindo III Jadi Tersangka Penggelapan, Ini Kata Humas

 

Setelah menjalani pelimpahan, mereka mengenakan rompi tahanan warna merah dan dibawa masuk ke dalam mobil tahanan.

 

Dijelaskan lebih lanjut, penyu hijau yang ditangkap tiga tersangka merupakan satwa dilindungi.

 

Para tersangka telah melakukan tindak pidana Konservasi Sumber Daya Alam Hayati (KSDAH) dan Ekosistemnya, serta tindak pidana Perikanan.

 

“Penangkapan penyu hijau terjadi di wilayah sekitar perairan Uluwatu, Badung, menuju perairan Serangan, Denpasar Selatan, pada 30 Desember 2021, pukul 04.30,” beber Maha Agung.

  

Petugas berhasil mengamankan tiga jukung nelayan yang menyelundupkan penyu.

 

Petugas juga berhasil menyita 31 ekor penyu hijau dalam keadaan hidup, dan 1 ekor dalam keadaan mati.

Baca Juga:  Soal Seragam, Kabid Sarpras Disdik Badung Akui Diperiksa Jaksa

 

Para tersangka disangka melanggar Pasal 40 ayat (2) juncto Pasal 21 ayat (2) huruf a UU Nomor 5/1990 tentang KSDAH dan Ekosistemnya, Pasal 96 juncto pasal 36 UU Nomor 45/2009 tentang Perikanan. Para tersangka terancam pidana penjara paling lama lima tahun.

 

Barang bukti yang diamankan yaitu jukung dengan nakhoda Joni Pranata, tiga tangka BBM, tiga buah senter, delapan pasang sepatu katak, empat buah kacamata selam, empat buah tembak ikan, selang kompresor dan peralatan lainnya.

 

Barang bukti serupa juga diamankan dari jukung dengan nakhoda Sudirman, serta jukung dengan nahkota Suripto.



MANGUPURA, Radar Bali – Setelah tiga pekan menjalani penyidikan di Pangkalan TNI AL (Lanal) Denpasar, tiga orang tersangka penyelundup penyu hijau (chelonia mydas) akhirnya dilimpahkan ke Kejati Bali melalui Kejari Badung.

 

Tiga orang tersangka itu adalah Surito, Sudirman, dan Joni Pranata. Joni adalah juragan kapal (jukung).

 

Setelah menerima berkas, barang bukti, dan tersangka, Kejari Badung segera melimpahkan ke PN Denpasar untuk disidangkan. Jaksa yang bertugas adalah Ida Ayu Ketut Sulasmi (Kejati Bali), Imam Ramdhoni dan Satwika Narendara (Kejari Badung).

 

“Pelimpahan dilakukan 31 Januari lalu. Ketiga tersangka tertangkap tangan sedang melakukan penangkapan penyu secara ilegal oleh anggota patroli Posmat Serangan Lanal Denpasar,” ujar Kajari Badung, I Ketut Maha Agung, Kamis (3/2).

Baca Juga:  Otaki Pembobolan 7 Toko, Perempuan Residivis Nekat Ajak Pacar dan Adik

 

Setelah menjalani pelimpahan, mereka mengenakan rompi tahanan warna merah dan dibawa masuk ke dalam mobil tahanan.

 

Dijelaskan lebih lanjut, penyu hijau yang ditangkap tiga tersangka merupakan satwa dilindungi.

 

Para tersangka telah melakukan tindak pidana Konservasi Sumber Daya Alam Hayati (KSDAH) dan Ekosistemnya, serta tindak pidana Perikanan.

 

“Penangkapan penyu hijau terjadi di wilayah sekitar perairan Uluwatu, Badung, menuju perairan Serangan, Denpasar Selatan, pada 30 Desember 2021, pukul 04.30,” beber Maha Agung.

  

Petugas berhasil mengamankan tiga jukung nelayan yang menyelundupkan penyu.

 

Petugas juga berhasil menyita 31 ekor penyu hijau dalam keadaan hidup, dan 1 ekor dalam keadaan mati.

Baca Juga:  Rutan Polres Membeludak, Belasan Tahanan Dipindahkan

 

Para tersangka disangka melanggar Pasal 40 ayat (2) juncto Pasal 21 ayat (2) huruf a UU Nomor 5/1990 tentang KSDAH dan Ekosistemnya, Pasal 96 juncto pasal 36 UU Nomor 45/2009 tentang Perikanan. Para tersangka terancam pidana penjara paling lama lima tahun.

 

Barang bukti yang diamankan yaitu jukung dengan nakhoda Joni Pranata, tiga tangka BBM, tiga buah senter, delapan pasang sepatu katak, empat buah kacamata selam, empat buah tembak ikan, selang kompresor dan peralatan lainnya.

 

Barang bukti serupa juga diamankan dari jukung dengan nakhoda Sudirman, serta jukung dengan nahkota Suripto.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/