Kamis, 02 Dec 2021
Radar Bali
Home / Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Fix, Polisi Pastikan Wanita PSK di Padanggalak Bukan Korban Pembunuhan

05 Agustus 2021, 20: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

Fix, Polisi Pastikan Wanita PSK di Padanggalak Bukan Korban Pembunuhan

Tim Identifikasi dari Polresta Denpasar saat memeriksa jenazah Haryani di TKP, Rabu (4/8) kemarin (Dok Radar Bali)

Share this      

DENPASAR-Kasak-kusuk dan spekulasi dugaan pembunuhan yang menimpa korban Haryani, 51, dan terjadi di eks kompleks Lokaliasasi Padanggalak, Kesiman, Denpasar Timur, Rabu pagi (4/8) akhirnya terjawab.

Atas dugaan itu, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Denpasar meneggaskan dan memastikan jika perempuan pekerja seks komersial (PSK) asal Bondowoso, Jawa Timur, itu meninggal bukan karena dibunuh.

Penegasan dan kepastian itu seperti yang disampaikan Kasubbag Humas Polresta Denpasar Iptu Sukadi, Kamis (5/8).

Baca juga: Begini Modus Dugaan Korupsi Sesajen Kadisbud Denpasar IGN Mataram

"Agar diluruskan kembali bahwa itu bukan korban pembunuhan," tegas Sukadi.

Dijelaskannya, dari hasil keterangan saksi, ternyata sebelum meninggal, korban memiliki riwayat penyakit dalam.

Hal itu diketahui berdasarkan keterangan keluar korban. 

"Untuk sementara, menurut keterangan keluarga, korban memiliki riwayat penyakit dalam," ujarnya.

Namun demikian, untuk mengetahui penyebab pasti tewasnya korban, pihaknya menyatakan jika polisi masih menunggu hasil otopsi dari pihak dokter.

"Kita tunggu hasil otopsi dari pihak rumah sakit (RSUP Sanglah Denpasar)," tandasnya. 

Seperti diketahui sebelumnya, warga dan penghuni kos di eks kompleks lokalisasi Padanggalak sempat dihebohkan dengan meninggalnya Haryani.

Jasad wanita kelahiran 1 Januari 1970 asal Dusun Kranjan, Desa Cangkringan, Kecamatan Prajekan, Kabupatrm Bondowoso, Jatim ini ditemukan tewas mendadak pada,

Rabu (4/8) sekitar pukul 09.30 WITA.

Saat ditemukan, mulut dari wanita berusia 51 tahun itu mengeluarkan darah. 

Belakangan dari sejumlah informasi saksi di TKP, 15 menit sebelum meninggal, korban sempat dikabarkan melayani seorang pria bule yang diduga sebagai pelanggan tetap.

Keterangan saksi itu, juga berkorelasi dengan temuan polisi dengan adanya alat kontrasepsi kondom berisi cairan sperma di dalam kamar korban. 

Selanjutnya beberapa saat usai berkencan melayani tamu bule, salah satu saksi, yakni Sahami alias Bu Nur, 40, mendengar suara teriakan minta tolong dari dalam kamar korban saat saksi sedang mandi.

Kemudian usai mandi, saksi langsung datang ke kamar korban dan menemukan korban dalam kondisi terbaring di ranjang kamar kosnya.

Sempat memberikan minum air mineral, sesaat kemudian, saat saksi kembali ke kamar korban, korban yang saat itu hanya mengenakan daster dan tidak memakai pakaian dalam sudah ditemukan meninggal dengan mulut keluar darah.

Namun, meski ada darah keluar dari mulut korban, dari hasil identifikasi dan pemeriksaan luar pada jasad korban, polisi tidak menemukan tanda bekas kekerasan.

Bahkan, keterangan polisi itu juga dikuatkan dengan keterangan dan hasil visum luar yang dilakukan tim kedokteran forensik RSUP Sanglah Denpasar.

(rb/mar/pra/JPR)


 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia