alexametrics
25.4 C
Denpasar
Monday, August 15, 2022

992 Butir Ekstasi Gagal Masuk Bali, Residivis Eks Kerobokan Dibekuk

DENPASAR – Peredaran narkotika di Pulau Dewata kian mengkhawatirkan. Hal ini pun membuat pihak Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali mesti lebih bekerja keras memberantas peredaran narkoba di Bali.

Salah satu tangkapan terbaru BNNP Bali, yakni membongkar jaringan ekstasi yang rencananya akan disebar diseluruh Bali. Jumlahnya pun mencapai 992 butir.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali, Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa menjelaskan, pada Jumat (3/5) lalu, pihaknya mendapatkan informasi akan ada pengiriman paket Narkotika jenis sabu dan ekstasi dari Surabaya melalui travel.

Berdasar informasi tersebut, pihaknya melakukan observasi di pelabuhan Gilimanuk. “Dan ketika travel tersebut memasuki areal pelabuhan,

dilaksanakan controlled delivery terhadap paket tersebut,” ungkap Brigjen Gede Suastawa saat konferensi pers di kantornya Minggu (5/5) siang.

Baca Juga:  Nomor Seri Jadi Keyakinan Polisi Pastikan SS-1 Milik Anggota Brimob

Hasilnya, Sabtu (4/5) kemarin sekitar pukul 09.30, petugas mengamankan seorang laki-laku atas nama Komang Sudarmana (KS) di Jalan Jayagiri 12 B, Denpasar ketika KS mengambil paket yang diduga sabu dan ekstasi itu.

Saat petugas melakukan penggeledahan terhadap KS dan paket tersebut petugas menemukan barang bukti. Yakni, 10 plastik klip yang berisi ekstasi dengan jumlah total 992 butir.

Selanjutnya, 3 plastik klip yang berisi sabu dengan berat total 300,27 gram netto. Petugas juga melakukan penggeledahkan di kos tersangka, dan ditemukan 2 unit handphone merek Samsung dan 1 buah buku tabungan BCA.

“Peran yang dilakukan tersangka KA adalah sebagai kurir. Pendalaman pasti kami lakukan kembali,” sebutnya.

Baca Juga:  Buleleng Masuk Zona Merah, Baru 29 Desa Punya Perarem Narkoba

Brigjen Putu Gede Suastawa menambahkan, KS ini merupakan residivis dalam kasus yang sama dan pernah ditahan di Lapas Kerobokan.

Atas perbuatannya, tersangka KS melanggat pas 114 (2) atau pasal 112 (2) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. 



DENPASAR – Peredaran narkotika di Pulau Dewata kian mengkhawatirkan. Hal ini pun membuat pihak Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali mesti lebih bekerja keras memberantas peredaran narkoba di Bali.

Salah satu tangkapan terbaru BNNP Bali, yakni membongkar jaringan ekstasi yang rencananya akan disebar diseluruh Bali. Jumlahnya pun mencapai 992 butir.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali, Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa menjelaskan, pada Jumat (3/5) lalu, pihaknya mendapatkan informasi akan ada pengiriman paket Narkotika jenis sabu dan ekstasi dari Surabaya melalui travel.

Berdasar informasi tersebut, pihaknya melakukan observasi di pelabuhan Gilimanuk. “Dan ketika travel tersebut memasuki areal pelabuhan,

dilaksanakan controlled delivery terhadap paket tersebut,” ungkap Brigjen Gede Suastawa saat konferensi pers di kantornya Minggu (5/5) siang.

Baca Juga:  Picu Pertengkaran Hingga Berujung Aniaya Prada Yanuar, Diancam 7 Tahun

Hasilnya, Sabtu (4/5) kemarin sekitar pukul 09.30, petugas mengamankan seorang laki-laku atas nama Komang Sudarmana (KS) di Jalan Jayagiri 12 B, Denpasar ketika KS mengambil paket yang diduga sabu dan ekstasi itu.

Saat petugas melakukan penggeledahan terhadap KS dan paket tersebut petugas menemukan barang bukti. Yakni, 10 plastik klip yang berisi ekstasi dengan jumlah total 992 butir.

Selanjutnya, 3 plastik klip yang berisi sabu dengan berat total 300,27 gram netto. Petugas juga melakukan penggeledahkan di kos tersangka, dan ditemukan 2 unit handphone merek Samsung dan 1 buah buku tabungan BCA.

“Peran yang dilakukan tersangka KA adalah sebagai kurir. Pendalaman pasti kami lakukan kembali,” sebutnya.

Baca Juga:  Napi Lapas Kendalikan Lima Pengedar, Diciduk BBN, Segini BB Ganjanya..

Brigjen Putu Gede Suastawa menambahkan, KS ini merupakan residivis dalam kasus yang sama dan pernah ditahan di Lapas Kerobokan.

Atas perbuatannya, tersangka KS melanggat pas 114 (2) atau pasal 112 (2) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/