alexametrics
28.7 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Kasus Pembunuhan di Desa Pegayaman

Polisi Beri Ultimatum kepada Jafar dan Nu’ul Segera Serahkan Diri

SINGARAJA– Polisi memberi ultimatum kepada Jafar dan Nu’ul, dua orang pria yang diduga terkait dengan peristiwa pembunuhan di Banjar Dinas Kubu, Desa Pegayaman. Keduanya diduga ikut andil hingga menyebabkan dua orang meninggal dunia dalam peristiwa pembunuhan tersebut.

 

Hingga Rabu (6/7), polisi masih melakukan pengejaran terhadap Jafar dan Nu’ul. Semula pencarian hanya fokus dilakukan di Desa Pegayaman. Namun hari ini pencarian telah diperluas hingga ke Desa Pegadungan dan Desa Gitgit. Kedua desa itu bertetangga langsung dengan Desa Pegayaman.

 

Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Sumarjaya mengatakan, tim gabungan dari Polres Buleleng dan Polsek Sukasada masih berada di sekitar Desa Pegayaman untuk mencari dua orang tersebut. “Kami minta mereka kooperatif dan menyerahkan diri. Kepada orang yang mengetahui keberadaan saudara J dan N, kami harap memberi saran kepada kedua orang ini agar datang ke kantor polisi terdekat,” kata Sumarjaya saat ditemui di Mapolres Buleleng.

Baca Juga:  Disanksi, BK DPD RI Larang AWK Lakukan Kunker dan Perjalanan Dinas

 

Menurut Sumarjaya saat ini polisi telah meminta keterangan pada beberapa kerabat Jafar dan Nu’ul. Termasuk meminta keterangan pada orang tua keduanya. Namun hingga kini keberadaannya masih misterius.

 

“Saksi-saksi yang kami interview, tidak mengetahui dimana keberadaan mereka. Karena sejak kejadian itu, keduanya belum pulang ke rumah,” imbuhnya.

 

Diduga Jafar dan Nu’ul masih berada di sekitar Desa Pegayaman. Salah seorang diantaranya diduga dalam kondisi terluka. Karena terlibat dalam perkelahian berdarah yang terjadi pada Minggu (3/7) malam lalu.

 

Kendati ada dugaan keterlibatan, polisi belum menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) pada kedua orang tersebut. “Kami saat ini mencari tahu, apakah posisinya hanya sebatas melihat atau terlibat langsung dalam perkelahian. Kalau DPO itu kan sudah pasti tersangka,” tegasnya.

 

Seperti diberitakan sebelumnya, perkelahian berdarah terjadi di Banjar Dinas Kubu, Desa Pegayaman, pada Minggu (3/7) malam. Dalam peristiwa itu, dua orang meninggal dunia. Mereka adalah Ketut Fauzi dan Edi Salman.

Baca Juga:  Tak Hanya Polki, Polwan Juga Diasah Agar Makin Mahir Gunakan Senpi

 

Peristiwa bermula saat Edi Salman, Jafar, dan Nu’ul mendatangi rumah Ketut Fauzan. Edi Salman dkk diduga terkait dengan peristiwa pencurian sepeda motor yang terjadi di Banjar Dinas Wirabuana, Desa Gitgit, pada akhir Mei lalu. Selama 2 bulan terakhir mereka berhasil kabur dari kejaran polisi.

 

Pada Kamis (30/6) lalu, polisi mendapat informasi bahwa ketiganya berada di Desa Pegayaman. Polisi sempat menggerebek rumah Edi Salman. Namun lagi-lagi dia berhasil kabur. Polisi sempat melepas tembakan peringatan, namun tidak digubris.

 

Nah pada Minggu malam, Edi Salman dkk mendatangi rumah Ketut Fauzan. Mereka menduga Fauzan adalah informan polisi. Masalah itu membuat mereka cek-cok hingga berujung pembunuhan. (eps)

 



SINGARAJA– Polisi memberi ultimatum kepada Jafar dan Nu’ul, dua orang pria yang diduga terkait dengan peristiwa pembunuhan di Banjar Dinas Kubu, Desa Pegayaman. Keduanya diduga ikut andil hingga menyebabkan dua orang meninggal dunia dalam peristiwa pembunuhan tersebut.

 

Hingga Rabu (6/7), polisi masih melakukan pengejaran terhadap Jafar dan Nu’ul. Semula pencarian hanya fokus dilakukan di Desa Pegayaman. Namun hari ini pencarian telah diperluas hingga ke Desa Pegadungan dan Desa Gitgit. Kedua desa itu bertetangga langsung dengan Desa Pegayaman.

 

Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Sumarjaya mengatakan, tim gabungan dari Polres Buleleng dan Polsek Sukasada masih berada di sekitar Desa Pegayaman untuk mencari dua orang tersebut. “Kami minta mereka kooperatif dan menyerahkan diri. Kepada orang yang mengetahui keberadaan saudara J dan N, kami harap memberi saran kepada kedua orang ini agar datang ke kantor polisi terdekat,” kata Sumarjaya saat ditemui di Mapolres Buleleng.

Baca Juga:  Police Line Dibuka, Puing Kebakaran Ruko Pasar Anyar Mulai Dibersihkan

 

Menurut Sumarjaya saat ini polisi telah meminta keterangan pada beberapa kerabat Jafar dan Nu’ul. Termasuk meminta keterangan pada orang tua keduanya. Namun hingga kini keberadaannya masih misterius.

 

“Saksi-saksi yang kami interview, tidak mengetahui dimana keberadaan mereka. Karena sejak kejadian itu, keduanya belum pulang ke rumah,” imbuhnya.

 

Diduga Jafar dan Nu’ul masih berada di sekitar Desa Pegayaman. Salah seorang diantaranya diduga dalam kondisi terluka. Karena terlibat dalam perkelahian berdarah yang terjadi pada Minggu (3/7) malam lalu.

 

Kendati ada dugaan keterlibatan, polisi belum menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) pada kedua orang tersebut. “Kami saat ini mencari tahu, apakah posisinya hanya sebatas melihat atau terlibat langsung dalam perkelahian. Kalau DPO itu kan sudah pasti tersangka,” tegasnya.

 

Seperti diberitakan sebelumnya, perkelahian berdarah terjadi di Banjar Dinas Kubu, Desa Pegayaman, pada Minggu (3/7) malam. Dalam peristiwa itu, dua orang meninggal dunia. Mereka adalah Ketut Fauzi dan Edi Salman.

Baca Juga:  Curi Pisang, Dua Pemuda Asal Buleleng Jadi Bulan-bulanan Warga

 

Peristiwa bermula saat Edi Salman, Jafar, dan Nu’ul mendatangi rumah Ketut Fauzan. Edi Salman dkk diduga terkait dengan peristiwa pencurian sepeda motor yang terjadi di Banjar Dinas Wirabuana, Desa Gitgit, pada akhir Mei lalu. Selama 2 bulan terakhir mereka berhasil kabur dari kejaran polisi.

 

Pada Kamis (30/6) lalu, polisi mendapat informasi bahwa ketiganya berada di Desa Pegayaman. Polisi sempat menggerebek rumah Edi Salman. Namun lagi-lagi dia berhasil kabur. Polisi sempat melepas tembakan peringatan, namun tidak digubris.

 

Nah pada Minggu malam, Edi Salman dkk mendatangi rumah Ketut Fauzan. Mereka menduga Fauzan adalah informan polisi. Masalah itu membuat mereka cek-cok hingga berujung pembunuhan. (eps)

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/