alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, July 5, 2022

Jumat Hari Ini KPK Periksa 20-an Kepala OPD Tabanan di Denpasar

TABANAN – Setelah melakukan penggeledahan di rumah mantan Kadis Kesehatan (Kadiskes) Tabanan, dr I Nyoman Suratmika, KPK terus melakukan penyidikan perkara dugaan korupsi dana insentif daerah (DID) 2018. Yang terbaru, KPK akan memeriksa 20-an kepala organisasi perangkat daerah (OPD) pada Pemkab Tabanan, Jumat hari ini, 4 Februari 2022, yang mengambil tempat di Denpasar.

 

Kepastian akan adanya pemeriksaan kepala OPD Tabanan itu disampaikan Kepala Inspektorat IGN Supanji, Kamis (3/2). Supanji menjelaskan, hari ini (Jumat) akan dilakukan pemeriksaaan terhadap masing-masing kepala OPD di Tabanan terkait dugaan korupsi dana insentif daerah (DID) Tabanan tahun 2018.

 

“Untuk besok (Jumat, 4 Februari 2022) yang diperiksa sekitar 20 orang kepada OPD,” tandasnya Supanji.

 

Dia menjelaskan, KPK akan memeriksa terhadap 20-an kepala OPD Tabanan dengan meminjam tempat di Kantor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Bali yang beralamat di Jalan Tantular, Renon, Denpasar.

 

“Pemeriksaan dilakukan di Kantor BPKP Bali,” tuturnya.

 

Seperti ketahui sebelumnya penyidik KPK telah serangkaian penggeledahan di Tabanan. Sepeeti di Kantor Dinas PUPRPKP, Kantor DPRD Tabanan dan sejumlah kediaman kepala dinas di Tabanan terkait DID pada 27 Oktober 2021 lalu. Kemudian menggeledah rumah mantan Kadiskes Tabanan dr I Nyoman Suratmika, Rabu (2/2).

 

Sejatinya kasus dugaan korupsi DID Tabanan tahun 2018 terungkap setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah pihak dari perkara lain pada tahun 2018 lalu. Salah satu yang ditangkap adalah pejabat Kemenkeu Yaya Purnomo.

 

Dari penangkapan itu, diketahui bahwa Yaya Purnomo diduga menerima gratifikasi dari sejumlah pemerintah daerah dalam pengurusan dana kementerian keuangan. Salah satunya dalam pengurusan DID Tabanan tahun 2018.

 

Menariknya lagi Yaya Purnomo dalam persidangannya mengungkapkan adanya gratifikasi dari Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti melalui staf khusus Bupati Tabanan Dewa Nyoman Wiratmaja yang nilainya Rp600 juta dan USD55.000 atau jika dirupiahkan seluruhnya sekitar Rp1,3 miliar. Pada tahun 2018 itu Tabanan mendapat DID Rp51 miliar. Sehingga kasus ini pun terus mendapat penyidikan dari KPK sampai saat ini.



TABANAN – Setelah melakukan penggeledahan di rumah mantan Kadis Kesehatan (Kadiskes) Tabanan, dr I Nyoman Suratmika, KPK terus melakukan penyidikan perkara dugaan korupsi dana insentif daerah (DID) 2018. Yang terbaru, KPK akan memeriksa 20-an kepala organisasi perangkat daerah (OPD) pada Pemkab Tabanan, Jumat hari ini, 4 Februari 2022, yang mengambil tempat di Denpasar.

 

Kepastian akan adanya pemeriksaan kepala OPD Tabanan itu disampaikan Kepala Inspektorat IGN Supanji, Kamis (3/2). Supanji menjelaskan, hari ini (Jumat) akan dilakukan pemeriksaaan terhadap masing-masing kepala OPD di Tabanan terkait dugaan korupsi dana insentif daerah (DID) Tabanan tahun 2018.

 

“Untuk besok (Jumat, 4 Februari 2022) yang diperiksa sekitar 20 orang kepada OPD,” tandasnya Supanji.

 

Dia menjelaskan, KPK akan memeriksa terhadap 20-an kepala OPD Tabanan dengan meminjam tempat di Kantor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Bali yang beralamat di Jalan Tantular, Renon, Denpasar.

 

“Pemeriksaan dilakukan di Kantor BPKP Bali,” tuturnya.

 

Seperti ketahui sebelumnya penyidik KPK telah serangkaian penggeledahan di Tabanan. Sepeeti di Kantor Dinas PUPRPKP, Kantor DPRD Tabanan dan sejumlah kediaman kepala dinas di Tabanan terkait DID pada 27 Oktober 2021 lalu. Kemudian menggeledah rumah mantan Kadiskes Tabanan dr I Nyoman Suratmika, Rabu (2/2).

 

Sejatinya kasus dugaan korupsi DID Tabanan tahun 2018 terungkap setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah pihak dari perkara lain pada tahun 2018 lalu. Salah satu yang ditangkap adalah pejabat Kemenkeu Yaya Purnomo.

 

Dari penangkapan itu, diketahui bahwa Yaya Purnomo diduga menerima gratifikasi dari sejumlah pemerintah daerah dalam pengurusan dana kementerian keuangan. Salah satunya dalam pengurusan DID Tabanan tahun 2018.

 

Menariknya lagi Yaya Purnomo dalam persidangannya mengungkapkan adanya gratifikasi dari Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti melalui staf khusus Bupati Tabanan Dewa Nyoman Wiratmaja yang nilainya Rp600 juta dan USD55.000 atau jika dirupiahkan seluruhnya sekitar Rp1,3 miliar. Pada tahun 2018 itu Tabanan mendapat DID Rp51 miliar. Sehingga kasus ini pun terus mendapat penyidikan dari KPK sampai saat ini.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/