alexametrics
26.5 C
Denpasar
Monday, May 23, 2022

Lima Pelaku Pemerkosaan Karyawati Alfamart Diwajibkan Gelar Pecaruan

GIANYAR – Kasus pemerkosaan yang dilakukan lima tersangka kepada karyawati Alfamart berinisial MA, 18, telah dibahas dalam rapat Prajuru Desa Ludtunduh, Rabu (5/5).

 

Bendesa Adat Desa Lodtunduh, Made Karya mengatakan hasil rapat Prajuru Desa mewajibkan  pelaku pemerkosaan menggelar pecaruan di Catus Pata Desa Adat Lodtunduh. 

 

“Desa Adat Lodtunduh sudah menggelar rapat membahas terkait kasus pemerkosaan yang terjadi di Lodtunduh,” ujarnya, Kamis (6/4).

 

Dalam pertemuan tersebut antara lain dibahas sanksi apa yang akan dijatuhkan kepada para pelaku pemerkosaan.

- Advertisement -

 

Dia menjelaskan kesepakatan prajuru Desa dalam rapat 5 pelaku pemerkosaan pada intinya tidak dikenakan sanksi adat secara personal. Sanksi menggelar pecaruan ini diberikan kepada 5 orang pelaku pemerkosaan.

Baca Juga:  Fakta Baru, Tiga Komplotan Bobol Kartu ATM Beraksi di Sembilan Lokasi

 

Bendesa Lodtunduh mengakui dalam awig-awig dan parararem Desa Lodtunduh belum ada mengatur soal pemerkosaan.

“Hanya saja dalam rapat Prajuru Desa yang digelar, Rabu (5/5) disepakati pelaku pemerkosaan diwajibkan menggelar Pecaruan,” ujarnya.

 

Bendesa menambahkan hasil rapat merupakan bagian keputusan sabe desa. Pelaku pemerkosaan diwajibkan melaksanakan pecaruan ayam brumbun ring 

catus pata.

 

Kegiatan pecaruan tersebut merupakan bagian dari upacara pembersihan wilayah desa adat.

 

Teknis pelaksanaan pecaruan akan dikoordinasikan dengan Klian Banjar Kertawangsa.

 

“Ini dikarenakan TKP kejadian pemerkosaan di Wilayah Banjar Kertawangsa,” jelasnya.

Terkait waktu pelaksanaan pecaruan masih menunggu petunjuk Jro Mangku. “Ini akan dicarikan hari baik untuk menggelar Pecaruan ,” pungkasnya.

Baca Juga:  Polisi Tiba di Arena Balap, Puluhan Remaja Kocar-kacir

 

Diberitakan sebelumnya, karyawan toko, inisial MA, dicabuli oleh lima orang pelaku pada Jumat lalu. 

 

Awalnya dua pelaku menjemput korban lalu diajak keliling. Selanjutnya, diajak ke sebuah gubuk sepi. Pelaku lainnya, ikut ke gubuk itu. Tangan korban ditarik kemudian digilir.

 

Kasus itu sudah ditangani Satuan Reskrim Polres Gianyar. Lima pelaku sudah diamankan. 

- Advertisement -

GIANYAR – Kasus pemerkosaan yang dilakukan lima tersangka kepada karyawati Alfamart berinisial MA, 18, telah dibahas dalam rapat Prajuru Desa Ludtunduh, Rabu (5/5).

 

Bendesa Adat Desa Lodtunduh, Made Karya mengatakan hasil rapat Prajuru Desa mewajibkan  pelaku pemerkosaan menggelar pecaruan di Catus Pata Desa Adat Lodtunduh. 

 

“Desa Adat Lodtunduh sudah menggelar rapat membahas terkait kasus pemerkosaan yang terjadi di Lodtunduh,” ujarnya, Kamis (6/4).

 

Dalam pertemuan tersebut antara lain dibahas sanksi apa yang akan dijatuhkan kepada para pelaku pemerkosaan.

 

Dia menjelaskan kesepakatan prajuru Desa dalam rapat 5 pelaku pemerkosaan pada intinya tidak dikenakan sanksi adat secara personal. Sanksi menggelar pecaruan ini diberikan kepada 5 orang pelaku pemerkosaan.

Baca Juga:  Ngembak Geni, PHDI Minta Masyarakat Hindari Kerumunan

 

Bendesa Lodtunduh mengakui dalam awig-awig dan parararem Desa Lodtunduh belum ada mengatur soal pemerkosaan.

“Hanya saja dalam rapat Prajuru Desa yang digelar, Rabu (5/5) disepakati pelaku pemerkosaan diwajibkan menggelar Pecaruan,” ujarnya.

 

Bendesa menambahkan hasil rapat merupakan bagian keputusan sabe desa. Pelaku pemerkosaan diwajibkan melaksanakan pecaruan ayam brumbun ring 

catus pata.

 

Kegiatan pecaruan tersebut merupakan bagian dari upacara pembersihan wilayah desa adat.

 

Teknis pelaksanaan pecaruan akan dikoordinasikan dengan Klian Banjar Kertawangsa.

 

“Ini dikarenakan TKP kejadian pemerkosaan di Wilayah Banjar Kertawangsa,” jelasnya.

Terkait waktu pelaksanaan pecaruan masih menunggu petunjuk Jro Mangku. “Ini akan dicarikan hari baik untuk menggelar Pecaruan ,” pungkasnya.

Baca Juga:  Alamak…Dibakar Api Cemburu, Bule Prancis Hajar Istrinya Babak Belur

 

Diberitakan sebelumnya, karyawan toko, inisial MA, dicabuli oleh lima orang pelaku pada Jumat lalu. 

 

Awalnya dua pelaku menjemput korban lalu diajak keliling. Selanjutnya, diajak ke sebuah gubuk sepi. Pelaku lainnya, ikut ke gubuk itu. Tangan korban ditarik kemudian digilir.

 

Kasus itu sudah ditangani Satuan Reskrim Polres Gianyar. Lima pelaku sudah diamankan. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/