alexametrics
25.9 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Pecalang Gadungan Mengaku Memeras untuk Foya-Foya dan Judi

MANGUPURA – I Ketut Suandita, 25, pemuda asal Banjar Bangkilesan, Desa Mas, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar yang ditangkap Polsek Abiansemal ternyata residivis. Pemuda pengangguran ini pernah melakukan pemerasan serupa kepada pedagang di Ubud pada tahun 2017.

 

“Dia residivis kasus yang sama. Modusnya sama juga, pelaku meminta uang kepada korban untuk kegiatan pecalang, muda mudi dan banjar,” jelas Kasubag Humas Polres Badung Iptu Ketut Gede Oka Bawa dikonfirmasi radarbali.id.

 

Dia menjelaskan, pelaku dikenakan pasal 368 KUHP ancaman hukuman 5 tahun penjara.

 

“Kami masih dalami keterangannya, diduga dia beraksi lebih dari 9 TKP,” tutupnya.

- Advertisement -

 

Dijelaskan, setiap melakukan aksinya, pelaku mengenakan pakaian adat. Seperti Kamis (1/7) sekitar pukul 18.00. Berpakaian adat Bali, ia mengaku dari pemuda Banjar Ulapan 1 dan meminta uang toko baju di Banjar Ulapan.

 

Ni Putu Wirya Dewi, 18, yang berada di toko baju pun memberikan kepada pelaku. Pelaku beralasan, uang yang diminta itu kegunaannya untuk pecalang atau keamanan Rp 40.000. Seka Teruna Teruni (STT) Rp 120.000. Dan uang Banjar sebanyak Rp 150.000.

 

“Saat itu pelapor sedang jaga toko. Karena mencatut nama banjar dan juga mengenakan pakaian adat, pelapor lalu menyerahkan uang Rp310.000,” beber Iptu Ketut Gede Oka Bawa, Junat (2/7).

Baca Juga:  Bangunan Caplok Jalur Hijau di Teges Gianyar, Minta Aturan Direvisi

 

Setelah mendapatkan uang, I Ketut Suandita pergi dengan mengendarai sepeda Honda Scoopy. Gadis warga Banjar Batu Sari, Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung ini merasa aneh. Ia pun menceriterakan hal tersebut kepada keluarga. Ni Putu Wirya Dewi disarankan untuk melapor ke polisi.

“Setelah menerima laporan, tim Unit Reskrim Polsek Abiansemal langsung melakukan penyelidikan termasuk berkoordinasi dengan pihak banjar yang dicatut namanya itu. Ternyata lelaki yang dimaksud itu murni melakukan pemerasan,” tambahnya.

 

Dari keterangan saksi, bukti petunjuk berupa CCTV, tim mengantongi ciri-ciri dan identitas yang mengarah pada seorang laki laki atas nama I Ketut Suandita. Tim kemudian melakukan pengejaran.

 

Unit Operasional mengamankan I Ketut Suandita di rumahnya di Banjar Bangkilesan, Desa Mas, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Kamis (01/1) sekitar pukul 16.00.

Suandika diamankan tanpa perlawanan dan digiring ke Mapolres Badung. Kepada penyidik ia mengaku selain beraksi di toko milik Ni Putu Wirya Dewi, ia beraksi di 8 TKP lain.

Baca Juga:  Dewa Rai Tuding Kadek Diana Arogan, Siap Jalani Proses Hukum

 

Pada awal bulan Juni 2021, ia peras Toko Kue di Desa Abiansemal, peroleh uang sebesar Rp 250.000.

Lalu pertengahan Juni 2021, aksi yang sama dilakukan di Toko Pakaian Rare Bali, di Desa Abiansemal dan mendapatkan uang sebesar Rp 600.000. Juga memperoleh uang Rp 50.000 hasil peras pada bulan Juni 2021, di Toko Mini Mart Desa Jagapati, Abiansemal.

Kemudian sekitar Bulan Juni 2021, ia beraksi di Toko Pakaian  di Desa Sedang, dan memperoleh uang sebesar Rp 80.000.

 

Sekitar bulan Juni 2021, memeras bos Toko Roti di Banjar Pande, Desa Abiansemal, sebanyak Rp60.000. Dia juga mengakui memeras di Toko Pakaian di Desa Sedang Bulan Juni 2021, mendapatkan uang Rp 80.000.

 

Lagi di Warung Kue dan Gorengan di Banjar Aseman, Desa Abiansemal, Bulan Juni 2021, memperoleh uang Rp 30.000. Termasuk bulan Juni 2021, beraksi di Dagang Bakso, Banjar Aseman Desa Abiansemal, mendapatkan uang sebesar Rp 20.000.

“Total uang yang didapat oleh pelaku sebesar di 9 TKP ini Rp1.230.000. Uang itu habis sekejap untuk kebutuhan foya-foya dan main judi,” jelas Oka Bawa.

- Advertisement -

MANGUPURA – I Ketut Suandita, 25, pemuda asal Banjar Bangkilesan, Desa Mas, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar yang ditangkap Polsek Abiansemal ternyata residivis. Pemuda pengangguran ini pernah melakukan pemerasan serupa kepada pedagang di Ubud pada tahun 2017.

 

“Dia residivis kasus yang sama. Modusnya sama juga, pelaku meminta uang kepada korban untuk kegiatan pecalang, muda mudi dan banjar,” jelas Kasubag Humas Polres Badung Iptu Ketut Gede Oka Bawa dikonfirmasi radarbali.id.

 

Dia menjelaskan, pelaku dikenakan pasal 368 KUHP ancaman hukuman 5 tahun penjara.

 

“Kami masih dalami keterangannya, diduga dia beraksi lebih dari 9 TKP,” tutupnya.

 

Dijelaskan, setiap melakukan aksinya, pelaku mengenakan pakaian adat. Seperti Kamis (1/7) sekitar pukul 18.00. Berpakaian adat Bali, ia mengaku dari pemuda Banjar Ulapan 1 dan meminta uang toko baju di Banjar Ulapan.

 

Ni Putu Wirya Dewi, 18, yang berada di toko baju pun memberikan kepada pelaku. Pelaku beralasan, uang yang diminta itu kegunaannya untuk pecalang atau keamanan Rp 40.000. Seka Teruna Teruni (STT) Rp 120.000. Dan uang Banjar sebanyak Rp 150.000.

 

“Saat itu pelapor sedang jaga toko. Karena mencatut nama banjar dan juga mengenakan pakaian adat, pelapor lalu menyerahkan uang Rp310.000,” beber Iptu Ketut Gede Oka Bawa, Junat (2/7).

Baca Juga:  Beredar Isu Penyebab Ibu Ini Tega Bunuh Anak Kandungnya, di Antaranya…

 

Setelah mendapatkan uang, I Ketut Suandita pergi dengan mengendarai sepeda Honda Scoopy. Gadis warga Banjar Batu Sari, Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung ini merasa aneh. Ia pun menceriterakan hal tersebut kepada keluarga. Ni Putu Wirya Dewi disarankan untuk melapor ke polisi.

“Setelah menerima laporan, tim Unit Reskrim Polsek Abiansemal langsung melakukan penyelidikan termasuk berkoordinasi dengan pihak banjar yang dicatut namanya itu. Ternyata lelaki yang dimaksud itu murni melakukan pemerasan,” tambahnya.

 

Dari keterangan saksi, bukti petunjuk berupa CCTV, tim mengantongi ciri-ciri dan identitas yang mengarah pada seorang laki laki atas nama I Ketut Suandita. Tim kemudian melakukan pengejaran.

 

Unit Operasional mengamankan I Ketut Suandita di rumahnya di Banjar Bangkilesan, Desa Mas, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Kamis (01/1) sekitar pukul 16.00.

Suandika diamankan tanpa perlawanan dan digiring ke Mapolres Badung. Kepada penyidik ia mengaku selain beraksi di toko milik Ni Putu Wirya Dewi, ia beraksi di 8 TKP lain.

Baca Juga:  Terungkap! Dua Jenazah Tertukar dan Salah Kubur Diduga karena Ini

 

Pada awal bulan Juni 2021, ia peras Toko Kue di Desa Abiansemal, peroleh uang sebesar Rp 250.000.

Lalu pertengahan Juni 2021, aksi yang sama dilakukan di Toko Pakaian Rare Bali, di Desa Abiansemal dan mendapatkan uang sebesar Rp 600.000. Juga memperoleh uang Rp 50.000 hasil peras pada bulan Juni 2021, di Toko Mini Mart Desa Jagapati, Abiansemal.

Kemudian sekitar Bulan Juni 2021, ia beraksi di Toko Pakaian  di Desa Sedang, dan memperoleh uang sebesar Rp 80.000.

 

Sekitar bulan Juni 2021, memeras bos Toko Roti di Banjar Pande, Desa Abiansemal, sebanyak Rp60.000. Dia juga mengakui memeras di Toko Pakaian di Desa Sedang Bulan Juni 2021, mendapatkan uang Rp 80.000.

 

Lagi di Warung Kue dan Gorengan di Banjar Aseman, Desa Abiansemal, Bulan Juni 2021, memperoleh uang Rp 30.000. Termasuk bulan Juni 2021, beraksi di Dagang Bakso, Banjar Aseman Desa Abiansemal, mendapatkan uang sebesar Rp 20.000.

“Total uang yang didapat oleh pelaku sebesar di 9 TKP ini Rp1.230.000. Uang itu habis sekejap untuk kebutuhan foya-foya dan main judi,” jelas Oka Bawa.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/