alexametrics
26.8 C
Denpasar
Tuesday, June 28, 2022

Hari Ini, KPK RI kembali Periksa Kadistan dan Eks Kadiskes Tabanan

TABANAN-Tim penyidik Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK) RI secara marathon terus memeriksa sejumlah saksi terkait dugaan korupsi dan suap dana insentif daerah (DID) Tabanan tahun 2018

Bahkan, sesuai rencana, usai memeriksa belasan saksi, Sabtu (5/2) hari ini, tim Antirasuah kembali memeriksa sejumlah pejabat dan kepala OPD di Kantor Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Bali, Jl. Tantular No.3054, Panjer, Denpasar Selatan, Kota Denpasar.

“Besok (Sabtu (5/2) hari ini) ada pemeriksaan lanjutan. Yakni Pemeriksaan terhadap Kepala Dinas Pertanian Tabanan I Nyoman Budana dan Mantan Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. I Nyoman Suratmika,” terang Plt. Juru Bicara KPK Ali Fikri, Jumat (4/2) kemarin.

Sementara itu, sebelumnya Kepala Inspektorat IGN Ngurah Supanji membenarkan perihal penggeledahan terhadap rumah mantan Kepala Dinas Kesehatan Tabanan.

“Iya memang benar rumah pak Suratmika didatangi KPK dan diperiksa. Yang bersangkutan kemarin sudah konfirmasi kepada saya,” kata Supanji dirinya sedang berada di Jakarta saat ini.

Supanji menjelaskan tim penyidik yang melakukan penggeledahan di rumah sekaligus praktek dr. Suratmika masih terkait dugaan korupsi DID Tabanan tahun 2018 yang saat ini masih bergulir di KPK.

“Kedatangan mereka (penyidik KPK) untuk mencari dokumen tambahan. Kalau wawancara tidak ada,” ungkap Supanji.  

“Kalau spesifikasinya saya tidak tahu,” imbuhnya.

Supanji juga mengaku bilamana hari ini (Jumat) akan dilakukan pemeriksaaan untuk terhadap masing-masing kepala OPD di Tabanan terkait dugaan korupsi DID Tabanan tahun 2018.

Seperti ketahui penyidik KPK melakukan penggeledahan di Tabanan ternyata bukan hanya sekali. Sebelumnya KPK juga telah melakukan penggeledahan di Kantor Dinas PUPRPKP, Kantor DPRD Tabanan dan sejumlah kediaman kepala dinas di Tabanan terkait DID.

Sejatinya kasus dugaan korupsi DID Tabanan tahun 2018 terungkap setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah pihak pada tahun 2018 lalu. Salah satunya pejabat Kemenkeu Yahya Purnomo.

Yahya Purnomo diduga menerima gratifikasi dari sejumlah pemerintah daerah dalam pengurusan dana kementerian keuangan. Salah satunya dalam pengurusan DID Tabanan tahun 2018.

Menariknya lagi Yahya Purnomo dalam persidangannya mengungkapkan adanya gratifikasi dari Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti melalui staf khusus Bupati Tabanan Dewa Nyoman Wiratmaja. Sehingga kasus ini pun terus mendapat penyidikan dari KPK sampai saat ini.



TABANAN-Tim penyidik Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK) RI secara marathon terus memeriksa sejumlah saksi terkait dugaan korupsi dan suap dana insentif daerah (DID) Tabanan tahun 2018

Bahkan, sesuai rencana, usai memeriksa belasan saksi, Sabtu (5/2) hari ini, tim Antirasuah kembali memeriksa sejumlah pejabat dan kepala OPD di Kantor Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Bali, Jl. Tantular No.3054, Panjer, Denpasar Selatan, Kota Denpasar.

“Besok (Sabtu (5/2) hari ini) ada pemeriksaan lanjutan. Yakni Pemeriksaan terhadap Kepala Dinas Pertanian Tabanan I Nyoman Budana dan Mantan Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. I Nyoman Suratmika,” terang Plt. Juru Bicara KPK Ali Fikri, Jumat (4/2) kemarin.

Sementara itu, sebelumnya Kepala Inspektorat IGN Ngurah Supanji membenarkan perihal penggeledahan terhadap rumah mantan Kepala Dinas Kesehatan Tabanan.

“Iya memang benar rumah pak Suratmika didatangi KPK dan diperiksa. Yang bersangkutan kemarin sudah konfirmasi kepada saya,” kata Supanji dirinya sedang berada di Jakarta saat ini.

Supanji menjelaskan tim penyidik yang melakukan penggeledahan di rumah sekaligus praktek dr. Suratmika masih terkait dugaan korupsi DID Tabanan tahun 2018 yang saat ini masih bergulir di KPK.

“Kedatangan mereka (penyidik KPK) untuk mencari dokumen tambahan. Kalau wawancara tidak ada,” ungkap Supanji.  

“Kalau spesifikasinya saya tidak tahu,” imbuhnya.

Supanji juga mengaku bilamana hari ini (Jumat) akan dilakukan pemeriksaaan untuk terhadap masing-masing kepala OPD di Tabanan terkait dugaan korupsi DID Tabanan tahun 2018.

Seperti ketahui penyidik KPK melakukan penggeledahan di Tabanan ternyata bukan hanya sekali. Sebelumnya KPK juga telah melakukan penggeledahan di Kantor Dinas PUPRPKP, Kantor DPRD Tabanan dan sejumlah kediaman kepala dinas di Tabanan terkait DID.

Sejatinya kasus dugaan korupsi DID Tabanan tahun 2018 terungkap setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah pihak pada tahun 2018 lalu. Salah satunya pejabat Kemenkeu Yahya Purnomo.

Yahya Purnomo diduga menerima gratifikasi dari sejumlah pemerintah daerah dalam pengurusan dana kementerian keuangan. Salah satunya dalam pengurusan DID Tabanan tahun 2018.

Menariknya lagi Yahya Purnomo dalam persidangannya mengungkapkan adanya gratifikasi dari Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti melalui staf khusus Bupati Tabanan Dewa Nyoman Wiratmaja. Sehingga kasus ini pun terus mendapat penyidikan dari KPK sampai saat ini.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/