alexametrics
26.8 C
Denpasar
Friday, July 1, 2022

Penyidikan Dugaan Korupsi Gabeng, Nasabah LPD Tuwed Waswas

NEGARA-Sejumlah nasabah di Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Tuwed dibuat was-was.

Kekhawatiran nasabah ini menyusul dengan belum jelasnya perkembangan penyidikan atas laporan dugaan korupsi di LPD Tuwed pada 2019 lalu.

Banyak nasabah takut, dengan gabeng alias tidak jelasnya penydikan dan berlarutnya kasus dugaan korupsi di LPD Tuwed, mereka tidak bisa mengambil simpanan dana yang sudah lama mengendap di LPD.

Untuk itu, dengan belum adanya perkembangan baru atas dugaan kasus korupsi di LPD Tuwed, banyak nasabah yang kembali mempertanyakan.

Terkait kelanjutan kasus, Kasipidsus Kejari Jembrana Isnan Ferdian memastikan bahwa saat ini proses penyidikan masih terus berjalan.

Pihaknya masih melakukan rangkaian kegiatan penyidikan untuk melengkapi berkas perkara hingga nanti dapat melimpahkan berkas ke pengadilan tindak pidana korupsi.

“Sekarang masih proses penyidikan untuk kepentingan pemberkasan sebelum proses pelimpahan ke pengadilan,” tegasnya.

Isnan menambahkan, dalam proses penyidikan dugaan korupsi ini sudah memeriksa sejumlah pihak untuk melengkapi berkas pemeriksaan. Diantara tersangka dan saksi lainnya.

“Kami juga masih perlu menambah keterangan saksi ahli,” ujarnya.

Seperti diketahui, atas kasus ini, Dewa Putu Astawa, kepala LPD Tuwed ditetapkan sebagai tersangka korupsi yang menyebabkan kerugian negara hampir Rp 1 miliar.

Khusus tersangka, menyebabkan kerugian negara sekitar Rp 800 juta. Perbuatan tersebut dilakukan sejak tahun 2011 hingga 2018, dari hasil penyelidikan, diduga tidak hanya melibatkan satu orang tersangka.

Tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 Undang Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 KUHP.

Subsidernya tersangka dijerat Pasal 3 Undang Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor.



NEGARA-Sejumlah nasabah di Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Tuwed dibuat was-was.

Kekhawatiran nasabah ini menyusul dengan belum jelasnya perkembangan penyidikan atas laporan dugaan korupsi di LPD Tuwed pada 2019 lalu.

Banyak nasabah takut, dengan gabeng alias tidak jelasnya penydikan dan berlarutnya kasus dugaan korupsi di LPD Tuwed, mereka tidak bisa mengambil simpanan dana yang sudah lama mengendap di LPD.

Untuk itu, dengan belum adanya perkembangan baru atas dugaan kasus korupsi di LPD Tuwed, banyak nasabah yang kembali mempertanyakan.

Terkait kelanjutan kasus, Kasipidsus Kejari Jembrana Isnan Ferdian memastikan bahwa saat ini proses penyidikan masih terus berjalan.

Pihaknya masih melakukan rangkaian kegiatan penyidikan untuk melengkapi berkas perkara hingga nanti dapat melimpahkan berkas ke pengadilan tindak pidana korupsi.

“Sekarang masih proses penyidikan untuk kepentingan pemberkasan sebelum proses pelimpahan ke pengadilan,” tegasnya.

Isnan menambahkan, dalam proses penyidikan dugaan korupsi ini sudah memeriksa sejumlah pihak untuk melengkapi berkas pemeriksaan. Diantara tersangka dan saksi lainnya.

“Kami juga masih perlu menambah keterangan saksi ahli,” ujarnya.

Seperti diketahui, atas kasus ini, Dewa Putu Astawa, kepala LPD Tuwed ditetapkan sebagai tersangka korupsi yang menyebabkan kerugian negara hampir Rp 1 miliar.

Khusus tersangka, menyebabkan kerugian negara sekitar Rp 800 juta. Perbuatan tersebut dilakukan sejak tahun 2011 hingga 2018, dari hasil penyelidikan, diduga tidak hanya melibatkan satu orang tersangka.

Tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 Undang Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 KUHP.

Subsidernya tersangka dijerat Pasal 3 Undang Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/