alexametrics
26.5 C
Denpasar
Sunday, August 14, 2022

Waspada! Polda Bali Cium Adanya Gerakan Ingin Gagalkan IMF-WB

DENPASAR- Wakil Direktur Intelkam Polda Bali,  AKBP Dwi Wahyudi menengarai, ada gerakan – gerakan yang muncul untuk menggagalkan agenda Annual Metting International Monetery Fund-World Bank (IMF-WB) 8 – 14 Oktober 2018.

 

Menurutnya, gerakan ini cenderung ingin mengganggu stabilitas sehingga gagal berlangsungnya agenda IMF ini.

“Sudah muncul gerakan – gerakan ingin menggagalkan agenda IMF ini,” jelasnya, Kamis (4/10).

 

Meski demikian, dia yakin itu hanya gertak yang tidak akan benar – benar ada aksi yang serius untuk menggagalkan.

 

Tetapi dengan kondisi ini, jelas mulai ada pertanyaan – pertanyaan dari pihak penyelenggara khususnya panitia dari luar Indonesia, yang tidak mengetahui persis kondisi nyata di Bali.

Baca Juga:  Tak Ada Unsur Pidana, Kakumdam IX/Udayana: Kasus Pelda Muhaji Klir

 

 “Ini yang sulit harus diyakinkan. Bahkan Gempa dan Tsunami di Sulteng saja, membuat mereka di Bali takut.

 

Padahal posisinya sangat jauh. Ini yang terus diyakinkan, termasuk oleh Bapak Kapolda Bali,” imbuhnya

 

Untuk itu, guna mengantisipasi adanya gerakan-gerakan itu, Dwi Wahyudi berharap  agar semua pihak  ikut mewujudkan kondisi ini.

 

Memang sudah mulai agenda politik Pileg dan Pilpres berjalan.

Selama masih ada agenda besar IMF di Bali, agar tidak ada gerakan untuk pengerakan masa politik.

 

Seluruh jajaran Parpol untuk sama – sama mebuat komitmen untuk menjaga Bali kondusif.

 “Silakan setelah acara, laksanakan agenda politik, dalam proses  kontestasi untuk Pileg dan Pilpres,”  tukasnya. 

Baca Juga:  Kodam IX/Udayana Buka Pendaftaran Calon Tamtama Gelombang II

 

 



DENPASAR- Wakil Direktur Intelkam Polda Bali,  AKBP Dwi Wahyudi menengarai, ada gerakan – gerakan yang muncul untuk menggagalkan agenda Annual Metting International Monetery Fund-World Bank (IMF-WB) 8 – 14 Oktober 2018.

 

Menurutnya, gerakan ini cenderung ingin mengganggu stabilitas sehingga gagal berlangsungnya agenda IMF ini.

“Sudah muncul gerakan – gerakan ingin menggagalkan agenda IMF ini,” jelasnya, Kamis (4/10).

 

Meski demikian, dia yakin itu hanya gertak yang tidak akan benar – benar ada aksi yang serius untuk menggagalkan.

 

Tetapi dengan kondisi ini, jelas mulai ada pertanyaan – pertanyaan dari pihak penyelenggara khususnya panitia dari luar Indonesia, yang tidak mengetahui persis kondisi nyata di Bali.

Baca Juga:  Sudikerta Ditangkap, Gunawan: Setidaknya Beliau Pernah Berbuat Positif

 

 “Ini yang sulit harus diyakinkan. Bahkan Gempa dan Tsunami di Sulteng saja, membuat mereka di Bali takut.

 

Padahal posisinya sangat jauh. Ini yang terus diyakinkan, termasuk oleh Bapak Kapolda Bali,” imbuhnya

 

Untuk itu, guna mengantisipasi adanya gerakan-gerakan itu, Dwi Wahyudi berharap  agar semua pihak  ikut mewujudkan kondisi ini.

 

Memang sudah mulai agenda politik Pileg dan Pilpres berjalan.

Selama masih ada agenda besar IMF di Bali, agar tidak ada gerakan untuk pengerakan masa politik.

 

Seluruh jajaran Parpol untuk sama – sama mebuat komitmen untuk menjaga Bali kondusif.

 “Silakan setelah acara, laksanakan agenda politik, dalam proses  kontestasi untuk Pileg dan Pilpres,”  tukasnya. 

Baca Juga:  Selain Kuras Saldo ATM, Korban Juga Sempat Pulang Serahkan Perhiasan

 

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/