alexametrics
26.5 C
Denpasar
Monday, July 4, 2022

Desa Beri Bantuan Hukum, Polres Buleleng; Kami Tak Ada Larang Ngaben!

SINGARAJA-Penetapan Gede Suwardana sebagai tersangka dalam kasus ngaben massal di Dadia Pasek Kubayan, Desa Sudaji makin memanas.

Bahkan atas penetapan Suwardana, pihak Desa Dinas Sudaji sepakat untuk memberikan bantuan hukum dan jaminan.

Lalu apa respon pihak kepolisian terkait pemberian bantuan hukum bagi tersangka Suwardana? 

Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya mengatakan, polisi tak melarang pelaksanaan upacara pitra yadnya (ngaben).

Namun selama masa pandemi covid-19, pihaknya mengimbau agar sebaiknya masyarakat mengikuti imbauan pemerintah. Sehingga potensi penyebaran covid-19 dapat ditekan.

Bahkan lanjutnya, sebelum upacara ngaben dilaksanakan, Sumarjaya menyebut Bhabinkamtibmas dan Babinsa di Desa Sudaji sudah mengimbau penyelenggara agar jumlah warga yang dilibatkan dalam upacara ngaben tak lebih dari 25 orang.

Namun saat pelaksanaanya, ternyata masih melibatkan banyak orang.

“Bhabinkamtibmas sudah berusaha menghalau agar tidak terjadi kerumunan warga. Namun tetap saja ramai. Ada berbagai pertimbangan sehingga Gede S ditetapkan sebagai tersangka, karena yang bersangkutan adalah orang yang bertanggung jawab dalam upacara tersebut,” katanya.

Seperti diketahui sebelumnya, polisi melakukan penyelidikan terkait prosesi ngaben massal Dadia Pasek Kubayan, di Desa Sudaji, Kecamatan Sawan.

Penyelidikan dilakukan, karena proses ngaben itu melibatkan lebih dari 25 orang. Sehingga dinilai melanggar maklumat kapolri dan himbauan pemerintah, terkait social dan physical distancing.

Selain itu di beberapa sudut Desa Sudaji juga terjadi aksi vandalisme. Diduga aksi itu berkaitan dengan prosesi ngaben yang berlangsung beberapa hari lalu. Belum diketahui siapa yang melakukan aksi vandalisme tersebut. 



SINGARAJA-Penetapan Gede Suwardana sebagai tersangka dalam kasus ngaben massal di Dadia Pasek Kubayan, Desa Sudaji makin memanas.

Bahkan atas penetapan Suwardana, pihak Desa Dinas Sudaji sepakat untuk memberikan bantuan hukum dan jaminan.

Lalu apa respon pihak kepolisian terkait pemberian bantuan hukum bagi tersangka Suwardana? 

Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya mengatakan, polisi tak melarang pelaksanaan upacara pitra yadnya (ngaben).

Namun selama masa pandemi covid-19, pihaknya mengimbau agar sebaiknya masyarakat mengikuti imbauan pemerintah. Sehingga potensi penyebaran covid-19 dapat ditekan.

Bahkan lanjutnya, sebelum upacara ngaben dilaksanakan, Sumarjaya menyebut Bhabinkamtibmas dan Babinsa di Desa Sudaji sudah mengimbau penyelenggara agar jumlah warga yang dilibatkan dalam upacara ngaben tak lebih dari 25 orang.

Namun saat pelaksanaanya, ternyata masih melibatkan banyak orang.

“Bhabinkamtibmas sudah berusaha menghalau agar tidak terjadi kerumunan warga. Namun tetap saja ramai. Ada berbagai pertimbangan sehingga Gede S ditetapkan sebagai tersangka, karena yang bersangkutan adalah orang yang bertanggung jawab dalam upacara tersebut,” katanya.

Seperti diketahui sebelumnya, polisi melakukan penyelidikan terkait prosesi ngaben massal Dadia Pasek Kubayan, di Desa Sudaji, Kecamatan Sawan.

Penyelidikan dilakukan, karena proses ngaben itu melibatkan lebih dari 25 orang. Sehingga dinilai melanggar maklumat kapolri dan himbauan pemerintah, terkait social dan physical distancing.

Selain itu di beberapa sudut Desa Sudaji juga terjadi aksi vandalisme. Diduga aksi itu berkaitan dengan prosesi ngaben yang berlangsung beberapa hari lalu. Belum diketahui siapa yang melakukan aksi vandalisme tersebut. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/