alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Selain Sanksi Disiplin,Oknum Polisi Pemeras Turis Jepang Bisa Dipidana

DENPASAR-Pemeriksaan dan pemberkasan perkara dua oknum polisi terduga pemeras turis Jepang di Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Bali telah usai.

Kini dengan selesainya pemerikasaan  dan pemberkasan, perkara kedua oknum polisi itu langsung dilimpahkan kembali ke Mapolres Jembrana untuk menjalani sidang disiplin oleh ankum (atasan yang berhak menghukum).

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Syamsi SH, Jumat (4/9) menegaskan bila nantinya dari hasil sidang disiplin kedua oknum dinyatakan terbukti bersalah, maka kedua oknum korp Bhayangkara itu bisa dikenakan sanksi..

“Sanksi pasti ada. Bahkan sampai sanksi penahanan pun ada. Maksimalnya itu bisa sampai 21 hari,”tegas Syamsi.

Termasuk imbuhnya, selain pelanggaran etik, jika nantinya korban (pemerasan) melapor. Maka hal itu tak menutup kemungkinan adanya jerat pidana bagi oknum

Baca Juga:  Korban Bertambah 179 Orang, Emak-Emak Korban Arisan Datangi Polda Bali

“Bisa saja (pidana) dan itu tidak menutup kemungkinan,”tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, dua oknum polisi diduga memeras pengendara sepeda motor yang kebetulan warga Jepang.

Kejadian berlangsung pertengahan 2019 di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, persisnya di wilayah Pekutatan.

Saat itu dilakukan razia kendaraan bermotor bagi pengguna jalan yang melintas. Korban yang merupakan turis Jepang tak luput dari pemeriksaan.

Karena lampu tidak menyala pada siang hari, oknum polisi kemudian mengatakan kepada korban bahwa korban melanggar.

Anggota Sat Sabhara itu pun meminta Rp1 juta dengan alasan membantu proses. Namun, turis itu hanya memiliki Rp900 ribu, dan polisi itu pun menerima sejumlah itu. Masalah pun dianggap selesai.

Baca Juga:  Tolak Damai dengan Lisa Marlina, Minta Netizen Tak Berimajinasi Liar

Kasus pemerasan ini terungkap setelah pemilik akun Style Kenji mengunggah ulah polisi itu melalui kanal YouTube, akhir 2019 lalu.



DENPASAR-Pemeriksaan dan pemberkasan perkara dua oknum polisi terduga pemeras turis Jepang di Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Bali telah usai.

Kini dengan selesainya pemerikasaan  dan pemberkasan, perkara kedua oknum polisi itu langsung dilimpahkan kembali ke Mapolres Jembrana untuk menjalani sidang disiplin oleh ankum (atasan yang berhak menghukum).

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Syamsi SH, Jumat (4/9) menegaskan bila nantinya dari hasil sidang disiplin kedua oknum dinyatakan terbukti bersalah, maka kedua oknum korp Bhayangkara itu bisa dikenakan sanksi..

“Sanksi pasti ada. Bahkan sampai sanksi penahanan pun ada. Maksimalnya itu bisa sampai 21 hari,”tegas Syamsi.

Termasuk imbuhnya, selain pelanggaran etik, jika nantinya korban (pemerasan) melapor. Maka hal itu tak menutup kemungkinan adanya jerat pidana bagi oknum

Baca Juga:  Terhimpit Masalah Ekonomi, Warga Kerobokan Badung Tewas Gantung Diri

“Bisa saja (pidana) dan itu tidak menutup kemungkinan,”tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, dua oknum polisi diduga memeras pengendara sepeda motor yang kebetulan warga Jepang.

Kejadian berlangsung pertengahan 2019 di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, persisnya di wilayah Pekutatan.

Saat itu dilakukan razia kendaraan bermotor bagi pengguna jalan yang melintas. Korban yang merupakan turis Jepang tak luput dari pemeriksaan.

Karena lampu tidak menyala pada siang hari, oknum polisi kemudian mengatakan kepada korban bahwa korban melanggar.

Anggota Sat Sabhara itu pun meminta Rp1 juta dengan alasan membantu proses. Namun, turis itu hanya memiliki Rp900 ribu, dan polisi itu pun menerima sejumlah itu. Masalah pun dianggap selesai.

Baca Juga:  Penyidik Bongkar Isi HP JRX SID, Gendo Beber Hasil Pemeriksaan TSK

Kasus pemerasan ini terungkap setelah pemilik akun Style Kenji mengunggah ulah polisi itu melalui kanal YouTube, akhir 2019 lalu.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/