alexametrics
25.4 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Sebelum Tewas, Nesa Sempat Jatuh di Sandaran Kanal Air BTID Serangan

DENPASAR – Warga Serangan dikejutkan dengan penemuan seorang mayat berjenis kelamin laki-laki di dalam air kanal, tepatnya selatan Kontainer BTID Serangan, Denpasar Selatan, Jumat (4/10) kemarin.

Belakangan diketahui pria tersebut bernama I Nyoman Nesa, 37, warga yang beralamat Jalan Tukad Pungawa, Hang Bawal, Banjar Dukuh, Serangan.

 “Setelah dibawa ke tepi, hidung korban mengeluarkan darah. Mulut korban luka diperkirakan terbentur pada saat jatuh di sandaran Kanal BTID,” paparnya.

Kapolsek Denpasar Selatan, Kompol Nyoman Wirajaya mengatakan bahwa korban sudah memiliki riwayat sajue epilepsi selama 10 tahun terakhir.

“Korban sudah sakit cukup lama. Itu yang diduga penyebab dia tewas,” katanya, Jumat (4/9). Lanjut dia, korban ditemukan mengapung dengan posisi telungkup dengan posisi kepala ke arah barat.

Baca Juga:  Tepergok di Pasar Sanglah, Tukang Hipnotis Ratusan Juta Diamuk Massa

Kepada polisi, kakak korban, Wayan Sudra, 44 menerangkan bahwa pada Kamis (3/9) sakit epilepsi korban sempat kumat.

Kemudian beberapa menit setelah keadaan kembali normal, korban pergi dari rumah. Setelah pergi selama kurang lebih satu jam, korban belum juga kembali ke rumah.

“Setelah mencari, Jumat (4/9) ditemukan tewas kanal air. Dengan sudah di temukan korban selanjutnya keluarga korban sepakat

untuk tidak mempermasalahkan musibah tersebut, akan membuat surat pernyataan bermaterai,” tambah Kompol Wirajaya.

Sebelum ditemukan tewas, saksi atas nama Kadek Midiarta,32 menyebutkan korban hari kamis (3/10) pukul 18.30 sedang makan.

Saat itu, korban sempat kumat epilepsinya dan beberapa menitnya korban sadar kembali. Selanjutnya korban mengeluh marah pada dirinya sendiri.

Baca Juga:  Sebelum Tewas, Si Bule Cantik Ribut Besar dengan Tersangka Karena Ini

“Kok saya begini terus, tidak sembuh sembuh,” kesal korban kala itu. Namun, saksi tidak menangapi marahnya korban karena sudah hal biasa kumat kumatan dan memang 10 tahun sudah menderita penyakit epilepsi.

Selanjutnya korban pergi jalan kaki keluar rumah. Sekitar satu jam lamanya korban tidak datang. Saksi bersama keluarga mencari di sekitar wilayah Serangan dan korban tidak ditemukan.

Nah, pada Jumat (4/10) sekitar pukul 09.00 wita korban ditemukan tewas di dalam air selatan Kantor Kontener BTID Serangan.




DENPASAR – Warga Serangan dikejutkan dengan penemuan seorang mayat berjenis kelamin laki-laki di dalam air kanal, tepatnya selatan Kontainer BTID Serangan, Denpasar Selatan, Jumat (4/10) kemarin.

Belakangan diketahui pria tersebut bernama I Nyoman Nesa, 37, warga yang beralamat Jalan Tukad Pungawa, Hang Bawal, Banjar Dukuh, Serangan.

 “Setelah dibawa ke tepi, hidung korban mengeluarkan darah. Mulut korban luka diperkirakan terbentur pada saat jatuh di sandaran Kanal BTID,” paparnya.

Kapolsek Denpasar Selatan, Kompol Nyoman Wirajaya mengatakan bahwa korban sudah memiliki riwayat sajue epilepsi selama 10 tahun terakhir.

“Korban sudah sakit cukup lama. Itu yang diduga penyebab dia tewas,” katanya, Jumat (4/9). Lanjut dia, korban ditemukan mengapung dengan posisi telungkup dengan posisi kepala ke arah barat.

Baca Juga:  Gegara Surat Tuntutan Belum Rampung, Sidang Jaksa Gadungan Ditunda

Kepada polisi, kakak korban, Wayan Sudra, 44 menerangkan bahwa pada Kamis (3/9) sakit epilepsi korban sempat kumat.

Kemudian beberapa menit setelah keadaan kembali normal, korban pergi dari rumah. Setelah pergi selama kurang lebih satu jam, korban belum juga kembali ke rumah.

“Setelah mencari, Jumat (4/9) ditemukan tewas kanal air. Dengan sudah di temukan korban selanjutnya keluarga korban sepakat

untuk tidak mempermasalahkan musibah tersebut, akan membuat surat pernyataan bermaterai,” tambah Kompol Wirajaya.

Sebelum ditemukan tewas, saksi atas nama Kadek Midiarta,32 menyebutkan korban hari kamis (3/10) pukul 18.30 sedang makan.

Saat itu, korban sempat kumat epilepsinya dan beberapa menitnya korban sadar kembali. Selanjutnya korban mengeluh marah pada dirinya sendiri.

Baca Juga:  Ngawur…Kalah Main Futsal, Pelajar SMP Taman Sastra Main Serang

“Kok saya begini terus, tidak sembuh sembuh,” kesal korban kala itu. Namun, saksi tidak menangapi marahnya korban karena sudah hal biasa kumat kumatan dan memang 10 tahun sudah menderita penyakit epilepsi.

Selanjutnya korban pergi jalan kaki keluar rumah. Sekitar satu jam lamanya korban tidak datang. Saksi bersama keluarga mencari di sekitar wilayah Serangan dan korban tidak ditemukan.

Nah, pada Jumat (4/10) sekitar pukul 09.00 wita korban ditemukan tewas di dalam air selatan Kantor Kontener BTID Serangan.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/