alexametrics
26.8 C
Denpasar
Friday, July 1, 2022

Sekeluarga Terjebak Berjam-jam, Polda Bali & Denpom Buka Paksa Segel

DENPASAR-Aksi penyegelan sepihak yang dilakukan Muhaji dan pengacaranya Togar Situmorang langsung menuai atensi pihak kepolisian dan TNI.

 

Bahkan atas penyegelan yang terjadi di salah satu rumah di Jalan Batas Dukuh Sari, Gang Merak, Denpasar Selatan itu, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Bali Kombes Pol Dodi Rahmawan langsung turun ke TKP.

 

Tak hanya Kombes Pol Dodi Rahmawan, pihak Detasemen Polisi Militer (Denpom) IX/3 Udayana juga ikut turun.

 

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Bali, anggota Ditreskrimum Polda Bali dan Denpom IX/3 Udayana turun ke lokasi, pada Jumat (2/10) sekitar pukul 23.00 WITA.

 

Aparat gabungan Polda Bali dan Denpom IX/3 Udayana ini datang untuk membuka segel dan menyelamatkan anggota keluarga Hendra, 41, warga Jalan Batas Dukuh Sari, Gang Merak, Densel.  

 

Usai membuka segel, Direktur Reskrimum Polda Bali Dodi Rahmawan secara khusus mengultimatum pihak Muhaji dan pengacaranya Togar Situmorang.

 

Perwira menengah dengan melati tiga di pundak ini meminta agar Muhaji dan Togar memberikan klarifikasi atas tindakan penyegelan ke Polda Bali.

 

Hal itu secara langsung dia katakan saat memberikan pernyataan kepada media usai pembebasan korban yang terjebak di dalam rumah yang disegel oleh pihak Muhaji.

 

“Saya minta dengan sangat kepada para pihak yang mengakui sebagai pemilik sah rumah dan tanah ini untuk datang ke Polda Bali memberi klarifikasi,” tegas Kombes Dodi.

Seperti diketahui, penyegelan dengan menggunakan baliho besar dan rangka besi dilakukan pihak Muhaji dan pengacaranya Togar Situmorang terjadi pada, Jumat (2/10) siang.

 

Penyegelan dilakukan oleh delapan orang yang diduga suruhan Togar.

 

Akibat penyegelan sepihak, pihak keluarga Hendra (anak, istri dan kedua orang tuanya) terjebak di dalam rumah berjam-jam dari siang hingga malam karena akses jalan tertutup.

 

Mereka baru bisa keluar setelah Direktur Reskrimum Polda Bali Kombespol Dodi Rahmawan membuka segel besi tersebut.

Setelah pihak Dit Reskrimum Polda Bali membebaskan korban, Pihak Denpom IX/3 Udayana mendatangi TKP dan mengamankan barang bukti baliho besar yang digunakan Muhaji dan Togar Situmorang menyegel rumah tersebut secara sepihak.

 

Sementara itu, masih terkait penyegelan sepihak, diduga kasus ini merupakan buntut dari perkara sengketa kepemilikan tanah yang kini masih dalam proses hukum di Polda Bali.

 

Muhaji selaku pihak yang mengklaim sebagai pemilik tanah sah mengaku membeli obyek tanah dari Wayan Padma (pihak yang juga mengklaim sebagai pemegang sertifikat tanah yang sebelumnya di beli dari Ketut Gede Pujiama).

 

Sedangkan atas obyek tanah itu, Pujiama mengaku tidak pernah menjual tanah warisan miliknya kepada Wayan Padma. Dan diduga Wayan Padma mensertifikatkan tanah miliknya dengan menggunakan kwitansi palsu.

 

 “Ya Muhajir dan si Pengacaranya Tigar Situmorang itu diduga tak berdasar melakukan penyegelan. Mereka berdua itu saya ultimautum dan harus datang ke Polda Bali untuk memberi klarifikasi,” pungkas Kombes Dodi.

 



DENPASAR-Aksi penyegelan sepihak yang dilakukan Muhaji dan pengacaranya Togar Situmorang langsung menuai atensi pihak kepolisian dan TNI.

 

Bahkan atas penyegelan yang terjadi di salah satu rumah di Jalan Batas Dukuh Sari, Gang Merak, Denpasar Selatan itu, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Bali Kombes Pol Dodi Rahmawan langsung turun ke TKP.

 

Tak hanya Kombes Pol Dodi Rahmawan, pihak Detasemen Polisi Militer (Denpom) IX/3 Udayana juga ikut turun.

 

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Bali, anggota Ditreskrimum Polda Bali dan Denpom IX/3 Udayana turun ke lokasi, pada Jumat (2/10) sekitar pukul 23.00 WITA.

 

Aparat gabungan Polda Bali dan Denpom IX/3 Udayana ini datang untuk membuka segel dan menyelamatkan anggota keluarga Hendra, 41, warga Jalan Batas Dukuh Sari, Gang Merak, Densel.  

 

Usai membuka segel, Direktur Reskrimum Polda Bali Dodi Rahmawan secara khusus mengultimatum pihak Muhaji dan pengacaranya Togar Situmorang.

 

Perwira menengah dengan melati tiga di pundak ini meminta agar Muhaji dan Togar memberikan klarifikasi atas tindakan penyegelan ke Polda Bali.

 

Hal itu secara langsung dia katakan saat memberikan pernyataan kepada media usai pembebasan korban yang terjebak di dalam rumah yang disegel oleh pihak Muhaji.

 

“Saya minta dengan sangat kepada para pihak yang mengakui sebagai pemilik sah rumah dan tanah ini untuk datang ke Polda Bali memberi klarifikasi,” tegas Kombes Dodi.

Seperti diketahui, penyegelan dengan menggunakan baliho besar dan rangka besi dilakukan pihak Muhaji dan pengacaranya Togar Situmorang terjadi pada, Jumat (2/10) siang.

 

Penyegelan dilakukan oleh delapan orang yang diduga suruhan Togar.

 

Akibat penyegelan sepihak, pihak keluarga Hendra (anak, istri dan kedua orang tuanya) terjebak di dalam rumah berjam-jam dari siang hingga malam karena akses jalan tertutup.

 

Mereka baru bisa keluar setelah Direktur Reskrimum Polda Bali Kombespol Dodi Rahmawan membuka segel besi tersebut.

Setelah pihak Dit Reskrimum Polda Bali membebaskan korban, Pihak Denpom IX/3 Udayana mendatangi TKP dan mengamankan barang bukti baliho besar yang digunakan Muhaji dan Togar Situmorang menyegel rumah tersebut secara sepihak.

 

Sementara itu, masih terkait penyegelan sepihak, diduga kasus ini merupakan buntut dari perkara sengketa kepemilikan tanah yang kini masih dalam proses hukum di Polda Bali.

 

Muhaji selaku pihak yang mengklaim sebagai pemilik tanah sah mengaku membeli obyek tanah dari Wayan Padma (pihak yang juga mengklaim sebagai pemegang sertifikat tanah yang sebelumnya di beli dari Ketut Gede Pujiama).

 

Sedangkan atas obyek tanah itu, Pujiama mengaku tidak pernah menjual tanah warisan miliknya kepada Wayan Padma. Dan diduga Wayan Padma mensertifikatkan tanah miliknya dengan menggunakan kwitansi palsu.

 

 “Ya Muhajir dan si Pengacaranya Tigar Situmorang itu diduga tak berdasar melakukan penyegelan. Mereka berdua itu saya ultimautum dan harus datang ke Polda Bali untuk memberi klarifikasi,” pungkas Kombes Dodi.

 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/