alexametrics
25.4 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Alamak, Oknum Polisi Pemeras Turis Jepang Belum Di-Nonjob-kan

DENPASAR-Pemeriksaan dan pemberkasan perkara dua oknum polisi terduga pemeras turis Jepang di Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Bali telah usai.

Kini dengan selesainya pemerikasaan  dan pemberkasan, perkara kedua oknum polisi itu langsung dikembalikan ke Mapolres Jembrana untuk menjalani sidang disiplin oleh Ankum (Atasan yang berhak menghukum).

Sayangnya, meski akan menjalani sidang disiplin, kedua oknum polisi masih bertugas seperti biasa.

Seperti disampaikan Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Syamsi SH.

Saat dikonfirmasi di Mapolda Bali, Kombes Syamsi menegaskan bila dua oknum anggota Satuan Sabhara Polres Jembrana itu  masih belum di-nonjob-kan alias masih bertugas seperti biasa.

“Yang bersangkutan (dua oknum anggota Polisi) tetap masuk tugas sambil menunggu sidang disiplin yang akan dilaksanakan oleh Ankum (Atasan yang berhak menghukum) daripada yang bersangkutan,”tegasnya.

Baca Juga:  Api Lahap Tiga Bangunan, 16 Kamar Ludes Terbakar

Diberitakan sebelumnya, dua oknum polisi diduga memeras pengendara sepeda motor yang kebetulan warga Jepang.

Kejadian berlangsung pertengahan 2019 di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, persisnya di wilayah Pekutatan.

Saat itu dilakukan razia kendaraan bermotor bagi pengguna jalan yang melintas. Korban yang merupakan turis Jepang tak luput dari pemeriksaan.

Karena lampu depan tidak menyala pada siang hari, oknum polisi kemudian mengatakan kepada korban bahwa korban melanggar.

Oknum anggota Sat Sabhara itu pun meminta Rp1 juta dengan alasan membantu proses. Namun, turis itu hanya memiliki Rp900 ribu, dan polisi itu pun menerima sejumlah itu. Masalah pun dianggap selesai.

Kasus pemerasan ini terungkap setelah pemilik akun Style Kenji mengunggah ulah polisi itu melalui kanal YouTube, akhir 2019 lalu.

Baca Juga:  WOW, Krematorium yang Ditutup Warga Sehari Bisa Kremasi 10-15 Jenazah

 



DENPASAR-Pemeriksaan dan pemberkasan perkara dua oknum polisi terduga pemeras turis Jepang di Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Bali telah usai.

Kini dengan selesainya pemerikasaan  dan pemberkasan, perkara kedua oknum polisi itu langsung dikembalikan ke Mapolres Jembrana untuk menjalani sidang disiplin oleh Ankum (Atasan yang berhak menghukum).

Sayangnya, meski akan menjalani sidang disiplin, kedua oknum polisi masih bertugas seperti biasa.

Seperti disampaikan Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Syamsi SH.

Saat dikonfirmasi di Mapolda Bali, Kombes Syamsi menegaskan bila dua oknum anggota Satuan Sabhara Polres Jembrana itu  masih belum di-nonjob-kan alias masih bertugas seperti biasa.

“Yang bersangkutan (dua oknum anggota Polisi) tetap masuk tugas sambil menunggu sidang disiplin yang akan dilaksanakan oleh Ankum (Atasan yang berhak menghukum) daripada yang bersangkutan,”tegasnya.

Baca Juga:  Tak Perlu Tunggu Visum, Polisi Harus Tangkap Paman Cabul

Diberitakan sebelumnya, dua oknum polisi diduga memeras pengendara sepeda motor yang kebetulan warga Jepang.

Kejadian berlangsung pertengahan 2019 di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, persisnya di wilayah Pekutatan.

Saat itu dilakukan razia kendaraan bermotor bagi pengguna jalan yang melintas. Korban yang merupakan turis Jepang tak luput dari pemeriksaan.

Karena lampu depan tidak menyala pada siang hari, oknum polisi kemudian mengatakan kepada korban bahwa korban melanggar.

Oknum anggota Sat Sabhara itu pun meminta Rp1 juta dengan alasan membantu proses. Namun, turis itu hanya memiliki Rp900 ribu, dan polisi itu pun menerima sejumlah itu. Masalah pun dianggap selesai.

Kasus pemerasan ini terungkap setelah pemilik akun Style Kenji mengunggah ulah polisi itu melalui kanal YouTube, akhir 2019 lalu.

Baca Juga:  Bali Potensi Kejahatan Laut, Bea Cukai, AL dan Polda Patroli Bersama

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/