27.6 C
Denpasar
Saturday, February 4, 2023

Dari Penangkapan Tersangka Persetubuhan Anak & Ponakan di Tabanan, Bali

Ayah Bejat Itu Sempat Ajak Korban Nonton Film Panas lewat HP

TERUNGKAP dalam pemeriksaan, I Kadek Eva Apridana, 48, ayah bejat yang tega melakukan persetubuhan anak kandungnya berinisial KAB,13, dan keponakan tersangka LPA,14. Sebelumnya, tersangka mengajak kedua korban nonton video (bokep) lewat handphone milik pelaku. “Pelaku ini menunjukkan video di handphonenya ke kedua korban,” ungkap Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra didampingi Kasat Reskrim Polres Tabanan AKP Aji Yoga Sekar, saat memberikan keterangan Ikhwal kasus persetubuhan, Kamis (3/11).

Disisi lain untuk istri tersangka masih syok saat ini, karena tidak menyangka anak kandungnya disetubuhi oleh suaminya sendiri.

Sementara itu, tersangka Kadek Eva Apridana tetap mengaku khilaf atas apa yang dilakukan terhadap buah hatinya dengan melakukan persetubuhan. “Iya saya sekali saja lakukan kepada anak seperti itu.”Ini karena khilaf pak,” ucap tersangka.

Baca Juga:  SAH! WALHI Bali Resmi Gugat Pelindo III Cabang Benoa, Alasannya…

Kendati telah memiliki istri Kadek Eva mengaku selama enam tahun tidak pernah diberikan jatah berhubungan oleh istri. “Istri sepertinya tidak nafsu berhubungan sama saya,” akunya kembali.

Kadek Eva pun meminta maaf terhadap anak dan ponakan atas apa yang dia lakukan. “Tiang menyesal telah berbuat begitu dan tidak akan mengulangi lagi, mohon-mohon maaf kepada keluarga besar dan keluarga semuanya tidak akan ulangi lagi,” tandasnya.

Seperti diketahui, kasus ini terungkap setelah guru dari korban KAB, 13, di sekolah curiga. Setelah didesak, KAB mengaku disetubuhi ayah kandungnya sendiri.

Peristiwa persetubuhan yang dilakukan tersangka Kadek Eva terhadap buah hatinya KAB,13, dan keponakan tersangka LPA,14, dijelaskan AKBP Ranefli, dilaporkan oleh guru kelas korban dengan nomor laporan LP/B/55/XI/2022/SPKT/Polres Tabanan, Selasa lalu (1/11).

Baca Juga:  Dikabarkan Sudah Ada Titik Terang Terduga Pelaku Setrum Pelajar

Dari pemeriksaan yang dilakukan terhadap pelaku awalnya tidak mengakui perbuatannya, selalu berbelat-belit. Barulah setelah menjalani pemeriksaan intens dia mengakui perbuatannya. (uli)



TERUNGKAP dalam pemeriksaan, I Kadek Eva Apridana, 48, ayah bejat yang tega melakukan persetubuhan anak kandungnya berinisial KAB,13, dan keponakan tersangka LPA,14. Sebelumnya, tersangka mengajak kedua korban nonton video (bokep) lewat handphone milik pelaku. “Pelaku ini menunjukkan video di handphonenya ke kedua korban,” ungkap Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra didampingi Kasat Reskrim Polres Tabanan AKP Aji Yoga Sekar, saat memberikan keterangan Ikhwal kasus persetubuhan, Kamis (3/11).

Disisi lain untuk istri tersangka masih syok saat ini, karena tidak menyangka anak kandungnya disetubuhi oleh suaminya sendiri.

Sementara itu, tersangka Kadek Eva Apridana tetap mengaku khilaf atas apa yang dilakukan terhadap buah hatinya dengan melakukan persetubuhan. “Iya saya sekali saja lakukan kepada anak seperti itu.”Ini karena khilaf pak,” ucap tersangka.

Baca Juga:  OMG! Minder dengan Saudara, Warga Marga Tabanan Tewas Bunuh Diri

Kendati telah memiliki istri Kadek Eva mengaku selama enam tahun tidak pernah diberikan jatah berhubungan oleh istri. “Istri sepertinya tidak nafsu berhubungan sama saya,” akunya kembali.

Kadek Eva pun meminta maaf terhadap anak dan ponakan atas apa yang dia lakukan. “Tiang menyesal telah berbuat begitu dan tidak akan mengulangi lagi, mohon-mohon maaf kepada keluarga besar dan keluarga semuanya tidak akan ulangi lagi,” tandasnya.

Seperti diketahui, kasus ini terungkap setelah guru dari korban KAB, 13, di sekolah curiga. Setelah didesak, KAB mengaku disetubuhi ayah kandungnya sendiri.

Peristiwa persetubuhan yang dilakukan tersangka Kadek Eva terhadap buah hatinya KAB,13, dan keponakan tersangka LPA,14, dijelaskan AKBP Ranefli, dilaporkan oleh guru kelas korban dengan nomor laporan LP/B/55/XI/2022/SPKT/Polres Tabanan, Selasa lalu (1/11).

Baca Juga:  Jadi Bahaya Laten, KPK Ajak Masyarakat Bali Puputan Melawan Korupsi

Dari pemeriksaan yang dilakukan terhadap pelaku awalnya tidak mengakui perbuatannya, selalu berbelat-belit. Barulah setelah menjalani pemeriksaan intens dia mengakui perbuatannya. (uli)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru