alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, July 5, 2022

Mimih…Duit Rp 200 Ribu dan Jimat Picu Kematian Tragis Botak

RadarBali.com – Pemicu tewasnya Gede Sudiarta alias De Botak, 31, warga Kelurahan Banyuasri, akhirnya terungkap.

Polisi menyatakan, tersangka Ketut Mahardika alias Kelet, 50, warga Kelurahan Kampung Baru, membunuh korban De Botak karena masalah shabu-shabu.

Dari hasil penyelidikan polisi, sebelum peristiwa pembunuhan terjadi pada Minggu (1/10) lalu, tersangka dan korban sempat bertemu di rumah pelaku di Jalan Pulau Belitung.

Keduanya lantas terlibat cek-cok. Polisi menyebut korban sempat meminta uang kepada tersangka untuk membeli shabu-shabu.

Saat itu tersangka hanya memberikan uang Rp 200 ribu kepada korban. Merasa tak cukup untuk beli sepaket sabu, korban yang datang dalam kondisi mabuk, langsung naik pitam.

Tersangka juga merasa kesal, karena akhir-akhir ini korban sering minta uang beli sabu. Padahal keduanya berteman sangat akrab.

“Motif sementara yang kita dapat adalah masalah penjualan sabu. Jadi korban minta uang pada tersangka untuk beli sabu. Ini baru keterangan tersangka nih. Ini masih kita dalami,” kata Kapolres Buleleng, AKBP I Made Sukawijaya kemarin.

Ketika cek-cok terjadi, tersangka juga disebut sempat naik pitam. Gara-garanya korban menunjukkan jimat dan memperagakan gerakan silat.

Tersangka terus terdorong hingga di kamar suci. Ketika itu, tersangka melihat ada sebilah pedang. Pedang langsung ditarik dan digunakan menebas korban sebanyak tiga kali.

Korban lalu melarikan diri, namun tak lama kemudian tumbang dengan bersimbah darah tak jauh dari lokasi kejadian.

Seperti berita sebelumnya, Minggu (1/10) sekitar pukul 16.30, korban  Gede Sudiarta alias Botak, 31, warga Jalan Lingga Gang 3 / 1 E, Kelurahan Banyuasri, Buleleng ini ditemukan lemas tak berdaya dan bersimbah darah.

Menurut saksi-saksi, korban terlihat lari dari arah pantai seolah-olah tidak ada masalah. Sampai di ujung Jalan Sulawesi, persis di barat Toko Umum Indah, korban jatuh.

Melihat hal itu, sekitar pukul 16.30, korban dilarikan dengan mobil pick up jenis Carry putih nopol DK 2162 UC, milik warga setempat ke RSUD Singaraja, dengan harapan agar mendapatkan pertolongan medis.

Sayang, kondisi korban sudah sangat kritis, dan sekitar pukul 18.30, korban dinyatakan meninggal dunia. 



RadarBali.com – Pemicu tewasnya Gede Sudiarta alias De Botak, 31, warga Kelurahan Banyuasri, akhirnya terungkap.

Polisi menyatakan, tersangka Ketut Mahardika alias Kelet, 50, warga Kelurahan Kampung Baru, membunuh korban De Botak karena masalah shabu-shabu.

Dari hasil penyelidikan polisi, sebelum peristiwa pembunuhan terjadi pada Minggu (1/10) lalu, tersangka dan korban sempat bertemu di rumah pelaku di Jalan Pulau Belitung.

Keduanya lantas terlibat cek-cok. Polisi menyebut korban sempat meminta uang kepada tersangka untuk membeli shabu-shabu.

Saat itu tersangka hanya memberikan uang Rp 200 ribu kepada korban. Merasa tak cukup untuk beli sepaket sabu, korban yang datang dalam kondisi mabuk, langsung naik pitam.

Tersangka juga merasa kesal, karena akhir-akhir ini korban sering minta uang beli sabu. Padahal keduanya berteman sangat akrab.

“Motif sementara yang kita dapat adalah masalah penjualan sabu. Jadi korban minta uang pada tersangka untuk beli sabu. Ini baru keterangan tersangka nih. Ini masih kita dalami,” kata Kapolres Buleleng, AKBP I Made Sukawijaya kemarin.

Ketika cek-cok terjadi, tersangka juga disebut sempat naik pitam. Gara-garanya korban menunjukkan jimat dan memperagakan gerakan silat.

Tersangka terus terdorong hingga di kamar suci. Ketika itu, tersangka melihat ada sebilah pedang. Pedang langsung ditarik dan digunakan menebas korban sebanyak tiga kali.

Korban lalu melarikan diri, namun tak lama kemudian tumbang dengan bersimbah darah tak jauh dari lokasi kejadian.

Seperti berita sebelumnya, Minggu (1/10) sekitar pukul 16.30, korban  Gede Sudiarta alias Botak, 31, warga Jalan Lingga Gang 3 / 1 E, Kelurahan Banyuasri, Buleleng ini ditemukan lemas tak berdaya dan bersimbah darah.

Menurut saksi-saksi, korban terlihat lari dari arah pantai seolah-olah tidak ada masalah. Sampai di ujung Jalan Sulawesi, persis di barat Toko Umum Indah, korban jatuh.

Melihat hal itu, sekitar pukul 16.30, korban dilarikan dengan mobil pick up jenis Carry putih nopol DK 2162 UC, milik warga setempat ke RSUD Singaraja, dengan harapan agar mendapatkan pertolongan medis.

Sayang, kondisi korban sudah sangat kritis, dan sekitar pukul 18.30, korban dinyatakan meninggal dunia. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/