alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Gawat! Kemenkum HAM Bali Ancam Deportasi WNA yang Melanggar Prokes

DENPASAR – Pihak Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Bali mengancam akan mendeportasi warga negara asing yang mellangar protokol kesehatan dalam pencegahan Covid-19. Hal itu ditegaskan Kepala Kantor Kementerian Hukum dan HAM Bali, Jamaruli Manihuruk dalam sidak terhadap WNA di sekitar Seminyak dan Canggu, Kabupaten Badung.

Jamaruli mengatakan, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali tidak akan main-main terhadap pengawasan orang asing. WNA yang dianggap membahayakan dan patut diduga membahayakan keamanan dan ketertiban, serta melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku langsung akan dideportasi.

 

“Kami beserta jajaran berkomitmen untuk memastikan dan akan memberikan tindakan tegas apabila terdapat WNA yang melanggar protokol kesehatan. Jika terbukti melanggar, WNA tersebut akan diberikan sanksi tindakan administrasi keimigrasian berupa pendeportasian sesuai dengan Pasal 75 Undang-Undang No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian,” jelas Jamaruli.

Baca Juga:  Sah! Odmil Denpasar Musnahkan BB Tiga Oknum TNI Kasus Ini…

 

Dia menjelaskan, Pasal 75 UU Keimigrasian itu berbunyi setiap orang asing yang berada di wilayah Indonesia yang melakukan kegiatan berbahaya dan patut diduga membahayakan keamanan dan ketertiban umum atau tidak menghormati atau tidak menaati peraturan perundang-undangan yang berlaku akan dikenakan tindakan administrasi keimigrasian salah satunya adalah pendeportasian.

Kanwil Hukum dan HAM Bali bersama jajaran, termasuk Imigrasi Kelas I TPI Denpasar, dan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai melaksanakan kegiatan pengawasan protokol Kesehatan terhadap Warga Negara Asing (WNA). Kegiatan itu menyasar sejumlah lokasi di daerah Seminyak dan Canggu, Kuta Utara, Badung pada Minggu (4/7/2021) malam. 

 

Dalam kegiatan yang digelar mulai pukul 20.00 WITA hingga pukul 22.00 WITA itu lokasi pertama yang disasar adalah kawasan Seminyak, Kuta. Namun di lokasi itu tampak sepi dan telah tutup sementara sejak di berlakukannya PPKM Darurat.

Baca Juga:  Wow! Aktris Film Dewasa Ternama, Sola Aoi Ingin Tinggal di Bali

Pengawasan dilanjutkan ke sejumlah kawasan hiburan di daerah Canggu. Di sana juga tidak ditemukan WNA yang melanggar protokol kesehatan. 

 

Lanjut dia, dengan diberlakukannya PPKM Darurat ini diharapkan para WNA agar selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan dan tidak mengganggu ketertiban dan keamanan sehingga  mampu menekan laju penyebaran Covid-19. Hal itu agar Provinsi Bali menjadi daerah yang aman dan nyaman sebagai bagian dari destinasi pariwisata di Indonesia.

 

“Kami harapkan WNA juga selalu menaati aturan protokol kesehatan. Menerapkan selalu 3M. Mencuci tangan, memakai masker dan selalu menjaga jarak. Bagi yang melanggar, sanksi tegas menanti,” tandasnya.


DENPASAR – Pihak Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Bali mengancam akan mendeportasi warga negara asing yang mellangar protokol kesehatan dalam pencegahan Covid-19. Hal itu ditegaskan Kepala Kantor Kementerian Hukum dan HAM Bali, Jamaruli Manihuruk dalam sidak terhadap WNA di sekitar Seminyak dan Canggu, Kabupaten Badung.

Jamaruli mengatakan, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali tidak akan main-main terhadap pengawasan orang asing. WNA yang dianggap membahayakan dan patut diduga membahayakan keamanan dan ketertiban, serta melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku langsung akan dideportasi.

 

“Kami beserta jajaran berkomitmen untuk memastikan dan akan memberikan tindakan tegas apabila terdapat WNA yang melanggar protokol kesehatan. Jika terbukti melanggar, WNA tersebut akan diberikan sanksi tindakan administrasi keimigrasian berupa pendeportasian sesuai dengan Pasal 75 Undang-Undang No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian,” jelas Jamaruli.

Baca Juga:  Tanaman Padi di Subak Karangasem Teben Diserang Hama, Petani Pasrah

 

Dia menjelaskan, Pasal 75 UU Keimigrasian itu berbunyi setiap orang asing yang berada di wilayah Indonesia yang melakukan kegiatan berbahaya dan patut diduga membahayakan keamanan dan ketertiban umum atau tidak menghormati atau tidak menaati peraturan perundang-undangan yang berlaku akan dikenakan tindakan administrasi keimigrasian salah satunya adalah pendeportasian.

Kanwil Hukum dan HAM Bali bersama jajaran, termasuk Imigrasi Kelas I TPI Denpasar, dan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai melaksanakan kegiatan pengawasan protokol Kesehatan terhadap Warga Negara Asing (WNA). Kegiatan itu menyasar sejumlah lokasi di daerah Seminyak dan Canggu, Kuta Utara, Badung pada Minggu (4/7/2021) malam. 

 

Dalam kegiatan yang digelar mulai pukul 20.00 WITA hingga pukul 22.00 WITA itu lokasi pertama yang disasar adalah kawasan Seminyak, Kuta. Namun di lokasi itu tampak sepi dan telah tutup sementara sejak di berlakukannya PPKM Darurat.

Baca Juga:  Sehari Usai Nyepi Tiga Penerbangan Internasional Tiba di Bali

Pengawasan dilanjutkan ke sejumlah kawasan hiburan di daerah Canggu. Di sana juga tidak ditemukan WNA yang melanggar protokol kesehatan. 

 

Lanjut dia, dengan diberlakukannya PPKM Darurat ini diharapkan para WNA agar selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan dan tidak mengganggu ketertiban dan keamanan sehingga  mampu menekan laju penyebaran Covid-19. Hal itu agar Provinsi Bali menjadi daerah yang aman dan nyaman sebagai bagian dari destinasi pariwisata di Indonesia.

 

“Kami harapkan WNA juga selalu menaati aturan protokol kesehatan. Menerapkan selalu 3M. Mencuci tangan, memakai masker dan selalu menjaga jarak. Bagi yang melanggar, sanksi tegas menanti,” tandasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/