alexametrics
27.6 C
Denpasar
Wednesday, July 6, 2022

Polisi Geledah Rumah Mantan Kepala LPD Gulingan Soal Korupsi Rp30 M

BADUNG – Polisi dari Polres Badung menggeledah rumah mantan Kepala LPD Gulingan I Ketut Rai Darta di Banjar Munggu, Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi, Badung, Selasa (5/4/2022). Penggeledahan setelah Rai Darta ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi di LPD Gulingan senilai kurang lebih Rp30 miliar.

 

Kasat Reskrim Polres Badung, AKP Putu Ika Prabawa menerangkan, penggeledahan itu dilakukan untuk mencari sejumlah bukti terkait dugaan korupsi miliaran rupiah tersebut. Penggeledahan itu juga disaksikan langsung oleh Bendesa dan Kelian Adat Gulingan.

 

Dari penggeledahan itu pun diamankan beberapa barang bukti berupa dokumen. “Ada berkas atau dokumen serta uang yang diamankan,” kata AKP Putu Ika, sebagaimana dalam keterangan pers pada Selasa (5/4/2022) sore.

 

Berkas yang diamankan berupa dua lembar formular transfer bank BPD Bali, 11 lembar bukti kas masuk LPD Desa Adat Gulingan, satu lembar fotcopy bukti transfer bank BPD Bali, tiga buku tabungan LPD Desa Adat Gulingan (Nomor 01.10.9174,   01.10.9029 dan 01.10.9174).

 

Selain itu juga ada empat buah kitir kredit LPD Desa Adat Gulingan atas nama Nyoman Puja Adi Jaya, I Wayan Eka Sudama, I Made Subasma, dan I Putu Suka Yasa. Terdapat juga satu lembar kwitansi bertanggal 2 November 2020 sebesar Rp 288 juta, satu lembar kwitansi pembayaran debitur rekening 33-10002159-9.

 

Bukti lainnya adalah satu buah foto copy akta tanah 2112, satu eksemplar bukti kas masuk Nomor 9, satu lembar bukti pelunasan pembayaran tanah tanggal 23 Februari 2021, satu buah fotocopy sertifikat Nomor 1346. 

 

Ada pula lembar formulir transfer bank BPD Bali sebesar Rp275 juta, satu lembar foto copy akta tanah nomor 6388, selembar  foto copy akta tanah bomor 6387. Polisi juga menyita dua map merah beserta isinya, selembar bukti transferan setoran kepada Ida Bagus Ratu Sanca sebesar Rp 1.956.000, satu lembar foto copy sertifikat nomor 3583.

 

Berikutnya adalah selembar catatan kronologis kredit oleh Nyoman Dhanu, enam bilyet deposito dengan nomor kode A-7, tiga buah buku tabungan LPD Gulingan atas nama Koordinator LPD Adat Mengwi, hingga uang tunai sebesar Rp7 juta.

 

Sebelumnya diberitakan, mantan Kepala LPD Desa Adat Gulingan, Desa Gulingan, Mengwi, Badung I Ketut Rai Darta telah ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian Polres Badung terkait dugaan korupsi Rp. 30 miliar lebih.

 

Berdasarkan keterangan Kapolres Badung, AKBP Leo Dedy Defretes, hal itu terungkap, bermula pada tahun 2021 lalu. Saat itu, beberapa nasabah mengalami kesulitan dan bahkan tidak bisa menarik uangnya di LPD Desa Adat Gulingan. 

 

“Itu berawal saat ada nasabah yang tidak bisa menarik tabungannya di tahun 2021,” katanya, Sabtu (26/2/2022) lalu. Nasabah lalu melapor ke Polres Badung. Kemudian polisi melakukan pendalaman. Berdasarkan hasil audit yang ditemukan dengan kerugian sebesar Rp30.922.440.294. 

 

Hasil tersebut ditemukan setelah Polres Badung melalui Sat Reskrim khsusunya Unit Tindak Pidana Korupsi melakukan penyelidikan untuk memastikan kebenaran informasi dari nasabah tersebut. Menurut hasil pemeriksaan para saksi, potensi kerugian atas kesalahan pengelolaan keuangan LPD Desa Adat Gulingan disebabkan oleh Kepala LPD. 

 

“Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi sebanyak 39 saksi,  termasuk saksi ahli ditemukan fakta-fakta bahwa timbulnya kerugian terhadap LPD Desa Adat Gulingan disebabkan adanya penyimpangan yang dilakukan RD dkk,” katanya.



BADUNG – Polisi dari Polres Badung menggeledah rumah mantan Kepala LPD Gulingan I Ketut Rai Darta di Banjar Munggu, Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi, Badung, Selasa (5/4/2022). Penggeledahan setelah Rai Darta ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi di LPD Gulingan senilai kurang lebih Rp30 miliar.

 

Kasat Reskrim Polres Badung, AKP Putu Ika Prabawa menerangkan, penggeledahan itu dilakukan untuk mencari sejumlah bukti terkait dugaan korupsi miliaran rupiah tersebut. Penggeledahan itu juga disaksikan langsung oleh Bendesa dan Kelian Adat Gulingan.

 

Dari penggeledahan itu pun diamankan beberapa barang bukti berupa dokumen. “Ada berkas atau dokumen serta uang yang diamankan,” kata AKP Putu Ika, sebagaimana dalam keterangan pers pada Selasa (5/4/2022) sore.

 

Berkas yang diamankan berupa dua lembar formular transfer bank BPD Bali, 11 lembar bukti kas masuk LPD Desa Adat Gulingan, satu lembar fotcopy bukti transfer bank BPD Bali, tiga buku tabungan LPD Desa Adat Gulingan (Nomor 01.10.9174,   01.10.9029 dan 01.10.9174).

 

Selain itu juga ada empat buah kitir kredit LPD Desa Adat Gulingan atas nama Nyoman Puja Adi Jaya, I Wayan Eka Sudama, I Made Subasma, dan I Putu Suka Yasa. Terdapat juga satu lembar kwitansi bertanggal 2 November 2020 sebesar Rp 288 juta, satu lembar kwitansi pembayaran debitur rekening 33-10002159-9.

 

Bukti lainnya adalah satu buah foto copy akta tanah 2112, satu eksemplar bukti kas masuk Nomor 9, satu lembar bukti pelunasan pembayaran tanah tanggal 23 Februari 2021, satu buah fotocopy sertifikat Nomor 1346. 

 

Ada pula lembar formulir transfer bank BPD Bali sebesar Rp275 juta, satu lembar foto copy akta tanah nomor 6388, selembar  foto copy akta tanah bomor 6387. Polisi juga menyita dua map merah beserta isinya, selembar bukti transferan setoran kepada Ida Bagus Ratu Sanca sebesar Rp 1.956.000, satu lembar foto copy sertifikat nomor 3583.

 

Berikutnya adalah selembar catatan kronologis kredit oleh Nyoman Dhanu, enam bilyet deposito dengan nomor kode A-7, tiga buah buku tabungan LPD Gulingan atas nama Koordinator LPD Adat Mengwi, hingga uang tunai sebesar Rp7 juta.

 

Sebelumnya diberitakan, mantan Kepala LPD Desa Adat Gulingan, Desa Gulingan, Mengwi, Badung I Ketut Rai Darta telah ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian Polres Badung terkait dugaan korupsi Rp. 30 miliar lebih.

 

Berdasarkan keterangan Kapolres Badung, AKBP Leo Dedy Defretes, hal itu terungkap, bermula pada tahun 2021 lalu. Saat itu, beberapa nasabah mengalami kesulitan dan bahkan tidak bisa menarik uangnya di LPD Desa Adat Gulingan. 

 

“Itu berawal saat ada nasabah yang tidak bisa menarik tabungannya di tahun 2021,” katanya, Sabtu (26/2/2022) lalu. Nasabah lalu melapor ke Polres Badung. Kemudian polisi melakukan pendalaman. Berdasarkan hasil audit yang ditemukan dengan kerugian sebesar Rp30.922.440.294. 

 

Hasil tersebut ditemukan setelah Polres Badung melalui Sat Reskrim khsusunya Unit Tindak Pidana Korupsi melakukan penyelidikan untuk memastikan kebenaran informasi dari nasabah tersebut. Menurut hasil pemeriksaan para saksi, potensi kerugian atas kesalahan pengelolaan keuangan LPD Desa Adat Gulingan disebabkan oleh Kepala LPD. 

 

“Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi sebanyak 39 saksi,  termasuk saksi ahli ditemukan fakta-fakta bahwa timbulnya kerugian terhadap LPD Desa Adat Gulingan disebabkan adanya penyimpangan yang dilakukan RD dkk,” katanya.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/