alexametrics
27.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Praperadilan Tersangka Penggelapan Uang Gereja di Denpasar Ditolak

DENPASAR – Permohonan praperadilan yang diajukan mantan kasir gereja GPIB Maranatha Denpasar, Unun Hardinansi Neno kandas di tangan Hakim PN Denpasar I Made Pasek, Selasa (6/7/2021).

 

Juru Bicara Pengadilan Negeri Denpasar, Gede Astawa ketika dikonfirmasi membenarkan adanya penolakan praperadilan yang diajukan Unun Hardinansi Neno.

 

“Benar tadi sudah diputus. Menolak permohonan praperadilan itu,” katanya. 

 

Dijelaskannya bahwa penolakan itu berdasarkan pendapat hakim. Hakim dalam hal ini I Made Pasek berpendapat tindakan penyidik dalam mengeluarkan penetapan tersangka sudah memenuhi syarat.

 

“Pada pokoknya hakim berpendapat tindakan penyidik dalam mengeluarkan penetapan tersangka, serta penangkapan dan penahanan yang dilakukan oleh penyidik sudah memenuhi syarat minimal dua alat bukti,” tambahnya. 

 

Sejak ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka, Unun melakukan upaya praperadilan. Permohonan praperadilan Nomor 7/Pid.Pra/2021/PN.Dps dengan Pemohon Unun Hadinansi Neno melalui kuasa hukumnya Marthen Boiliu, dengan Termohon Polda Bali. 

 

Kasus permohonan praperadilan ini dilakukan oleh pengacara Unun Hadinansi Neno atas penetapan status tersangka serta penahanan yang dilakukan oleh Direktur Reskrimum Polda Bali terhadap tersangka Unun Hadinansi Neno.

Baca Juga:  Gara-Gara Terima Upah Rp 10 Juta, Erlangga Malah Menua di Penjara

 

Kasus ini atas laporan GPIB Maranatha Denpasar terkait dugaan tindakan pidana penggelapan uang sesuai dengan Pasal 374 KUHP juncto Pasal 372 KUHP yang diduga dilakukan oleh Unun Hadinansi Neno selaku kasir Gereja GPIB Maranatha Denpasar yang mengakibatkan kerugian sebesar Rp289.070.875.

 

Pertimbangan Hakim bahwa Tindak Pidana dalam Pasal 372 KUHP atau 374 KUHP yang disangkakan kepada Pemohon adalah termasuk Tindak Pidana yang dapat dikenakan penahanan terhadap tersangkanya.

 

Maka syarat subyektif dan syarat obyektif untuk melakukan penahanan terhadap Tersangka (Pemohon) sebagaimana dalam Pasal 20 dan Pasal 21 KUHAP telah terpenuhi, maka Hakim berpendapat bahwa Permohonan Praperadilan yang diajukan oleh Pemohon tidak beralasan menurut hukum, maka karenanya harus ditolak.

 

 

Saat dikonfirmasi, kuasa hukum pelapor, Semuel Uruilal yang didampingi oleh rekannya, Fredrik Billy membenarkan bahwa praperadilan  yang diajukan Unun Hadinansi Neno telah diputuskan ditolak pengadilan. 

 

Dijelaskan Semuel, bahwa apa yang diputuskan oleh Hakim Tunggal Pengadilan Negeri Denpasar adalah benar sesuai prosedur.

Baca Juga:  Pantau Keamanan Pemilu di TPS, Kapolresta Denpasar Gowes Keliling

 

 

“Karena permohonan dari pemohon, dalam hal ini saudari Unun Hadinansi Neno yang diajukan oleh pengacaranya, adalah permohonan yang mengada-ada tanpa fakta hukum yang jelas. Dan bagi kami, status tersangka dan penahanan yang dilakukan oleh Polda Bali terhadap Tersangka Unun Hadinansi Neno adalah benar dan sesuai dengan prosedur hukum,” kata Sekuel usai sidang tersebut. 

 

Dalam kesempatan yang sama, Fredrik Billy, rekan Semuel memberikan aprisiasi atas kinerja dari Kepolisian Daerah Bali khususnya Reskrimum Polda Bali, karena telah menetapkan Umum sebagai Tmtersangka.

 

“Kami hanya menginginkan  keadilan dalam hal ini. Mudah-mudahan,  proses ini berlanjut sampai P21 dan dilimpahkan ke Pengadilan dan Pengadilan dapat memutuskan perkara ini sesuai dengan rasa keadilan,” tandas Fredirk Billy.

Sekadar diketahui, Unun Hadinansi Neno telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Ditreskrimum Polda Bali dan telah ditahan di Rutan Polda Bali sejak 3 Juni 2021 lalu. Dia ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menggelapkan uang milik gereja GPIB Maranatha Denpasar sebanyak Rp289.070.875.


DENPASAR – Permohonan praperadilan yang diajukan mantan kasir gereja GPIB Maranatha Denpasar, Unun Hardinansi Neno kandas di tangan Hakim PN Denpasar I Made Pasek, Selasa (6/7/2021).

 

Juru Bicara Pengadilan Negeri Denpasar, Gede Astawa ketika dikonfirmasi membenarkan adanya penolakan praperadilan yang diajukan Unun Hardinansi Neno.

 

“Benar tadi sudah diputus. Menolak permohonan praperadilan itu,” katanya. 

 

Dijelaskannya bahwa penolakan itu berdasarkan pendapat hakim. Hakim dalam hal ini I Made Pasek berpendapat tindakan penyidik dalam mengeluarkan penetapan tersangka sudah memenuhi syarat.

 

“Pada pokoknya hakim berpendapat tindakan penyidik dalam mengeluarkan penetapan tersangka, serta penangkapan dan penahanan yang dilakukan oleh penyidik sudah memenuhi syarat minimal dua alat bukti,” tambahnya. 

 

Sejak ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka, Unun melakukan upaya praperadilan. Permohonan praperadilan Nomor 7/Pid.Pra/2021/PN.Dps dengan Pemohon Unun Hadinansi Neno melalui kuasa hukumnya Marthen Boiliu, dengan Termohon Polda Bali. 

 

Kasus permohonan praperadilan ini dilakukan oleh pengacara Unun Hadinansi Neno atas penetapan status tersangka serta penahanan yang dilakukan oleh Direktur Reskrimum Polda Bali terhadap tersangka Unun Hadinansi Neno.

Baca Juga:  Tim Forensik Pastikan dari Ras Mongoloid, Desa Adat Gelar Pecaruan

 

Kasus ini atas laporan GPIB Maranatha Denpasar terkait dugaan tindakan pidana penggelapan uang sesuai dengan Pasal 374 KUHP juncto Pasal 372 KUHP yang diduga dilakukan oleh Unun Hadinansi Neno selaku kasir Gereja GPIB Maranatha Denpasar yang mengakibatkan kerugian sebesar Rp289.070.875.

 

Pertimbangan Hakim bahwa Tindak Pidana dalam Pasal 372 KUHP atau 374 KUHP yang disangkakan kepada Pemohon adalah termasuk Tindak Pidana yang dapat dikenakan penahanan terhadap tersangkanya.

 

Maka syarat subyektif dan syarat obyektif untuk melakukan penahanan terhadap Tersangka (Pemohon) sebagaimana dalam Pasal 20 dan Pasal 21 KUHAP telah terpenuhi, maka Hakim berpendapat bahwa Permohonan Praperadilan yang diajukan oleh Pemohon tidak beralasan menurut hukum, maka karenanya harus ditolak.

 

 

Saat dikonfirmasi, kuasa hukum pelapor, Semuel Uruilal yang didampingi oleh rekannya, Fredrik Billy membenarkan bahwa praperadilan  yang diajukan Unun Hadinansi Neno telah diputuskan ditolak pengadilan. 

 

Dijelaskan Semuel, bahwa apa yang diputuskan oleh Hakim Tunggal Pengadilan Negeri Denpasar adalah benar sesuai prosedur.

Baca Juga:  Polisi Tembak WN Rusia Terduga Pelaku Perampokan Money Changer BMC

 

 

“Karena permohonan dari pemohon, dalam hal ini saudari Unun Hadinansi Neno yang diajukan oleh pengacaranya, adalah permohonan yang mengada-ada tanpa fakta hukum yang jelas. Dan bagi kami, status tersangka dan penahanan yang dilakukan oleh Polda Bali terhadap Tersangka Unun Hadinansi Neno adalah benar dan sesuai dengan prosedur hukum,” kata Sekuel usai sidang tersebut. 

 

Dalam kesempatan yang sama, Fredrik Billy, rekan Semuel memberikan aprisiasi atas kinerja dari Kepolisian Daerah Bali khususnya Reskrimum Polda Bali, karena telah menetapkan Umum sebagai Tmtersangka.

 

“Kami hanya menginginkan  keadilan dalam hal ini. Mudah-mudahan,  proses ini berlanjut sampai P21 dan dilimpahkan ke Pengadilan dan Pengadilan dapat memutuskan perkara ini sesuai dengan rasa keadilan,” tandas Fredirk Billy.

Sekadar diketahui, Unun Hadinansi Neno telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Ditreskrimum Polda Bali dan telah ditahan di Rutan Polda Bali sejak 3 Juni 2021 lalu. Dia ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menggelapkan uang milik gereja GPIB Maranatha Denpasar sebanyak Rp289.070.875.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/