alexametrics
25.4 C
Denpasar
Saturday, May 21, 2022

Tiga Tersangka Pembobol Dana Deposito Rp 62 Miliar Ditahan

DENPASAR– Trio tersangka pembobol dana deposito nasabah salah satu bank swasta di Denpasar sebesar Rp 62 miliar langsung ditahan usai menjalani pelimpahan di Kejari Denpasar, Rabu siang (5/5).

 

Ketiga tersangka, itu yakni masing-masing berinisial MRPP, PEP, dan IGSPP.

 

Ketiganya memakai rompi tahanan warna oranye saat masuk ke dalam mobil tahanan.

 

Sebelum dilimpahkan ke Kejari Denpasar, ketiganya disidik Mabes Polri. Setelah berkas lengkap, mereka dilimpahkan untuk segera menjalani persidangan.

- Advertisement -

 

“Salah satu dari tiga tersangka, yaitu MRPP adalah mantan Kepala Cabang,” ujar Kasi Intel Kejari Denpasar, Kadek Hari Supriadi.

 

Sementara tersangka PEP adalah staf marketing deposito, sedangkan tersangka IGSPP adalah teman tersangka PEP yang diajak melakukan tindak pidana.

 

Dalam perkara ini kerugian yang ditimbulkan sekitar Rp 62 miliar.

Baca Juga:  Konser Dangdut, Dua Pengunjung Pameran Dagang Jadi Korban Penusukan

 

Ditegaskan, Hari mereka akan dititipkan di Rutan Polresta Denpasar hingga 20 hari ke depan.

 

Setelah berkas lengkap barulah dilimpahkan ke pengadilan untuk diadili.

 

Sayangnya Hari tidak menyebut nama bank swasta tersebut. Namun, menurut sumber koran ini, bank tersebut merupakan bank besar kelas nasional.

 

Dijelaskan lebih lanjut, kejahatan yang dilakukan ketiganya sejak 2014 sampai dengan 2021.

 

Saat itu Dimana tersangka MRPP saat itu belum menjabat sebagai kepala cabang sampai menjabat sebagai kepala cabang.

 

Kasus ini terungkap saat sejumlah nasabah tidak bisa mencairkan depositonya. Modus operandi yang dilakukan para tersangka yaitu menggunakan deposito nasabah yang disimpan di bank dengan cara memanipulasi data otentik, berupa data nomor ponsel nasabah dalam sistem bank. 

Baca Juga:  Kisruh Pemkab Gianyar Vs Puri Memanas, Saling Klaim Pasang Papan Plang

 

Caranya tersangka memindahkan saldo rekening milik nasabah ke rekening penampung uang hasil kejahatan.

 

“Selain itu, para tersangka juga melakukan pemindahbukuan dana deposito milik nasabah. Ada beberapa nasabah yang dirugikan,” beber Hari.

 

Ditambahkan Hari, ketiga tersangka dijerat Pasal 51 jo Pasal 35 UU ITE dan atau Pasal 49 ayat (1) dan (2) UU Nomor 10/1998, dan atau Pasal 81, Pasal 83 dan Pasal 85 UU Nomor 3/2011 tentang Transfer Dana. 

 

Jaksa juga memasang Pasal 263 KUHP, dan atau Pasal 266 KUHP, dan atau Pasal 3, Pasal 5 dan Pasal 10 UU No.8 tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. 

- Advertisement -

DENPASAR– Trio tersangka pembobol dana deposito nasabah salah satu bank swasta di Denpasar sebesar Rp 62 miliar langsung ditahan usai menjalani pelimpahan di Kejari Denpasar, Rabu siang (5/5).

 

Ketiga tersangka, itu yakni masing-masing berinisial MRPP, PEP, dan IGSPP.

 

Ketiganya memakai rompi tahanan warna oranye saat masuk ke dalam mobil tahanan.

 

Sebelum dilimpahkan ke Kejari Denpasar, ketiganya disidik Mabes Polri. Setelah berkas lengkap, mereka dilimpahkan untuk segera menjalani persidangan.

 

“Salah satu dari tiga tersangka, yaitu MRPP adalah mantan Kepala Cabang,” ujar Kasi Intel Kejari Denpasar, Kadek Hari Supriadi.

 

Sementara tersangka PEP adalah staf marketing deposito, sedangkan tersangka IGSPP adalah teman tersangka PEP yang diajak melakukan tindak pidana.

 

Dalam perkara ini kerugian yang ditimbulkan sekitar Rp 62 miliar.

Baca Juga:  Terseret Arus Pantai Kedungu, Warga Sumba Barat NTT Tewas Tenggelam

 

Ditegaskan, Hari mereka akan dititipkan di Rutan Polresta Denpasar hingga 20 hari ke depan.

 

Setelah berkas lengkap barulah dilimpahkan ke pengadilan untuk diadili.

 

Sayangnya Hari tidak menyebut nama bank swasta tersebut. Namun, menurut sumber koran ini, bank tersebut merupakan bank besar kelas nasional.

 

Dijelaskan lebih lanjut, kejahatan yang dilakukan ketiganya sejak 2014 sampai dengan 2021.

 

Saat itu Dimana tersangka MRPP saat itu belum menjabat sebagai kepala cabang sampai menjabat sebagai kepala cabang.

 

Kasus ini terungkap saat sejumlah nasabah tidak bisa mencairkan depositonya. Modus operandi yang dilakukan para tersangka yaitu menggunakan deposito nasabah yang disimpan di bank dengan cara memanipulasi data otentik, berupa data nomor ponsel nasabah dalam sistem bank. 

Baca Juga:  Proyek Tukad Mati Makan Korban, Dua Pejabat Teras Tersangka

 

Caranya tersangka memindahkan saldo rekening milik nasabah ke rekening penampung uang hasil kejahatan.

 

“Selain itu, para tersangka juga melakukan pemindahbukuan dana deposito milik nasabah. Ada beberapa nasabah yang dirugikan,” beber Hari.

 

Ditambahkan Hari, ketiga tersangka dijerat Pasal 51 jo Pasal 35 UU ITE dan atau Pasal 49 ayat (1) dan (2) UU Nomor 10/1998, dan atau Pasal 81, Pasal 83 dan Pasal 85 UU Nomor 3/2011 tentang Transfer Dana. 

 

Jaksa juga memasang Pasal 263 KUHP, dan atau Pasal 266 KUHP, dan atau Pasal 3, Pasal 5 dan Pasal 10 UU No.8 tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/