alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Sekretaris Dibui, Giliran Ketua dan Bendahara LPD Belumbang Tersangka

TABANAN – Penyidik Kejaksaan Negeri Tabanan tak hanya menjebloskan I Wayan Sunarta, selaku sekretaris LPD Belumbang, Kecamatan Kerambitan, Tabanan ke bui. Penyidik Kejari Tabanan juga menetapkan ketua LPD Belumbang I Ketut Buda Ariana dan Bendahara LPD, Ni Nyoman Winarni sebagai tersangka korupsi di LPD belumbang.

 

Penetapan I Ketut Buda Ariana dan Ni Nyoman Winarni sebagai tersangka korupsi di LPD Belumbang disampaikan secara langsung oleh Kasi Pidsus Kejari Tabanan Ida Bagus Widnyana didampingi penyidik Kejari Tabanan, Kamis (3/2) di Kantor Kejari Tabanan.

 

Dia menyebut dari hasil perkembangan penyidikan berdasarkan fakta-fakta di persidangan, kemudian berdasarkan alat bukti yang dimiliki penyidik dan juga berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Denpasar Nomor: 20/Pid.Sus-TPK/2021/PN.DPS tanggal 5 Oktober 2021 lalu.

 

Perkara I Wayan Sunarta yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap (inkracht) terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama I Ketut Buda Ariana dan Ni Nyoman Winarni.

 

Selain itu, Ida Bagus Widnyana menambahkan, penetapan tersangka berdasarkan hasil ekspose tim penyidik yang menyimpulkan bahwa telah didapat alat bukti yang cukup untuk menetapkan Ketut Buda Ariana dalam kapasitasnya sebagai ketua LPD Belumbang sebagai tersangka berdasarkan surat penetapan tersangka nomor: B-01/N.1.17/Fd.1/02/2022 dan surat perintah penyidikan khusus nomor Print 01/N.1.17/Fd/02/2022 tanggal 2 Februari 2022.

Baca Juga:  Sikat Duit Nasabah Rp 1,1 M, Eks Sekretaris LPD Dituntut 6 Tahun Bui

 

Kemudian juga menetapkan saudara Ni Nyoman Winarni dalam kapasitasnya sebagai mantan bendahara LPD dengan nomor: B-02/N.1.17/Fd.1/02/2022 dan surat perintah penyidikan khusus nomor Print 02/N.1.17/Fd/02/2022.

 

“Sehingga kami tetapkan keduanya menjadi tersangka pada  2 Februari ini dalam perkara dugaan penyalahgunaan dana pada LPD Desa pakraman Belumbang di Desa belumbang Kecamatan Kerambitan Tabanan dari tahun 2003 sampai dengan tahun 2013,” terangnya.

 

Fakta lainnya dalam persidangan I Wayan Sunarta selaku sekretaris LPD Desa Adat Belumbang bersama dengan saksi I Ketut Budi Ariana dan Ni Nyoman Winarni terungkap telah mengelola dan mempergunakan dana keuangan LPD tidak sesuai dengan ketentuan yang ada. Sehingga mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 1.101.976.131,92.

 

“Hasil kerugian ini sudah sesuai dengan laporan hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara oleh inspektorat Kabupaten Tabanan pada LPD Desa Pakraman Belumbang,” jelasnya.

Baca Juga:  Ini Ciri-Ciri Geng Motor yang Mengeroyok Pelajar SMK Hingga Kelenger

 

Usai penetapan tersangka ini, pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap keduanya serta pemeriksaan saksi-saksi lainnya. Bahkan pihaknya juga akan memeriksa pihak ahli baru perkara ini dilakukan pemberkasan sehingga dapat dilakukan pelimpahan ke Pengadilan.

 

Sedangkan pasal yang disangkakan terhadap tersangka IKBA dan NNW. Yakni primiar dengan pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2021 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

 

“Dan Subsidair dengan pasal 3 Jo. Pasal 18 UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2021 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” pungkasnya.



TABANAN – Penyidik Kejaksaan Negeri Tabanan tak hanya menjebloskan I Wayan Sunarta, selaku sekretaris LPD Belumbang, Kecamatan Kerambitan, Tabanan ke bui. Penyidik Kejari Tabanan juga menetapkan ketua LPD Belumbang I Ketut Buda Ariana dan Bendahara LPD, Ni Nyoman Winarni sebagai tersangka korupsi di LPD belumbang.

 

Penetapan I Ketut Buda Ariana dan Ni Nyoman Winarni sebagai tersangka korupsi di LPD Belumbang disampaikan secara langsung oleh Kasi Pidsus Kejari Tabanan Ida Bagus Widnyana didampingi penyidik Kejari Tabanan, Kamis (3/2) di Kantor Kejari Tabanan.

 

Dia menyebut dari hasil perkembangan penyidikan berdasarkan fakta-fakta di persidangan, kemudian berdasarkan alat bukti yang dimiliki penyidik dan juga berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Denpasar Nomor: 20/Pid.Sus-TPK/2021/PN.DPS tanggal 5 Oktober 2021 lalu.

 

Perkara I Wayan Sunarta yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap (inkracht) terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama I Ketut Buda Ariana dan Ni Nyoman Winarni.

 

Selain itu, Ida Bagus Widnyana menambahkan, penetapan tersangka berdasarkan hasil ekspose tim penyidik yang menyimpulkan bahwa telah didapat alat bukti yang cukup untuk menetapkan Ketut Buda Ariana dalam kapasitasnya sebagai ketua LPD Belumbang sebagai tersangka berdasarkan surat penetapan tersangka nomor: B-01/N.1.17/Fd.1/02/2022 dan surat perintah penyidikan khusus nomor Print 01/N.1.17/Fd/02/2022 tanggal 2 Februari 2022.

Baca Juga:  Ngeri! Begini Hasil Pemeriksaan Jasad Korban Lakantas di Sanur

 

Kemudian juga menetapkan saudara Ni Nyoman Winarni dalam kapasitasnya sebagai mantan bendahara LPD dengan nomor: B-02/N.1.17/Fd.1/02/2022 dan surat perintah penyidikan khusus nomor Print 02/N.1.17/Fd/02/2022.

 

“Sehingga kami tetapkan keduanya menjadi tersangka pada  2 Februari ini dalam perkara dugaan penyalahgunaan dana pada LPD Desa pakraman Belumbang di Desa belumbang Kecamatan Kerambitan Tabanan dari tahun 2003 sampai dengan tahun 2013,” terangnya.

 

Fakta lainnya dalam persidangan I Wayan Sunarta selaku sekretaris LPD Desa Adat Belumbang bersama dengan saksi I Ketut Budi Ariana dan Ni Nyoman Winarni terungkap telah mengelola dan mempergunakan dana keuangan LPD tidak sesuai dengan ketentuan yang ada. Sehingga mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 1.101.976.131,92.

 

“Hasil kerugian ini sudah sesuai dengan laporan hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara oleh inspektorat Kabupaten Tabanan pada LPD Desa Pakraman Belumbang,” jelasnya.

Baca Juga:  MEMALUKAN! BB Ponsel Bermerek dan Mahal Raib Sebelum Dimusnahkan

 

Usai penetapan tersangka ini, pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap keduanya serta pemeriksaan saksi-saksi lainnya. Bahkan pihaknya juga akan memeriksa pihak ahli baru perkara ini dilakukan pemberkasan sehingga dapat dilakukan pelimpahan ke Pengadilan.

 

Sedangkan pasal yang disangkakan terhadap tersangka IKBA dan NNW. Yakni primiar dengan pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2021 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

 

“Dan Subsidair dengan pasal 3 Jo. Pasal 18 UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2021 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” pungkasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/