alexametrics
29.8 C
Denpasar
Sunday, May 22, 2022

Sebelum Tewas dengan Luka Lebam, Korban Dikenal Ramah dan Baik Sekali

Kematian I Kadek Sepi meninggalkan kenangan. Kepala Banjar Babakan menyebut Sepi merupakan anak yang ramah. 

 

ZULFIKA RAHMAN, Amlapura

I Kadek Sepi meninggal dunia dalam usia yang masih sangat muda. Masih bocah 13 tahun.

Ia tewas di rumahnya di Banjar Dinas Babakan, Desa Purwakerthi, Kecamatan Abang, Karangasem, Selasa (21/9). Menurut ayah kandungnya, I Nengah Kicen, Sepi tewas karena mencret.

- Advertisement -

Padahal, empat jam sebelum dikabarkan tewas korban baik-baik saja. Ia sempat main layang-layang dengan adiknya.

 

Kematiannya yang tak wajar membuat masalah ini sampai di kepolisian. Kapolsek Abang AKP I Kadek Suadnyana yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp membenarkan adanya laporan terkait kematian I Kadek Sepi. Namun, kata dia kasusnya sudah dialihkan ke Unit PPA Polres Karangasem.

 

“Itu dilaporkan ke PPA (Polres Karangasem. Ampura kondisi tyang lagi sakit,” jelas Suadnyana.

 

Menurut sumber di kepolisian, beberapa jam sebelum meninggal, yakni sekitar pukul 13.00 Selasa (21/9) lalu I Kadek Sepi masih terlihat sehat. Dia bermain layang-layang bersama adiknya di Bukit Sebau yang tak jauh dari rumah korban.

Baca Juga:  Curi Pisang, Dua Pemuda Asal Buleleng Jadi Bulan-bulanan Warga

 

Sekitar pukul 14.00, bocah kelas VI SD ini pulang ke rumahnya. Secara mengejutkan, sekitar pukul 18.00 korban dikabarkan meninggal dunia. Namun, ayah kandung korban menyebut korban meninggal karena mencret.

 

Kamis (23/9), atau dua hari setelah kematian korban, dilakukan proses memandikan untuk dikubur. Saat dimandikan itu, paman korban, I Made Suardana, 42, dan I Komang Eka Putra, 20, sepupu korban melihat kejanggalan lantaran tubuh korban dilihat sejumlah luka lebam. Seperti luka lebam pada bagian leher, dan leher korban lemas seperti patah.

 

“Karena ada yang janggal, paman dan sepupu korban ini langsung melaporkan kejadian ke Mapolsek Abang,” sebut sumber di Polres Karangasem.

 

Sumber ini pun menjelaskan, muncul dugaan kuat sebelum meninggal dunia, Sepi . dianiaya oleh pihak keluarganya sendiri. Memang sudah ada pihak yang diduga menganiayanya.

 

Sekalipun ada dugaan korban meninggal dianiaya, sempat beredar cerita bahwa korban meninggal bukan karena dianiaya. Kepala Banjar Dinas Babakan I Putu Soma

Baca Juga:  Karangasem Catat 22 Kasus Gigitan Anjing Rabies

mengaku hanya mengetahui ada salah satu warganya yang meninggal akibat sakit mencret.

 

Namun ada juga pengakuan keluarga yang menyatakan meninggalnya tersebut karena terjatuh dari teras rumah.

 

“Sebatas itu saja saya tahunya. Tapi memang benar ada laporan ke Polsek Abang. Cuma saya tidak tahu penyebab pastinya,” kata Soma.

 

Soma mengatakan, sekitar satu setengah bulan lalu, korban sempat mengambilkan akta kelahiran kedua adiknya ke rumahnya.

 

Saat itu ia melihat I Kadek Sepi dalam kondisi sehat dan tidak dalam kondisi sakit apa pun.

 

“Sempat berbincang dan bercanda juga. Almarhum ini ramah dan baik sekali,” kenangnya.

 

Dia menuturkan, untuk membuktikan kebenaran penyebab pasti kematian korban, dari hasil rapat dengan aparat kepolisian dan pihak keluarga, akan dilakukan pembongkaran makam pada Selasa besok (5/10) untuk kemudian dilakukan otopsi pada jenazah korban.

 

“Cuma untuk waktunya masih menunggu dari Polres Karangasem. Rencananya juga akan dikremasi di Punduk Dawa, Klungkung,” tandasnya.

- Advertisement -

Kematian I Kadek Sepi meninggalkan kenangan. Kepala Banjar Babakan menyebut Sepi merupakan anak yang ramah. 

 

ZULFIKA RAHMAN, Amlapura

I Kadek Sepi meninggal dunia dalam usia yang masih sangat muda. Masih bocah 13 tahun.

Ia tewas di rumahnya di Banjar Dinas Babakan, Desa Purwakerthi, Kecamatan Abang, Karangasem, Selasa (21/9). Menurut ayah kandungnya, I Nengah Kicen, Sepi tewas karena mencret.

Padahal, empat jam sebelum dikabarkan tewas korban baik-baik saja. Ia sempat main layang-layang dengan adiknya.

 

Kematiannya yang tak wajar membuat masalah ini sampai di kepolisian. Kapolsek Abang AKP I Kadek Suadnyana yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp membenarkan adanya laporan terkait kematian I Kadek Sepi. Namun, kata dia kasusnya sudah dialihkan ke Unit PPA Polres Karangasem.

 

“Itu dilaporkan ke PPA (Polres Karangasem. Ampura kondisi tyang lagi sakit,” jelas Suadnyana.

 

Menurut sumber di kepolisian, beberapa jam sebelum meninggal, yakni sekitar pukul 13.00 Selasa (21/9) lalu I Kadek Sepi masih terlihat sehat. Dia bermain layang-layang bersama adiknya di Bukit Sebau yang tak jauh dari rumah korban.

Baca Juga:  HOT NEWS! Lagi, Kapal Terbakar di Pelabuhan Benoa

 

Sekitar pukul 14.00, bocah kelas VI SD ini pulang ke rumahnya. Secara mengejutkan, sekitar pukul 18.00 korban dikabarkan meninggal dunia. Namun, ayah kandung korban menyebut korban meninggal karena mencret.

 

Kamis (23/9), atau dua hari setelah kematian korban, dilakukan proses memandikan untuk dikubur. Saat dimandikan itu, paman korban, I Made Suardana, 42, dan I Komang Eka Putra, 20, sepupu korban melihat kejanggalan lantaran tubuh korban dilihat sejumlah luka lebam. Seperti luka lebam pada bagian leher, dan leher korban lemas seperti patah.

 

“Karena ada yang janggal, paman dan sepupu korban ini langsung melaporkan kejadian ke Mapolsek Abang,” sebut sumber di Polres Karangasem.

 

Sumber ini pun menjelaskan, muncul dugaan kuat sebelum meninggal dunia, Sepi . dianiaya oleh pihak keluarganya sendiri. Memang sudah ada pihak yang diduga menganiayanya.

 

Sekalipun ada dugaan korban meninggal dianiaya, sempat beredar cerita bahwa korban meninggal bukan karena dianiaya. Kepala Banjar Dinas Babakan I Putu Soma

Baca Juga:  Karangasem Catat 22 Kasus Gigitan Anjing Rabies

mengaku hanya mengetahui ada salah satu warganya yang meninggal akibat sakit mencret.

 

Namun ada juga pengakuan keluarga yang menyatakan meninggalnya tersebut karena terjatuh dari teras rumah.

 

“Sebatas itu saja saya tahunya. Tapi memang benar ada laporan ke Polsek Abang. Cuma saya tidak tahu penyebab pastinya,” kata Soma.

 

Soma mengatakan, sekitar satu setengah bulan lalu, korban sempat mengambilkan akta kelahiran kedua adiknya ke rumahnya.

 

Saat itu ia melihat I Kadek Sepi dalam kondisi sehat dan tidak dalam kondisi sakit apa pun.

 

“Sempat berbincang dan bercanda juga. Almarhum ini ramah dan baik sekali,” kenangnya.

 

Dia menuturkan, untuk membuktikan kebenaran penyebab pasti kematian korban, dari hasil rapat dengan aparat kepolisian dan pihak keluarga, akan dilakukan pembongkaran makam pada Selasa besok (5/10) untuk kemudian dilakukan otopsi pada jenazah korban.

 

“Cuma untuk waktunya masih menunggu dari Polres Karangasem. Rencananya juga akan dikremasi di Punduk Dawa, Klungkung,” tandasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/