alexametrics
25.4 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Kantongi Nilai Kerugian, Kejari Geber Korupsi KUR Bank BUMN di Badung

DENPASAR– Penyidikan dugaan korupsi dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) di salah satu bank BUMN di Badung terus digeber penyidik Kejari Badung.

Informasi terkini, jumlah kerugian sudah didapat jaksa penyidik.

 “Laporan yang saya terima, kerugiannya Rp 1,6 miliar,” ujar Kajari Badung, I Ketut Maha Agung diwawancarai Jumat kemarin (4/2).  

Saat ditanya modus operandi para pelaku, Maha Agung belum bisa menjelaskan detail. Mantan Kajari Sorong, Papua Barat, itu hanya menyebut terduga pelaku modusnya membuat kredit fiktif alias palsu.

Jumlah kredit fiktif yang dibuat mencapai ratusan. Kredit fiktif tersebut dilakukan selama dua tahun, mulai 2015 sampai 2017. Saat ini jaksa penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.  

Baca Juga:  Sebelum Tewas Dibacok, Korban juga Sempat Dikeroyok dan Dipukuli

“Mereka yang kami periksa adalah para mantri atau petugas bagian pemrakarsa kredit. Pada saat terjadi peristiwa dugaan korupsi, mereka sedang bertugas sebagai mantri pada bank BUMN tersebut,” beber jaksa asal Buleleng itu.

 Namun, Maha Agung belum mau menyebutkan nama bank BUMN yang dimaksud lantaran masih dalam tahap penyidikan.

Ditanya kapan penetapan tersangka, Maha Agung menyebut jaksa penyidik masih melakukan pendalaman dan mengumpulkan data serta alat bukti.

Setelah lengkap dan ditemukan dua alat bukti, barulah dapat menentukan tersangka.

“Kalau jumlah saksi sudah sepuluh orang yang kami periksa,” tukas Maha Agung.

Untuk diketahui, selama sebulan penyelidikan Kejari Badung sudah memeriksa sekitar sepuluh orang.

Baca Juga:  Viral, Sopir Truk Pengangkut Galian C di Karangasem Adu Jotos

Pada saat naik penyidikan, jaksa kembali memeriksa sejumlah saksi. Penyelidikan sendiri dimulai pada pengujung 2021.

 Setelah melalui serangkaian penyelidikan, kasus ini kemudian ditingkatkan ke tahap penyidikan berdasar Surat Perintah Penyidikan (Seprindik) Kepala Kejaksaan Negeri Badung pada awal 2022. 



DENPASAR– Penyidikan dugaan korupsi dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) di salah satu bank BUMN di Badung terus digeber penyidik Kejari Badung.

Informasi terkini, jumlah kerugian sudah didapat jaksa penyidik.

 “Laporan yang saya terima, kerugiannya Rp 1,6 miliar,” ujar Kajari Badung, I Ketut Maha Agung diwawancarai Jumat kemarin (4/2).  

Saat ditanya modus operandi para pelaku, Maha Agung belum bisa menjelaskan detail. Mantan Kajari Sorong, Papua Barat, itu hanya menyebut terduga pelaku modusnya membuat kredit fiktif alias palsu.

Jumlah kredit fiktif yang dibuat mencapai ratusan. Kredit fiktif tersebut dilakukan selama dua tahun, mulai 2015 sampai 2017. Saat ini jaksa penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.  

Baca Juga:  Soal Seragam, Kabid Sarpras Disdik Badung Akui Diperiksa Jaksa

“Mereka yang kami periksa adalah para mantri atau petugas bagian pemrakarsa kredit. Pada saat terjadi peristiwa dugaan korupsi, mereka sedang bertugas sebagai mantri pada bank BUMN tersebut,” beber jaksa asal Buleleng itu.

 Namun, Maha Agung belum mau menyebutkan nama bank BUMN yang dimaksud lantaran masih dalam tahap penyidikan.

Ditanya kapan penetapan tersangka, Maha Agung menyebut jaksa penyidik masih melakukan pendalaman dan mengumpulkan data serta alat bukti.

Setelah lengkap dan ditemukan dua alat bukti, barulah dapat menentukan tersangka.

“Kalau jumlah saksi sudah sepuluh orang yang kami periksa,” tukas Maha Agung.

Untuk diketahui, selama sebulan penyelidikan Kejari Badung sudah memeriksa sekitar sepuluh orang.

Baca Juga:  Pendukung Zainal Padati PN, Hakim Langsung Kabur Usai Bacakan Vonis

Pada saat naik penyidikan, jaksa kembali memeriksa sejumlah saksi. Penyelidikan sendiri dimulai pada pengujung 2021.

 Setelah melalui serangkaian penyelidikan, kasus ini kemudian ditingkatkan ke tahap penyidikan berdasar Surat Perintah Penyidikan (Seprindik) Kepala Kejaksaan Negeri Badung pada awal 2022. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/