alexametrics
27.8 C
Denpasar
Sunday, June 26, 2022

Pihak Desa Sepakat Berikan Bantuan Hukum dan Jaminan Bagi Suwardana

SINGARAJA–Bantuan hukum akan diberikan pihak Desa Sudaji kepada Gede Suwardana.

Pemberian bantuan hukum itu dilakukan pihak desa menyusul dengan ditetapkannya Suwardana selaku ketua panitia ngaben massal di Dadia Pasek Kubayan, Desa Sudaji sebagai tersangka.

Seperti disampaikan Perbekel Sudaji Made Ngurah Fajar Kurniawan.

Saat dikonfirmasi, Selasa (5/5), ia mengatakan, perangkat di desa dinas akan melakukan pembelaan pada Gede Suwardana.

“Kami dari perangkat dinas akan lakukan pembelaan pada warga kami, yang seolah-olah dikorbankan. Mohon juga aparat hukum mengerti asas kepatutan. Kami sangat menyesalkan ada proses hukum pada warga kami,” kata Fajar saat dihubungi wartawan.

Lebih lanjut kata Fajar, sebelum ngaben massal berlangsung pada Jumat (1/5) lalu, sejumlah pihak di desa sudah memberikan iimbauan.

Pihak yang dimaksud yakni prajuru adat, aparat dinas, babinsa, dan bhabinkamtibmas. Termasuk dalam pelaksanaan di hari H, ia pun sudah mengantisipasi.

“Karena akhirnya terjadi seperti ini, mestinya tanggungjawab bersama. Tidak bisa lepas begitu saja korbankan satu orang,” katanya lagi.

Menurutnya peristiwa pengabenan massal itu harus dilihat secara utuh.

Sebab dalam pelaksanaan ngaben massal itu menggunakan bade berukuran besar. Jadi tak bisa diangkat oleh 25 orang saja. Ditambah lagi kondisi geografis yang menanjak. Turut menyulitkan prosesi mengusung bade ke Setra Sudaji.

“Di Denpasar empat orang bisa saja bawa bade, karena dibawa dengan roda. Di sudaji nggak bisa, karena ada tanjakan dan turunan curam. Bade saja lihat, yang ngangkut 25 orang itu nggak akan sanggup. Apalagi jalurnya menanjak,” katanya lagi.

Bahkan, kata Fajar, dengan ditetapkannya Suwardana sebagai tersangka, pihak desa juga siap memberi jaminan.

Apabila dalam  kurun waktu 14 hari tidak ada warga yang positif covid-19, maka menurut Fajar, tidak ada pihak yang dirugikan.

“Kita kan sama-sama orang Bali. Kami mohon ada proses toleransi dan kebijakan, karena ini terkait adat dan budaya kita. Kami juga sangat berterima kasih pada polisi, karena warga kami sudah diperlakukan dengan bijak (tidak ditahan, Red),” tegasnya.



SINGARAJA–Bantuan hukum akan diberikan pihak Desa Sudaji kepada Gede Suwardana.

Pemberian bantuan hukum itu dilakukan pihak desa menyusul dengan ditetapkannya Suwardana selaku ketua panitia ngaben massal di Dadia Pasek Kubayan, Desa Sudaji sebagai tersangka.

Seperti disampaikan Perbekel Sudaji Made Ngurah Fajar Kurniawan.

Saat dikonfirmasi, Selasa (5/5), ia mengatakan, perangkat di desa dinas akan melakukan pembelaan pada Gede Suwardana.

“Kami dari perangkat dinas akan lakukan pembelaan pada warga kami, yang seolah-olah dikorbankan. Mohon juga aparat hukum mengerti asas kepatutan. Kami sangat menyesalkan ada proses hukum pada warga kami,” kata Fajar saat dihubungi wartawan.

Lebih lanjut kata Fajar, sebelum ngaben massal berlangsung pada Jumat (1/5) lalu, sejumlah pihak di desa sudah memberikan iimbauan.

Pihak yang dimaksud yakni prajuru adat, aparat dinas, babinsa, dan bhabinkamtibmas. Termasuk dalam pelaksanaan di hari H, ia pun sudah mengantisipasi.

“Karena akhirnya terjadi seperti ini, mestinya tanggungjawab bersama. Tidak bisa lepas begitu saja korbankan satu orang,” katanya lagi.

Menurutnya peristiwa pengabenan massal itu harus dilihat secara utuh.

Sebab dalam pelaksanaan ngaben massal itu menggunakan bade berukuran besar. Jadi tak bisa diangkat oleh 25 orang saja. Ditambah lagi kondisi geografis yang menanjak. Turut menyulitkan prosesi mengusung bade ke Setra Sudaji.

“Di Denpasar empat orang bisa saja bawa bade, karena dibawa dengan roda. Di sudaji nggak bisa, karena ada tanjakan dan turunan curam. Bade saja lihat, yang ngangkut 25 orang itu nggak akan sanggup. Apalagi jalurnya menanjak,” katanya lagi.

Bahkan, kata Fajar, dengan ditetapkannya Suwardana sebagai tersangka, pihak desa juga siap memberi jaminan.

Apabila dalam  kurun waktu 14 hari tidak ada warga yang positif covid-19, maka menurut Fajar, tidak ada pihak yang dirugikan.

“Kita kan sama-sama orang Bali. Kami mohon ada proses toleransi dan kebijakan, karena ini terkait adat dan budaya kita. Kami juga sangat berterima kasih pada polisi, karena warga kami sudah diperlakukan dengan bijak (tidak ditahan, Red),” tegasnya.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/