alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Jadi Kasi BB Kejari Gianyar, Gung Teja Janji Permudah Pengurusan BB

MANGUPURA – Banyak menangani kasus menarik selama di Kejari Badung, Jaksa AA Made Suarja Teja Buana mendapat promosi menjadi kepala seksi Pengelolaan Barang Bukti (BB) Kejari Gianyar. 

 

Jaksa yang akrab disapa Gung Teja itu sebelumnya menjabat Kasubsi Pra Penuntutan Pidana Umum Kejari Badung.

 

Sejumlah kasus besar dan menarik ditangani Gung Teja selama di Badung.

 

Diantaranya kasus pemberian keterangan palsu akta otentik senilai Rp 61 miliar dengan terdakwa Yuri Pranatomo, 43. 

 

Dalam kasus tersebut dikabarkan melibatkan beberapa orang penting dan kuat di Bali maupun pusat. Namun, Gung Teja, mengaku tidak terpengaruh. 

 

“Saya lempeng saja menjalankan tugas pimpinan. Selama ini saya tidak ada beban, karena tidak ada kepentingan,” ucapnya, Selasa (6/7) siang usai sertijab.

Baca Juga:  Duh, Ini Profil Kelian Banjar Tersangka Pemeras Warga Buahan…

 

“Kalau penanganan perkara sidang narkoba yang menarik sangat banyak. Pembunuhan dengan tuntutan maksimal juga pernah. Semua itu menjadi bagian perjalanan saya,” imbuhnya.

 

Ditanya dulu terlibat di bagian pidum, sekarang di bagian barang bukti, Gung Tedja menyebut apa yang menjadi mandat pimpinan akan dilaksanakan dengan maksimal.

 

Apalagi Kejari Gianyar juga akan menuju WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani). 

 

“Sebagai kasi BB saya akan memaksimalkan pengelolaan barang bukti yang harus mencapai target dalam pemusnahan barang bukti, pelelangan barang bukti dan pengembalian barang bukti,” bebernya.

 

Pihaknya akan mengadopsi pelayanan BB di Kejari Badung untuk diterapkan di Kejari Gianyar. Salah satunya pengantaran barang bukti langsung kepada masyarakat yang membutuhkan. 

Baca Juga:  Terungkap, Pelaku Pembunuhan Dokter Hewan Ternyata Residivis

 

Masyarakat tidak perlu datang lagi ke Kejaksaan Gianyar untuk mengambil barang miliknya usai dijadikan barang bukti dalam persidangan.

 

“Barang bukti akan kami antar langsung ke rumah korban tanpa dipungut biaya sepeser pun,” tandasnya.

 

Menurutnya hal itu sebagai salah satu pelayanan untuk mendekatkan diri kepada masyarakat. Terobosan lain yang akan dicoba yakni barang bukti sepeda motor atau apapun yang harus dikembalikan ke korban agar tidak menjadi tunggakkan Kejaksaan. Barang bukti harus segera dikembalikan kepada koban.

 

Demikian juga inovasi lain, dalam kurun waktu satu bulan ke depan, akan melakukan pelelanggan secara langsung untuk barang bukti telepon seluler.

 

Sehingga uang hasil lelang bisa segera dikembalikan kepada negara.

- Advertisement -

- Advertisement -

MANGUPURA – Banyak menangani kasus menarik selama di Kejari Badung, Jaksa AA Made Suarja Teja Buana mendapat promosi menjadi kepala seksi Pengelolaan Barang Bukti (BB) Kejari Gianyar. 

 

Jaksa yang akrab disapa Gung Teja itu sebelumnya menjabat Kasubsi Pra Penuntutan Pidana Umum Kejari Badung.


 

Sejumlah kasus besar dan menarik ditangani Gung Teja selama di Badung.

 

Diantaranya kasus pemberian keterangan palsu akta otentik senilai Rp 61 miliar dengan terdakwa Yuri Pranatomo, 43. 

 

Dalam kasus tersebut dikabarkan melibatkan beberapa orang penting dan kuat di Bali maupun pusat. Namun, Gung Teja, mengaku tidak terpengaruh. 

 

“Saya lempeng saja menjalankan tugas pimpinan. Selama ini saya tidak ada beban, karena tidak ada kepentingan,” ucapnya, Selasa (6/7) siang usai sertijab.

Baca Juga:  Aniaya Wanita Timor Leste di Kuta, 2 WN Kenya Hanya Dituntut 10 Bulan

 

“Kalau penanganan perkara sidang narkoba yang menarik sangat banyak. Pembunuhan dengan tuntutan maksimal juga pernah. Semua itu menjadi bagian perjalanan saya,” imbuhnya.

 

Ditanya dulu terlibat di bagian pidum, sekarang di bagian barang bukti, Gung Tedja menyebut apa yang menjadi mandat pimpinan akan dilaksanakan dengan maksimal.

 

Apalagi Kejari Gianyar juga akan menuju WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani). 

 

“Sebagai kasi BB saya akan memaksimalkan pengelolaan barang bukti yang harus mencapai target dalam pemusnahan barang bukti, pelelangan barang bukti dan pengembalian barang bukti,” bebernya.

 

Pihaknya akan mengadopsi pelayanan BB di Kejari Badung untuk diterapkan di Kejari Gianyar. Salah satunya pengantaran barang bukti langsung kepada masyarakat yang membutuhkan. 

Baca Juga:  Komitmen Tangkal Tindakan Koruptif, Kejari Badung Sosialisasikan SMAP

 

Masyarakat tidak perlu datang lagi ke Kejaksaan Gianyar untuk mengambil barang miliknya usai dijadikan barang bukti dalam persidangan.

 

“Barang bukti akan kami antar langsung ke rumah korban tanpa dipungut biaya sepeser pun,” tandasnya.

 

Menurutnya hal itu sebagai salah satu pelayanan untuk mendekatkan diri kepada masyarakat. Terobosan lain yang akan dicoba yakni barang bukti sepeda motor atau apapun yang harus dikembalikan ke korban agar tidak menjadi tunggakkan Kejaksaan. Barang bukti harus segera dikembalikan kepada koban.

 

Demikian juga inovasi lain, dalam kurun waktu satu bulan ke depan, akan melakukan pelelanggan secara langsung untuk barang bukti telepon seluler.

 

Sehingga uang hasil lelang bisa segera dikembalikan kepada negara.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/