alexametrics
25.3 C
Denpasar
Friday, August 12, 2022

Sudikerta Tak Penuhi Syarat Dibebaskan, Kadiv PAS Minta Lebih Sabar

DENPASAR – Mantan Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta dipastikan tidak memenuhi syarat untuk dibebaskan atau asimilasi dari  Lapas Kerobokan.

Artinya terpidana kasus penipuan dan tindak pidana pencucian uang ini masih akan menghuni sel tahanan di Lapas Kerobokan, Denpasar.

“Belum (Sudikerta), karena kasusnya masuk dalam PP 99,” ujar Suprapto, Kepala Divisi Permasyarakatan Kementerian Hukum dan Ham Provinsi Bali kemarin.

Suprapto menegaskan, yang tidak dapat pembebasan napi bersyarat adalah mereka yang merupakan warga binaan asing dan masuk

dalam PP Nomor 99 Tahun 2012 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan.

Di mana dalam PP tersebut menyebut mereka yang terlibat kasus korupsi, terorisme, narkoba dan lainnya tidak memenuhi syarat untuk diberikan asimilasi.

Baca Juga:  Kuasai Sabu 7 Gram Dituntut 9 Tahun Bui, Terdakwa Minta Waktu Melawan

“Dimohonkan untuk bersabar (para napi kasus PP 99),” ujar Suprapto.

Hingga hari ini, dari seluruh Lapas di Bali, mengeluarkan total 157 napi yang mendapatkan asimilasi atau sudah menjalankan 2/3 masa hukuman.

Sedangkan untuk yang integrasi ada 6 orang. Mereka yang dikeluarkan hari ini terdiri dari semua kasus terkecuali yang masuk dalam PP 99 dan warga binaan asing. 



DENPASAR – Mantan Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta dipastikan tidak memenuhi syarat untuk dibebaskan atau asimilasi dari  Lapas Kerobokan.

Artinya terpidana kasus penipuan dan tindak pidana pencucian uang ini masih akan menghuni sel tahanan di Lapas Kerobokan, Denpasar.

“Belum (Sudikerta), karena kasusnya masuk dalam PP 99,” ujar Suprapto, Kepala Divisi Permasyarakatan Kementerian Hukum dan Ham Provinsi Bali kemarin.

Suprapto menegaskan, yang tidak dapat pembebasan napi bersyarat adalah mereka yang merupakan warga binaan asing dan masuk

dalam PP Nomor 99 Tahun 2012 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan.

Di mana dalam PP tersebut menyebut mereka yang terlibat kasus korupsi, terorisme, narkoba dan lainnya tidak memenuhi syarat untuk diberikan asimilasi.

Baca Juga:  Berjam-jam Obok-obok Lapas Kerobokan, BB yang Ditemukan Mengejutkan

“Dimohonkan untuk bersabar (para napi kasus PP 99),” ujar Suprapto.

Hingga hari ini, dari seluruh Lapas di Bali, mengeluarkan total 157 napi yang mendapatkan asimilasi atau sudah menjalankan 2/3 masa hukuman.

Sedangkan untuk yang integrasi ada 6 orang. Mereka yang dikeluarkan hari ini terdiri dari semua kasus terkecuali yang masuk dalam PP 99 dan warga binaan asing. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/