alexametrics
27.6 C
Denpasar
Saturday, May 21, 2022

Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan di Tubuh Korban

POLISI memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh Yuvensius Sagur Rihong, 52. Pria asal Flores, NTT tersebut ditemukan tewas di kamar kos kawasan Banjar Bangkiangsidem, Desa Keliki, Kecamatan Tegallalang, Gianyar, Selasa lalu (2/11) sekitar pukul 06.30.

 

Kapolsek Tegallalang AKP I Ketut Sudita saat dikonfirmasi, Rabu (3/11) menjelaskan, dari hasil pemeriksaan dari tim medis, pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Kemudian pada mulut keluar busa. Korban diperkirakan meninggal dunia kurang dari 6 jam.

 

Kapolsek mengataan, korban saat ditemukan sudah kaku. Namun masih dari keterangan istri korban, sebelum ditemukan meninggal, sekitar pukul 03.00 WITA, korban bersama sang istri (Saksi Ni Luh Putu Sukardiasih) baru saja pulang dari berjualan di Pura Jemeng. 

Baca Juga:  Woow…Tertangkap Jadi Pengedar, Oknum Anggota Ormas Dirantai Kapolres

 

Namun karena kondisi korban kurang baik, maka sang istri menyarankan korban untuk beristirahat di kos milik I Nyoman Suaka yang selama ini mereka huni.

- Advertisement -

 

Selanjutnya istri korban mengantar kedua buah hati mereka pulang ke rumahnya di Banjar Lateng, Desa Sibang Kaja, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung. 

 

Usai mengantar anak, sang istri kembali ke kos sekitar pukul 06.00, sang istri mendapati korban sudah terbujur kaku.

 

Istri korban kemudian berteriak hingga terdengar oleh sejumlah saksi, termasuk pemilik kos yang sedang mencuci baju di kamar mandi tepat di belakang kamar korban.

 

Peristiwa tersebut kemudian disampaikan kepada kepala lingkungan dan Polsek Tegallalang. “Menurut keterangan dari istri korban, korban selama ini mengidap penyakit diabetes dan rutin mengkonsumsi obat,” terang kapolsek.

Baca Juga:  Duh, Gara - gara Surat AWK, Eks Perbekel Pering Laporkan Investor

 

Atas keterangan sang istri, diduga korban meninggal akibat sakit yang diderita. “Sehingga sementara diduga korban meninggal dunia akibat sakit yang diderita,” terangnya.

 

Usai kejadian, pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi. Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan mengikhlaskan kepergian korban.

 

Jenazah korban selanjutnya dititip di ruang jenazah RSAD Udayana, Denpasar. “Pihak keluarga korban di Flores juga sudah dihubungi. Untuk saat ini jenazah korban dititip di RSAD Udayana,” pungkasnya.

- Advertisement -

POLISI memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh Yuvensius Sagur Rihong, 52. Pria asal Flores, NTT tersebut ditemukan tewas di kamar kos kawasan Banjar Bangkiangsidem, Desa Keliki, Kecamatan Tegallalang, Gianyar, Selasa lalu (2/11) sekitar pukul 06.30.

 

Kapolsek Tegallalang AKP I Ketut Sudita saat dikonfirmasi, Rabu (3/11) menjelaskan, dari hasil pemeriksaan dari tim medis, pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Kemudian pada mulut keluar busa. Korban diperkirakan meninggal dunia kurang dari 6 jam.

 

Kapolsek mengataan, korban saat ditemukan sudah kaku. Namun masih dari keterangan istri korban, sebelum ditemukan meninggal, sekitar pukul 03.00 WITA, korban bersama sang istri (Saksi Ni Luh Putu Sukardiasih) baru saja pulang dari berjualan di Pura Jemeng. 

Baca Juga:  Tak Ada Intervensi Parpol, Kapolresta Serahkan Penahanan ke Penyidik

 

Namun karena kondisi korban kurang baik, maka sang istri menyarankan korban untuk beristirahat di kos milik I Nyoman Suaka yang selama ini mereka huni.

 

Selanjutnya istri korban mengantar kedua buah hati mereka pulang ke rumahnya di Banjar Lateng, Desa Sibang Kaja, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung. 

 

Usai mengantar anak, sang istri kembali ke kos sekitar pukul 06.00, sang istri mendapati korban sudah terbujur kaku.

 

Istri korban kemudian berteriak hingga terdengar oleh sejumlah saksi, termasuk pemilik kos yang sedang mencuci baju di kamar mandi tepat di belakang kamar korban.

 

Peristiwa tersebut kemudian disampaikan kepada kepala lingkungan dan Polsek Tegallalang. “Menurut keterangan dari istri korban, korban selama ini mengidap penyakit diabetes dan rutin mengkonsumsi obat,” terang kapolsek.

Baca Juga:  Penjaga Tiket Dilepas, Polisi Bidik Bendesa Manukaya Jadi Calon TSK

 

Atas keterangan sang istri, diduga korban meninggal akibat sakit yang diderita. “Sehingga sementara diduga korban meninggal dunia akibat sakit yang diderita,” terangnya.

 

Usai kejadian, pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi. Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan mengikhlaskan kepergian korban.

 

Jenazah korban selanjutnya dititip di ruang jenazah RSAD Udayana, Denpasar. “Pihak keluarga korban di Flores juga sudah dihubungi. Untuk saat ini jenazah korban dititip di RSAD Udayana,” pungkasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/