alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

[Lagi] 2 Maling Puluhan Ekor Sapi Asal Situbondo Diganjar 14 Bulan Bui

NEGARA-Nurul Hadi dan Miftakhul Fauzi, dua terdakwa pencurian sapi dan pakan ternak di sejumlah kabupaten di Bali, Rabu (6/5) kembali menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Negara.

Sidang putusan ini, merupakan sidang kali ketiga yang dijalani dua terdakwa asal Situbondo, Jawa Timur selama dua pekan terakhir.

Pasalnya, sebelum sidang putusan, keduanya juga sempat menjalani sidang dengan tiga perkara berbeda.

Saat sidang di PN Negara, majelis hakim yang diketuai Haryuning Respanti mengganjar keduanya dengan hukuman pidana selama 1 tahun dan 2 bulan (14 bulan).

Hukuman kedua terdakwa yang lebih ringan 4 bulan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang sebelumnya dituntut dengan hukuman pidana selama 1 tahun dan 6 bulan itu, karena kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pencurian 5 (lima) karung pakan ternak dari dalam truk parkir di Jalan Denpasar – Gilimanuk, Banjar Cempaka, Desa Pangyangan, Pekutatan.

“Kedua terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 363 ayat (1) Ke-4 dan Ke-5 KUHP,”tegas Hakim Haryuning.

Sehingga dengan putusan terbaru atas kasus pencurian pakan ternak makin menambah masa kedua terdakwa di dalam penjara.

Hal ini karena sebelum putusan, keduanya juga diganjar hukuman pidana 10 bulan atas kasus pencurian sapi di dua tempat kejadian berbeda yakni di di Banjar Pangkung Buluh, Desa Kaliakah.

Baca Juga:  Terbukti Korupsi Retribusi, Mantan Kadiskominfo Dituntut 1,5 Tahun

Kemudian terkait dengan pencurian sapi di Banjar Cempaka, Desa Pangyangan, dua terdakwa juga divonis pidana selama 1 tahun penjara.

“Dua terdakwa didakwa dengan tiga perkara berbeda karena beda kasus tempat kejadian perkara,” terang Kasipidum Kejari Jembrana I Gede Gatot Hariawan.

Bahkan imbuh Gatot, setelah proses sidang tiga perkara di PN Negara ini selesai, dua terdakwa juga masih akan menjalani sidang marathon di tiga tempat, yakni PN Klungkung, PN Tabanan dan PN Gianyar atas kasus pencurian yang sama (pencurian sapi).

Seperti diketahui, bergulirnya kasus yang menjerat keduanya berawal dari penangkapan dua terdakwa usai melalukan aksi pencurian pada Minggu (22/12) tahun 2019 lalu, di Jalan Denpasar – Gilimanuk, Desa Pangyangan, Kecamatan Pekutatan.

Awalnya ditangkap Nurul Hadi, setelah mencuri lima karung pakan ternak dari dalam truk yang parkir. Kemudian polisi menangkap Miftakhul Fauzi yang berhasil lolos dari kejaran warga dan ditangkap di Desa Perancak dan sempat digebuki massa.

Baca Juga:  Lagi, Dua Tsk Pembuat Suket Rapid Palsu Seharga Rp100 Ribuan Ditangkap

Hasil penyelidikan, terungkap bahwa dua terdakwa merupakan pelaku pencurian sapi di wilayah hukum Polres Jembrana, Tabanan, Gianyar dan Klungkung.

Dari pengakuan Miftakhul Fauzi, dari setiap aksinya, satu TKP, terdakwa  bisa mencuri antara tiga hingga sampai empat ekor sapi.

Dua terdakwa asal Situbondo, Jawa Timur tersebut, membawa sapi dengan truk yang sudah kosong.

Mereka melakukan pencurian sapi setelah mengirim sembako ke wilayah NTB, saat pulang dari NTB di perjalanan melakukan penurian sapi ternak, hingga total 23 sapi dari sembilan TKP di wilayah hukum Polres Jembrana.

Selain di wilayah Jembrana, tersangka melakukan pencurian di Klungkung dua kali di Jalan Bypass IB Mantra, total sebanyak lima ekor, wilayah Gianyar juga dua kali sebanyak 5 ekor sapi dan di wilayah Tabanan dua kali sebanyak 3 ekor sapi.

Setiap membawa sapi hasil curian ke Jawa, tersangka menutup truk dengan terpal sehingga sapi tidak terlihat petugas jaga di Pelabuhan Gilimanuk.

Sapi kemudian dijual pada seorang penadah bernama Markus yang juga berasal dari Situbondo. Setiap ekor sapi dijual antara Rp 5 juta hingga Rp 6 juta, tergantung dari ukuran sapi. 



NEGARA-Nurul Hadi dan Miftakhul Fauzi, dua terdakwa pencurian sapi dan pakan ternak di sejumlah kabupaten di Bali, Rabu (6/5) kembali menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Negara.

Sidang putusan ini, merupakan sidang kali ketiga yang dijalani dua terdakwa asal Situbondo, Jawa Timur selama dua pekan terakhir.

Pasalnya, sebelum sidang putusan, keduanya juga sempat menjalani sidang dengan tiga perkara berbeda.

Saat sidang di PN Negara, majelis hakim yang diketuai Haryuning Respanti mengganjar keduanya dengan hukuman pidana selama 1 tahun dan 2 bulan (14 bulan).

Hukuman kedua terdakwa yang lebih ringan 4 bulan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang sebelumnya dituntut dengan hukuman pidana selama 1 tahun dan 6 bulan itu, karena kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pencurian 5 (lima) karung pakan ternak dari dalam truk parkir di Jalan Denpasar – Gilimanuk, Banjar Cempaka, Desa Pangyangan, Pekutatan.

“Kedua terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 363 ayat (1) Ke-4 dan Ke-5 KUHP,”tegas Hakim Haryuning.

Sehingga dengan putusan terbaru atas kasus pencurian pakan ternak makin menambah masa kedua terdakwa di dalam penjara.

Hal ini karena sebelum putusan, keduanya juga diganjar hukuman pidana 10 bulan atas kasus pencurian sapi di dua tempat kejadian berbeda yakni di di Banjar Pangkung Buluh, Desa Kaliakah.

Baca Juga:  Pembunuh Dokter Hewan Dituntut 19 Tahun Penjara

Kemudian terkait dengan pencurian sapi di Banjar Cempaka, Desa Pangyangan, dua terdakwa juga divonis pidana selama 1 tahun penjara.

“Dua terdakwa didakwa dengan tiga perkara berbeda karena beda kasus tempat kejadian perkara,” terang Kasipidum Kejari Jembrana I Gede Gatot Hariawan.

Bahkan imbuh Gatot, setelah proses sidang tiga perkara di PN Negara ini selesai, dua terdakwa juga masih akan menjalani sidang marathon di tiga tempat, yakni PN Klungkung, PN Tabanan dan PN Gianyar atas kasus pencurian yang sama (pencurian sapi).

Seperti diketahui, bergulirnya kasus yang menjerat keduanya berawal dari penangkapan dua terdakwa usai melalukan aksi pencurian pada Minggu (22/12) tahun 2019 lalu, di Jalan Denpasar – Gilimanuk, Desa Pangyangan, Kecamatan Pekutatan.

Awalnya ditangkap Nurul Hadi, setelah mencuri lima karung pakan ternak dari dalam truk yang parkir. Kemudian polisi menangkap Miftakhul Fauzi yang berhasil lolos dari kejaran warga dan ditangkap di Desa Perancak dan sempat digebuki massa.

Baca Juga:  Heboh! Tahanan Curanmor Berulah Di Rutan dengan Makan Kotoran Sendiri

Hasil penyelidikan, terungkap bahwa dua terdakwa merupakan pelaku pencurian sapi di wilayah hukum Polres Jembrana, Tabanan, Gianyar dan Klungkung.

Dari pengakuan Miftakhul Fauzi, dari setiap aksinya, satu TKP, terdakwa  bisa mencuri antara tiga hingga sampai empat ekor sapi.

Dua terdakwa asal Situbondo, Jawa Timur tersebut, membawa sapi dengan truk yang sudah kosong.

Mereka melakukan pencurian sapi setelah mengirim sembako ke wilayah NTB, saat pulang dari NTB di perjalanan melakukan penurian sapi ternak, hingga total 23 sapi dari sembilan TKP di wilayah hukum Polres Jembrana.

Selain di wilayah Jembrana, tersangka melakukan pencurian di Klungkung dua kali di Jalan Bypass IB Mantra, total sebanyak lima ekor, wilayah Gianyar juga dua kali sebanyak 5 ekor sapi dan di wilayah Tabanan dua kali sebanyak 3 ekor sapi.

Setiap membawa sapi hasil curian ke Jawa, tersangka menutup truk dengan terpal sehingga sapi tidak terlihat petugas jaga di Pelabuhan Gilimanuk.

Sapi kemudian dijual pada seorang penadah bernama Markus yang juga berasal dari Situbondo. Setiap ekor sapi dijual antara Rp 5 juta hingga Rp 6 juta, tergantung dari ukuran sapi. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/