alexametrics
25.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Sebelum Meninggal Isoman di Rumah, Sempat Minta Pulang Paksa dari RS

MENINGGALNYA I Made B saat menjalani isolasi mandiri (Isoman) di rumah bukan hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.

Namun kepergian pria yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 ini juga bikin geger warga sekitar. Lalu bagaimana sebenarnya kronologi hingga korban meninggal?

 

MARCELL PAMPURS, Mumbul

MESKI sudah menjadi takdir, namun kematian I Made B, pada Senin (2/8) sore benar-benar tak pernah diduga pihak keluarga.

Pasalnya, sebelum meninggal di rumah saat menjalani isoman, korban sempat menjalani perawatan dan isolasi di RSU Surya Husada di Nusa Dua.

Seperti dijelaskan Kepala Sub Bagian Humas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sukadi, Selasa (3/8).

Saat dikonfirmasi, ia menyatakan jika korban sempat dilarikan ke RS dan menjalani perawatan di RSU Surya Husada pada Selasa (27/7) sekitar pukul 10.00 WITA.

Baca Juga:  Istri Pemakai Semua, Kombes Hadi: Barang dari Jero Jangol

Saat tiba di RSU Surya Husada, seperti pasien-pasien lainnya, pria yang tinggal di Jalan Taman Giri, Gang Biluk Sari No.1 Lingkungan Mumbul, Kuta Selatan, Badung juga langsung menjalani test swab.

Hasilnya, imbuh Iptu Sukadi, I Made B dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

Selanjutnya, karena dinyatakan positif Covid-19, mendiang langsung menjalani perawatan dan isolasi di RS Surya Husada Nusa Dua.

Kurang lebih menjalani perawatan dan isolasi di RS, dari informasi yang diterima kepolisian, korban mengaku tidak betah dan jenuh dan memutuskan untuk pulang paksa.

“Setelah sekitar empat hari di RS, pada Jumat (30/ 7) sekitar pukul 23.00 WITA, korban (I Made B) minta pulang ke rumah karena tidak betah di rumah sakit,”terang Iptu Sukadi.

Sayangnya, terkait kondisi pasien saat pulang paksa, pihak kepolisian tidak menjelaskan.

Baca Juga:  Rugikan Bos Maspion, Tomi: Saya Niat Kembalikan, Tapi Malah Ditangkap

Singkat cerita, usai memutuskan pulang dari RS dan memilih menjalani isoman di rumah selama kurang lebih tiga hari, pada Senin (2/8) sore, kondisi kesehatan korban terus menurun dan akhirnya meninggal dunia.

Atas meninggalnya korban, pihak keluarga langsung menghubungi pihak desa dan kemudian melaporkan kasus ini ke Satgas Covid-19 dan kepolisian.

“Jenazah korban saat ini sudah dievakuasi dari TKP (rumah duka) ke RSUD Wangaya Denpasar,”imbuh Iptu Sukadi.

Selanjutnya, masih kata Iptu Sukadi, dengan meninggalnya pasien Covid-19 saat menjalani isoman di rumah, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar selalu menerapkan dan disiplin menjalankan protokol kesehatan.

“Kami berharap agar masyarakat selalu menerapkan prokes dan tidak abai. Ingat selalu pesan 5 M agar kita bisa meminimalkan paparan virus dan demi kesehatan bersama,”tukas Iptu Sukadi.

  


MENINGGALNYA I Made B saat menjalani isolasi mandiri (Isoman) di rumah bukan hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.

Namun kepergian pria yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 ini juga bikin geger warga sekitar. Lalu bagaimana sebenarnya kronologi hingga korban meninggal?

 

MARCELL PAMPURS, Mumbul

MESKI sudah menjadi takdir, namun kematian I Made B, pada Senin (2/8) sore benar-benar tak pernah diduga pihak keluarga.

Pasalnya, sebelum meninggal di rumah saat menjalani isoman, korban sempat menjalani perawatan dan isolasi di RSU Surya Husada di Nusa Dua.

Seperti dijelaskan Kepala Sub Bagian Humas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sukadi, Selasa (3/8).

Saat dikonfirmasi, ia menyatakan jika korban sempat dilarikan ke RS dan menjalani perawatan di RSU Surya Husada pada Selasa (27/7) sekitar pukul 10.00 WITA.

Baca Juga:  Catat! Ternyata Status Larangan Untuk Sopir Online di Nusa Dua Dicabut

Saat tiba di RSU Surya Husada, seperti pasien-pasien lainnya, pria yang tinggal di Jalan Taman Giri, Gang Biluk Sari No.1 Lingkungan Mumbul, Kuta Selatan, Badung juga langsung menjalani test swab.

Hasilnya, imbuh Iptu Sukadi, I Made B dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

Selanjutnya, karena dinyatakan positif Covid-19, mendiang langsung menjalani perawatan dan isolasi di RS Surya Husada Nusa Dua.

Kurang lebih menjalani perawatan dan isolasi di RS, dari informasi yang diterima kepolisian, korban mengaku tidak betah dan jenuh dan memutuskan untuk pulang paksa.

“Setelah sekitar empat hari di RS, pada Jumat (30/ 7) sekitar pukul 23.00 WITA, korban (I Made B) minta pulang ke rumah karena tidak betah di rumah sakit,”terang Iptu Sukadi.

Sayangnya, terkait kondisi pasien saat pulang paksa, pihak kepolisian tidak menjelaskan.

Baca Juga:  Alat Lengkap, RS PTN Universitas Udayana Siap Uji Swab Pasien Covid-19

Singkat cerita, usai memutuskan pulang dari RS dan memilih menjalani isoman di rumah selama kurang lebih tiga hari, pada Senin (2/8) sore, kondisi kesehatan korban terus menurun dan akhirnya meninggal dunia.

Atas meninggalnya korban, pihak keluarga langsung menghubungi pihak desa dan kemudian melaporkan kasus ini ke Satgas Covid-19 dan kepolisian.

“Jenazah korban saat ini sudah dievakuasi dari TKP (rumah duka) ke RSUD Wangaya Denpasar,”imbuh Iptu Sukadi.

Selanjutnya, masih kata Iptu Sukadi, dengan meninggalnya pasien Covid-19 saat menjalani isoman di rumah, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar selalu menerapkan dan disiplin menjalankan protokol kesehatan.

“Kami berharap agar masyarakat selalu menerapkan prokes dan tidak abai. Ingat selalu pesan 5 M agar kita bisa meminimalkan paparan virus dan demi kesehatan bersama,”tukas Iptu Sukadi.

  


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/