alexametrics
27.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Setra Dipadati Sejak Pukul 08.00 Pagi, Otopsi Dilakukan Menyeluruh

AMLAPURA – Kematian I Kadek Sepi, bocah 13 tahun asal Banjar Dinas Babakan, Desa Purwakerthi, Kecamatan Abang, Karangasem yang dianggap kerabat tak wajar akhirnya dilakukan otopsi. Untuk memastikan penyebab kematian korban, Selasa (5/10) pagi kuburan korban dibongkar untuk selanjutnya jenazah almarhum diotopsi.

 

Sejak pukul 08.00 pagi setra Desa Adat Linggawana sudah dipadati sejumlah personel kepolisian dari Polsek Abang dan Polres Karangasem. Warga juga tampak hadir.

 

Pantauan wartawan, tampak hadir kedua orang tua korban I Kadek Sepi, yakni I Nengah Kicen dan ibunya Ni Nyoman Sutinidan. Pasutri itu didampingi kuasa hukum I Wayang Lanus Artawan.

 

Dalam proses itu juga tampak hadir pelapor yang masih berstatus keluarga korban, I Komang Eka Putra, 20, dan I Made Suardana.

Baca Juga:  Aktivis Anak Desak Polisi Terapkan Pasal Pembunuhan Berencana Ke Kicen

 

Proses pembongkaran jenazah yang melibatkan tim Inafis dan juga tim dari Kedokteran Kepolisian (Dokpol) Polda Bali untuk melakukan otopsi jenazah bocah yang duduk di bangku kelas VI SD tersebut.

 

Proses otopsi baru dimulai sekitar pukul 10.00 hingga pukul 12.00 siang dipimpin Kepala Instalasi Forensik RS Sanglah, dr. Dudut Rustiyadi.

 

 

Kepala Instalasi Forensik RS Sanglah, dr. Dudut Rustiyadi mengatakan, selama proses otopsi hampir tidak menemukan kendala apapun. Pemeriksaan pada jenazah Sepi dilakukan secara menyeluruh.

 

“Kami melakukan pemeriksaan otopsi atas permintaan dari Polres Karangasem. Untuk hasil belum bisa dilaporkan. Nanti secepatnya dilaporkan hasilnya ke Polres Karangasem,” kata Dudut ditemui usai melakukan otopsi.

Baca Juga:  Kakek Korban Sempat Lemas Lihat Cucunya Disetubuhi Pelaku di Kamar

AMLAPURA – Kematian I Kadek Sepi, bocah 13 tahun asal Banjar Dinas Babakan, Desa Purwakerthi, Kecamatan Abang, Karangasem yang dianggap kerabat tak wajar akhirnya dilakukan otopsi. Untuk memastikan penyebab kematian korban, Selasa (5/10) pagi kuburan korban dibongkar untuk selanjutnya jenazah almarhum diotopsi.

 

Sejak pukul 08.00 pagi setra Desa Adat Linggawana sudah dipadati sejumlah personel kepolisian dari Polsek Abang dan Polres Karangasem. Warga juga tampak hadir.

 

Pantauan wartawan, tampak hadir kedua orang tua korban I Kadek Sepi, yakni I Nengah Kicen dan ibunya Ni Nyoman Sutinidan. Pasutri itu didampingi kuasa hukum I Wayang Lanus Artawan.

 

Dalam proses itu juga tampak hadir pelapor yang masih berstatus keluarga korban, I Komang Eka Putra, 20, dan I Made Suardana.

Baca Juga:  Sabu-sabu Disebunyikan dalam Permen, Terancam 12 Tahun Penjara

 

Proses pembongkaran jenazah yang melibatkan tim Inafis dan juga tim dari Kedokteran Kepolisian (Dokpol) Polda Bali untuk melakukan otopsi jenazah bocah yang duduk di bangku kelas VI SD tersebut.

 

Proses otopsi baru dimulai sekitar pukul 10.00 hingga pukul 12.00 siang dipimpin Kepala Instalasi Forensik RS Sanglah, dr. Dudut Rustiyadi.

 

 

Kepala Instalasi Forensik RS Sanglah, dr. Dudut Rustiyadi mengatakan, selama proses otopsi hampir tidak menemukan kendala apapun. Pemeriksaan pada jenazah Sepi dilakukan secara menyeluruh.

 

“Kami melakukan pemeriksaan otopsi atas permintaan dari Polres Karangasem. Untuk hasil belum bisa dilaporkan. Nanti secepatnya dilaporkan hasilnya ke Polres Karangasem,” kata Dudut ditemui usai melakukan otopsi.

Baca Juga:  Cueki Protes Wayan Gendo Dkk, Sidang Kedua Jerinx Tetap Digelar Online

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/