alexametrics
24.8 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Stres Menganggur Dua Tahun Gegara Pandemi, Sopir Travel Bunuh Diri

AMLAPURA –Kasus ulah pati terjadi di Banjar Dinas Tengading, Desa Antiga, Kecamatan Manggis, Karangasem, Bali, Jumat malam (3/9) kemarin.

Diduga alami depresi berat alias stress akibat himpitan ekonomi dan menganggur selama hampir 2 tahun karena pandemi Covid-19, I Wayan Edi Susila, nekat mengakhiri hidup dengan  jalan pintas.

Pria 52 tahun yang semasa hidup bekerja sebagai sopir travel ini ditemukan tewas gantung diri di rumahnya di Banjar Dinas Tengading, Antiga

Seperti dibenarkan Kapolsek Manggis, Kompol I Ketut Ekajaya.

Saat dikonformasi, Sabtu (4/9), ia mengungkapkan, peristiwa gantung diri yang dilakukan korban diketahui pertama kali oleh anak korban, yakni Saksi Yudistira pada Jumat malam sekitar pukul 20.30 WITA

Dijelaskan, sebelum meninggal gantung diri, dari penuturan pihak keluarga, pada Jumat pagi, korban sempat menelpon anaknya dan meminta izin untuk pergi ke luar menuju Hotel Puri Bagus Candidasa.

Baca Juga:  Polres Badung Kecolongan Jenazah Korban Diambil Tanpa Koordinasi

Selanjutnya, sekitar pukul 11.00 istri korban Ni Luh Eka Martini, 47, yang baru saja datang dari kerja di SPBE Desa Antiga Kelod melihat kondisi rumah sepi.

- Advertisement -

“Istri korban ini menelepon anaknya dan mengatakan kenapa rumah sepi. Lalu dijawab oleh anaknya bahwa bapaknya sedang pergi ke Hotel Puri Bagus Candidasa,” terang Kompol Ekajaya.

Selanjutnya, sekitar pukul 12.00, anak korban yang baru tiba di rumah kembali menelpon korban.

Namun handpohone korban ditinggal di rumahnya.

Untuk memastikan keberadaan ayahnya itu, Yudistira kemudian mencari ke Hotel Puri Bagus Candidasa namun tidak mendapatkan hasil.

Hingga akhirnya sekitar pukul 20.30, anak korban mencari ayahnya di kamar kosong rumahnya.

Baca Juga:  Tak Tahan Sakit Komplikasi, Nekat Habisi Nyawa Sendiri di Pohon Kakao

“Di sana (kamar kosong) anaknya ini melihat bapaknya sudah dalam kondisi meninggal dengan posisi gantung diri. Anaknya ini curiga karena identitas bapaknya ini ada di rumah yang biasanya tidak pernah tertinggal,” ungkap Ekajaya.

Selain itu, kata Ekajaya, masih dari keterangan keluarga, diduga korban gantung diri akibat depresi lantaran dampak Covid-19 yang berkepanjangan yang menyebabkan korban tidak bekerja.

Terlebih, korban ini sebelumnya sebagai sopir travel. Selanjutnya, atas peristiwa ini, pihak keluarga sudah menerima dengan ikhlas dan menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah korban.

- Advertisement -

AMLAPURA –Kasus ulah pati terjadi di Banjar Dinas Tengading, Desa Antiga, Kecamatan Manggis, Karangasem, Bali, Jumat malam (3/9) kemarin.

Diduga alami depresi berat alias stress akibat himpitan ekonomi dan menganggur selama hampir 2 tahun karena pandemi Covid-19, I Wayan Edi Susila, nekat mengakhiri hidup dengan  jalan pintas.

Pria 52 tahun yang semasa hidup bekerja sebagai sopir travel ini ditemukan tewas gantung diri di rumahnya di Banjar Dinas Tengading, Antiga

Seperti dibenarkan Kapolsek Manggis, Kompol I Ketut Ekajaya.

Saat dikonformasi, Sabtu (4/9), ia mengungkapkan, peristiwa gantung diri yang dilakukan korban diketahui pertama kali oleh anak korban, yakni Saksi Yudistira pada Jumat malam sekitar pukul 20.30 WITA

Dijelaskan, sebelum meninggal gantung diri, dari penuturan pihak keluarga, pada Jumat pagi, korban sempat menelpon anaknya dan meminta izin untuk pergi ke luar menuju Hotel Puri Bagus Candidasa.

Baca Juga:  Saat Berikan Peringatan Ketiga Ormas, Gubernur Bali Menangis Haru

Selanjutnya, sekitar pukul 11.00 istri korban Ni Luh Eka Martini, 47, yang baru saja datang dari kerja di SPBE Desa Antiga Kelod melihat kondisi rumah sepi.

“Istri korban ini menelepon anaknya dan mengatakan kenapa rumah sepi. Lalu dijawab oleh anaknya bahwa bapaknya sedang pergi ke Hotel Puri Bagus Candidasa,” terang Kompol Ekajaya.

Selanjutnya, sekitar pukul 12.00, anak korban yang baru tiba di rumah kembali menelpon korban.

Namun handpohone korban ditinggal di rumahnya.

Untuk memastikan keberadaan ayahnya itu, Yudistira kemudian mencari ke Hotel Puri Bagus Candidasa namun tidak mendapatkan hasil.

Hingga akhirnya sekitar pukul 20.30, anak korban mencari ayahnya di kamar kosong rumahnya.

Baca Juga:  OMG! Buronan Interpol Asal Amerika Produksi Puluhan Film Porno di Bali

“Di sana (kamar kosong) anaknya ini melihat bapaknya sudah dalam kondisi meninggal dengan posisi gantung diri. Anaknya ini curiga karena identitas bapaknya ini ada di rumah yang biasanya tidak pernah tertinggal,” ungkap Ekajaya.

Selain itu, kata Ekajaya, masih dari keterangan keluarga, diduga korban gantung diri akibat depresi lantaran dampak Covid-19 yang berkepanjangan yang menyebabkan korban tidak bekerja.

Terlebih, korban ini sebelumnya sebagai sopir travel. Selanjutnya, atas peristiwa ini, pihak keluarga sudah menerima dengan ikhlas dan menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah korban.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/