alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

KPK Periksa Ajudan Eka Wiryastuti, 2 Anggota DPRD Tabanan & Kontraktor

TABANAN– Kasus dugaan korupsi dan suap dana insentif daerah (DID) Tabanan tahun 2018 terus bergulir.

Terbaru, usai menggeledah kediaman rumah Mantan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Tabanan dr. I Nyoman Suratmika di Jalan Raya Yeh Gangga Desa Gubug, Tabanan dilakukan Rabu (2/2).

Kini, tim Antirasuah kembali memeriksa sejumlah pejabat dan kepala OPD di Kantor Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Bali, Jl. Tantular No.3054, Panjer, Denpasar Selatan, Kota Denpasar.

Dalam keterangan yang disampaikan Plt. Juru Bicara KPK Ali Fikri, hari ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi dalam kegiatan penyidikan perkara TPK dugaan korupsi pengurusan Dana Insentif Daerah/DID Kabupaten Tabanan.

“Pemeriksaan dilakukan Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Bali,” kata Ali Fikri dihubungi via sambungan whatsApp, Jumat (4/2).

Para pejabat dan anggota DPRD Tabanan, itu yakni diantaranya, Ni Made Meliani Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tabanan tahun 2017-2019, I Putu Eka Putra Cahyadi, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tabanan Tahun 2016 /anggota banggar DPRD Kabupaten Tabanan Tahun 2014, I Made Yudiana mantan Kepala Dinas PUPRPKP Tabanan, I Made Sujana Erawan mantan PLH Sekda Pemkab Karangasem.

Baca Juga:  Tilep Uang Nasabah Rp 24 M, Kena6,5 Tahun, Mantan Bos BPR Cengengesan

Kemudian Ni Made Wasasih Kasubid Kasda Pemkab Tabanan, Ida Bagus Wiratmaja mantan Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Tabanan, I Made Sukada (Kepala Badan Keuangan Daerah Kab. Tabanan tahun 2016-2017, I Made Sumerta Yasa (Kepala Bagian Umum Setda Kabupaten Tabanan tahun 2017, Dewa Ayu Budiarti (Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip), I Ketut Suwita (Ajudan Bupati).

“Para saksi hadir dan dikonfirmasi antara lain dengan diajukannya proposal untuk mendapatkan dana DID disertai usulan penggunaannya dimana diduga ada aliran sejumlah uang untuk pengurusan dana DID dimaksud,” terang Ali Fikri.

Tak hanya itu Ali Fikri juga menyebut saksi lainnya yang turut diperiksa diantaranya, Ni Made Maharini (Direktris CV Panugrah), I Nyoman Yupi Astika (Direktur CV. Nitra Sakti), I Made Puniarta (Direktur PT Dayu).

“Ketiga saksi hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait kegiatan proyek yang dikerjakan oleh perusahaan para saksi yang dananya berasal dari dana DID,” jelasnya.  

Baca Juga:  Jual Dua ABG Kinyis-kinyis, Jaksa Denpasar Tuntut Germo MiChat 7 Tahun

Sementara itu satu saksi I Nyoman Ely Krisnawati yang merupakan Direktris CV Kerang Mutiara Utama), tidak hadir.

“Terhadap yang bersangkutan kami akan dilakukan penjadwalan ulang untuk pemeriksaan,” pungkasnya.

Sementara itu, dari informasi sumber terpercaya yang tidak mau namanya disebutkan namanya, menyebut pemeriksaan dilakukan oleh KPK di Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Bali dilakukan sejak pukul 09.30 Wita.

Ada 5 orang yang diperiksa lebih awal dan pertama, dua anggota DPRD Tabanan. Kemudian I Made Yudiana, I Made Sujana Erawan dan Ni Made Wasasih.

“Kelima orang tersebut pasalnya lebih awal datang ke Kantor BPKP Bali,” jelas sumber.

Baru selanjutnya pemeriksaan dilakukan terhadap ajudan Bupati Tabanan era Ni Putu Eka Wiryastuti, Ida Bagus Wiratmaja, I Made Sukada dan I Made Sumerta Yasa. Kemudian pemeriksaan terhadap saksi lainnya

“Pemeriksaan terus berlanjut sampai dengan 13.30 WITA. Namun sebagain besar yang diperiksa membawa berkas dokumen DID Tabanan,” ucapnya.

 



TABANAN– Kasus dugaan korupsi dan suap dana insentif daerah (DID) Tabanan tahun 2018 terus bergulir.

Terbaru, usai menggeledah kediaman rumah Mantan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Tabanan dr. I Nyoman Suratmika di Jalan Raya Yeh Gangga Desa Gubug, Tabanan dilakukan Rabu (2/2).

Kini, tim Antirasuah kembali memeriksa sejumlah pejabat dan kepala OPD di Kantor Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Bali, Jl. Tantular No.3054, Panjer, Denpasar Selatan, Kota Denpasar.

Dalam keterangan yang disampaikan Plt. Juru Bicara KPK Ali Fikri, hari ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi dalam kegiatan penyidikan perkara TPK dugaan korupsi pengurusan Dana Insentif Daerah/DID Kabupaten Tabanan.

“Pemeriksaan dilakukan Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Bali,” kata Ali Fikri dihubungi via sambungan whatsApp, Jumat (4/2).

Para pejabat dan anggota DPRD Tabanan, itu yakni diantaranya, Ni Made Meliani Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tabanan tahun 2017-2019, I Putu Eka Putra Cahyadi, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tabanan Tahun 2016 /anggota banggar DPRD Kabupaten Tabanan Tahun 2014, I Made Yudiana mantan Kepala Dinas PUPRPKP Tabanan, I Made Sujana Erawan mantan PLH Sekda Pemkab Karangasem.

Baca Juga:  Terungkap! Mantan Bupati Tabanan Eka dan Dewa Wiratmaja Jadi Tersangka

Kemudian Ni Made Wasasih Kasubid Kasda Pemkab Tabanan, Ida Bagus Wiratmaja mantan Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Tabanan, I Made Sukada (Kepala Badan Keuangan Daerah Kab. Tabanan tahun 2016-2017, I Made Sumerta Yasa (Kepala Bagian Umum Setda Kabupaten Tabanan tahun 2017, Dewa Ayu Budiarti (Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip), I Ketut Suwita (Ajudan Bupati).

“Para saksi hadir dan dikonfirmasi antara lain dengan diajukannya proposal untuk mendapatkan dana DID disertai usulan penggunaannya dimana diduga ada aliran sejumlah uang untuk pengurusan dana DID dimaksud,” terang Ali Fikri.

Tak hanya itu Ali Fikri juga menyebut saksi lainnya yang turut diperiksa diantaranya, Ni Made Maharini (Direktris CV Panugrah), I Nyoman Yupi Astika (Direktur CV. Nitra Sakti), I Made Puniarta (Direktur PT Dayu).

“Ketiga saksi hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait kegiatan proyek yang dikerjakan oleh perusahaan para saksi yang dananya berasal dari dana DID,” jelasnya.  

Baca Juga:  Berlanjut! KPK Periksa Lagi Dua Pejabat Kemenkeu dan Pemkab Tabanan

Sementara itu satu saksi I Nyoman Ely Krisnawati yang merupakan Direktris CV Kerang Mutiara Utama), tidak hadir.

“Terhadap yang bersangkutan kami akan dilakukan penjadwalan ulang untuk pemeriksaan,” pungkasnya.

Sementara itu, dari informasi sumber terpercaya yang tidak mau namanya disebutkan namanya, menyebut pemeriksaan dilakukan oleh KPK di Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Bali dilakukan sejak pukul 09.30 Wita.

Ada 5 orang yang diperiksa lebih awal dan pertama, dua anggota DPRD Tabanan. Kemudian I Made Yudiana, I Made Sujana Erawan dan Ni Made Wasasih.

“Kelima orang tersebut pasalnya lebih awal datang ke Kantor BPKP Bali,” jelas sumber.

Baru selanjutnya pemeriksaan dilakukan terhadap ajudan Bupati Tabanan era Ni Putu Eka Wiryastuti, Ida Bagus Wiratmaja, I Made Sukada dan I Made Sumerta Yasa. Kemudian pemeriksaan terhadap saksi lainnya

“Pemeriksaan terus berlanjut sampai dengan 13.30 WITA. Namun sebagain besar yang diperiksa membawa berkas dokumen DID Tabanan,” ucapnya.

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/