alexametrics
29.8 C
Denpasar
Sunday, May 22, 2022

Polda Bali Sita Bukti Transfer Arisan Online ILK

DENPASAR– Perkara dugaan penggelepan berkedok arisan online Ira Leenzo Kitchen (ILK) dengan kerugian Rp8 miliar kembali bergulir.

Setelah Kejati Bali menunjuk dua orang jaksa senior untuk koordinasi dengan penyidik Polda Bali, kini penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Bali bakal memeriksa sembilan saksi.

Satu di antaranya adalah IYK yang sudah menyandang status tersangka.

Perkembangan penyidikan itu dibeberkan Agus Sujoko, pengacara pelapor atau korban Anastasia Novalina Handoko.

Dijelaskan Agus, dalam surat tertanggal 3 September itu penyidik telah memanggil delapan orang saksi.

Penyidik juga akan memeriksa saksi bernama Sherly K. Dompas di Jakarta. “Dalam surat penyidik juga disebutkan, terlapor IYK juga akan diperiksa,” ujar Agus, kemarin (5/9).

Baca Juga:  Dewa Wiratmaja Tersangka Korupsi, Rektor Unud Masih Izinkan Mengajar

Perkembangan baru lainnya, yaitu penyidik telah menyita puluhan lembar dokumen berisi perjanjian, broadcast atau pesan berantai, dan surat perjanjian pengembalian modal.

- Advertisement -

“Bukti transfer atau pembayaran arisan pada setiap kloter (grup arisan) juga disita penyidik,” tukas Agus Sujoko.

Pengacara kawakan itu mengaku optimistis penyidik Polda Bali bekerja profesional.

Terlebih dari hasil gelar perkara di Ditreskrimum Polda Bali, telah disimpulkan adanya unsur pidana penggelapan sebagaimana dimaksud Pasal 372 KUHP.

Selain itu, Agus juga berharap uang para korban dikembalikan.

Pasalnya, rata-rata uang puluhan hingga ratusan juta rupiah yang digunakan untuk arisan bukanlah murni uang korban.

Menurut Agus, jumlah korban arisan ini mencapai 179 orang dengan kerugian material sekitar Rp 8 miliar.

Baca Juga:  Ibu Rumah Tangga di Jembrana Ditangkap karena Selundupkan Penyu

Di sisi lain, setelah terbit Surat Perintah Dimulai Penyidikan (SPDP) oleh Polda Bali, Kejati Bali juga sudah menunjuk dua orang jaksa untuk koordinasi dengan penyidik. JPU yang bertugas dalam kasus ini, I Ketut Sujaya dan Eddy Arta Wijaya.

Saat dihubungi, keduanya menyatakan dalam posisi menunggu berkas dari penyidik Polda Bali. Sujaya dan Eddy sendiri merupakan jaksa senior di Kejati Bali.

Keduanya bertugas dalam kasus penipuan senilai Rp150 miliar dengan tersangka mantan Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta.

- Advertisement -

DENPASAR– Perkara dugaan penggelepan berkedok arisan online Ira Leenzo Kitchen (ILK) dengan kerugian Rp8 miliar kembali bergulir.

Setelah Kejati Bali menunjuk dua orang jaksa senior untuk koordinasi dengan penyidik Polda Bali, kini penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Bali bakal memeriksa sembilan saksi.

Satu di antaranya adalah IYK yang sudah menyandang status tersangka.

Perkembangan penyidikan itu dibeberkan Agus Sujoko, pengacara pelapor atau korban Anastasia Novalina Handoko.

Dijelaskan Agus, dalam surat tertanggal 3 September itu penyidik telah memanggil delapan orang saksi.

Penyidik juga akan memeriksa saksi bernama Sherly K. Dompas di Jakarta. “Dalam surat penyidik juga disebutkan, terlapor IYK juga akan diperiksa,” ujar Agus, kemarin (5/9).

Baca Juga:  Soal Ancaman Teror Jelang Nataru, Ini Pernyataan Kapolda Bali..

Perkembangan baru lainnya, yaitu penyidik telah menyita puluhan lembar dokumen berisi perjanjian, broadcast atau pesan berantai, dan surat perjanjian pengembalian modal.

“Bukti transfer atau pembayaran arisan pada setiap kloter (grup arisan) juga disita penyidik,” tukas Agus Sujoko.

Pengacara kawakan itu mengaku optimistis penyidik Polda Bali bekerja profesional.

Terlebih dari hasil gelar perkara di Ditreskrimum Polda Bali, telah disimpulkan adanya unsur pidana penggelapan sebagaimana dimaksud Pasal 372 KUHP.

Selain itu, Agus juga berharap uang para korban dikembalikan.

Pasalnya, rata-rata uang puluhan hingga ratusan juta rupiah yang digunakan untuk arisan bukanlah murni uang korban.

Menurut Agus, jumlah korban arisan ini mencapai 179 orang dengan kerugian material sekitar Rp 8 miliar.

Baca Juga:  Otaki Skimming, Pasutri dan Dua Temannya Pasrah Diganjar 2,5 Tahun

Di sisi lain, setelah terbit Surat Perintah Dimulai Penyidikan (SPDP) oleh Polda Bali, Kejati Bali juga sudah menunjuk dua orang jaksa untuk koordinasi dengan penyidik. JPU yang bertugas dalam kasus ini, I Ketut Sujaya dan Eddy Arta Wijaya.

Saat dihubungi, keduanya menyatakan dalam posisi menunggu berkas dari penyidik Polda Bali. Sujaya dan Eddy sendiri merupakan jaksa senior di Kejati Bali.

Keduanya bertugas dalam kasus penipuan senilai Rp150 miliar dengan tersangka mantan Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/