alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Gelapkan Uang Perusahaan, Sales Terjerat Pinjol Divonis 2 Tahun

DENPASAR– Terdakwa Siprianus Lebu Raya terlihat pasrah saat majelis hakim yang diketuai Kony Hartanto membacakan putusan.

 

Pria 46 tahun itu dinyatakan terbukti bersalah melakukan penggelapan uang perusahaan di tempatnya bekerja, yakni PT Lotte Shopping Indonesia.

 

Sebagai tesales marketing, Terdakwa Siprianus tidak menyetorkan uang pelanggan ke perusahaan. Akibatnya, perusahaan mengalami kerugian Rp171,7 juta. Terdakwa mengaku nekat menilap uang perusahaan lantaran terjerat pinjaman online (pinjol).

 

Terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 374 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. “Mengadili, menjatuhkan pidana penjara selama dua tahun,” tegas hakim Kony Hartanto dalam sidang daring, kemarin (3/2).

 

Vonis hakim asal Grobogan, Jawa Tengah, itu lebih ringan tiga bulan dari tuntutan JPU Dina Sitepu. Sebelumnya JPU Dina Sitepu mengajukan tuntutan pidana penjara dua tahun dan tiga bulan.

Baca Juga:  Kocak! Sebelum Kabur, Perampok Rumah Mewah Masih Sempat Nyalakan AC

 

Meski hanya mendapat keringanan tiga bulan penjara, terdakwa tetap menerima putusan hakim. “Saya menerima, Yang Mulia,” ucapnya pasrah. “Kami juga menerima, Yang Mulia,” sahut JPU Dina Sitepu.

 

Dalam dakwaan JPU dijelaskan, Siprianus memiliki tugas menghubungi pelanggan untuk menawarkan barang dan melakukan transaksi barang yang dipesan ke kasir.

 

Selain itu, Siprianus juga bertugas mengeluarkan barang yang sudah dipesan dengan memberikan invoice ke bagian pengeluaran barang.

 

Nah, selama Februari hingga April 2021, Siprianus menawarkan produk PT Lotte Grosir kepada Toko Qwat Jaya, Toko Urip Bali, UD Ramadhani, Toko Rejeki Indah, dan Toko Sari Agung.

 

Toko-toko tersebut kemudian memesan barang berupa mie instan, minyak goreng dan rokok. Kelima toko ini kemudian melakukan pembayaran dengan cara mentransfer ke rekening perusahaan. Total pesanan dari kelima toko tersebut sebesar Rp224 juta lebih.

Baca Juga:  Pengaduan Pengancaman Anggota Dewan Buleleng Akhirnya Berakhir Damai

 

“Namun, setelah uang ditransfer, toko – toko itu belum mendapatkan semua barang yang di pesan. Bahkan ada toko yang sama sekali tidak menerima barang,” beber JPU Dina.

 

Pihak toko kemudian datang ke PT Lotte Shopping menagih barang yang sudah dibayar tetapi belum diterima. Ternyata, setelah dicek, barang pesanan sudah dikeluarkan dari gudang melalui Siprianus Lebu Raya.

 

Karena mendapat complain dari pelanggan, perusahaan kemudian memenuhi pesanan yang belum diterima senilai Rp171 juta lebih. Selanjutnya, PT Lotte Shopping melaporkan Siprianus ke polisi atas tuduhan penggelapan.

 

Menurut terdakwa, barang-barang pesanan dari toko setelah dikeluarkan dari gudang sebagian diantar ke pemesan. Sedangkan sebagiannya lagi dijual ke toko dan warung lain.



DENPASAR– Terdakwa Siprianus Lebu Raya terlihat pasrah saat majelis hakim yang diketuai Kony Hartanto membacakan putusan.

 

Pria 46 tahun itu dinyatakan terbukti bersalah melakukan penggelapan uang perusahaan di tempatnya bekerja, yakni PT Lotte Shopping Indonesia.

 

Sebagai tesales marketing, Terdakwa Siprianus tidak menyetorkan uang pelanggan ke perusahaan. Akibatnya, perusahaan mengalami kerugian Rp171,7 juta. Terdakwa mengaku nekat menilap uang perusahaan lantaran terjerat pinjaman online (pinjol).

 

Terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 374 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. “Mengadili, menjatuhkan pidana penjara selama dua tahun,” tegas hakim Kony Hartanto dalam sidang daring, kemarin (3/2).

 

Vonis hakim asal Grobogan, Jawa Tengah, itu lebih ringan tiga bulan dari tuntutan JPU Dina Sitepu. Sebelumnya JPU Dina Sitepu mengajukan tuntutan pidana penjara dua tahun dan tiga bulan.

Baca Juga:  Berdalih Butuh Uang untuk Hidup, Oknum Driver Nekat Jadi Kurir Sabu

 

Meski hanya mendapat keringanan tiga bulan penjara, terdakwa tetap menerima putusan hakim. “Saya menerima, Yang Mulia,” ucapnya pasrah. “Kami juga menerima, Yang Mulia,” sahut JPU Dina Sitepu.

 

Dalam dakwaan JPU dijelaskan, Siprianus memiliki tugas menghubungi pelanggan untuk menawarkan barang dan melakukan transaksi barang yang dipesan ke kasir.

 

Selain itu, Siprianus juga bertugas mengeluarkan barang yang sudah dipesan dengan memberikan invoice ke bagian pengeluaran barang.

 

Nah, selama Februari hingga April 2021, Siprianus menawarkan produk PT Lotte Grosir kepada Toko Qwat Jaya, Toko Urip Bali, UD Ramadhani, Toko Rejeki Indah, dan Toko Sari Agung.

 

Toko-toko tersebut kemudian memesan barang berupa mie instan, minyak goreng dan rokok. Kelima toko ini kemudian melakukan pembayaran dengan cara mentransfer ke rekening perusahaan. Total pesanan dari kelima toko tersebut sebesar Rp224 juta lebih.

Baca Juga:  Dua Karyawan Masuk DPO, Manajemen Sebut Masalah Sudah Klir

 

“Namun, setelah uang ditransfer, toko – toko itu belum mendapatkan semua barang yang di pesan. Bahkan ada toko yang sama sekali tidak menerima barang,” beber JPU Dina.

 

Pihak toko kemudian datang ke PT Lotte Shopping menagih barang yang sudah dibayar tetapi belum diterima. Ternyata, setelah dicek, barang pesanan sudah dikeluarkan dari gudang melalui Siprianus Lebu Raya.

 

Karena mendapat complain dari pelanggan, perusahaan kemudian memenuhi pesanan yang belum diterima senilai Rp171 juta lebih. Selanjutnya, PT Lotte Shopping melaporkan Siprianus ke polisi atas tuduhan penggelapan.

 

Menurut terdakwa, barang-barang pesanan dari toko setelah dikeluarkan dari gudang sebagian diantar ke pemesan. Sedangkan sebagiannya lagi dijual ke toko dan warung lain.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/