alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, July 5, 2022

Dipolisikan, JRX SID Ngaku Tak Akan Berhenti Mengkritik

DENPASAR – Drummer grup band Superman Is Dead (SID), I Gede Ari Astina alias JRX mengaku sangat siap dengan proses hukum yang dihadapinya saat ini. Kamis (6/8/2020) dia diperiksa sebagai saksi terlapor di Mapolda Bali, terkait laporan dugaan ujaran kebencian dan pencemaran nama baik oleh Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Bali. Meski telah diseret ke jalur hukum, JRX SID mengaku tidak akan berhenti mengkritik. 

“Selama untuk kepentingan umum dan punya hak untuk bersuara. Jadi sekali lagi saya mengkritik ini bukan kepentingan pribadi, jadi saya punya banyak sekali lapisan masyarakat menengah ke bawah. Jadi selama ketidakadilan itu terjadi, ya, saya akan terus mencoba memperbaiki dengan apa yang saya punya,” katanya kepada awak media di Mapolda Bali.

Dia menjelaskan bahwa terkait postingannya yang membuat IDI Bali tersinggung bermula dari keresahan yang dia alami. Prosedur rapid test, kata dia, sangat menyulitkan masyarakat. Terutama yang menengah ke bawah. Bahkan ada masyarakat yang sampai meninggal dunia hingga ada yang tidak ditangani dengan serius akibat kebijakan screening seperti ini. 

Terlebih lagi, dia kian berang dengan adanya laporan dari sejumlah pengikut media sosialnya tentang kesulitan terkait prosedur rapid test tersebut.

“Jadi itulah, yang membuat saya nulis itu, rasa empati saya kepada rakyat, hanya gara-gara rapid (test). Dan rapid itu tidak akurat, dan itu diperkuat oleh pernyataan banyak ahli,” jelasnya.

Bahkan, katanya, Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia, pada bulan April sudah mengeluarkan pernyataan masyarakat Indonesia untuk melarang rapid sebagai syarat layanan kesehatan. “Ya, jadi itu saya murni mengkritik,” tegas suami dari Nora Alexandra itu.

Terkait tudingan mencari sensasi dengan apa yang dilakukannya selama ini, JRX mengaku tidak mempedulikan tanggapan tersebut. Dikatakannya bahwa dia telah ditinggal oleh banyak sponsor hingga dimusuhi banyak kawannya karena terlalu kritis.

“Justru saya ditinggal oleh sponsor. Terus dimusuhi orang sudah pasti, dimusuhi beberapa kawan, kemudian di lingkaran kawan. Jadi kalau mencari sensasi terus ditinggal sponsor, ditinggal kawan apa gunanya,” imbuhya. 

Lantas kenapa mengkritik melalui media sosial? Ditanya demikian, dia mengatakan bahwa saat ini media sosial adalah platform yang ampuh untuk melancarkan perjuangannya.

“Karena platform paling ampuh saat ini tempat saya berjuang, ya, media sosial. Karena kalau saya terus-terusan ikut demonstrasi, selain karena situasi saat ini juga,” tandasnya.



DENPASAR – Drummer grup band Superman Is Dead (SID), I Gede Ari Astina alias JRX mengaku sangat siap dengan proses hukum yang dihadapinya saat ini. Kamis (6/8/2020) dia diperiksa sebagai saksi terlapor di Mapolda Bali, terkait laporan dugaan ujaran kebencian dan pencemaran nama baik oleh Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Bali. Meski telah diseret ke jalur hukum, JRX SID mengaku tidak akan berhenti mengkritik. 

“Selama untuk kepentingan umum dan punya hak untuk bersuara. Jadi sekali lagi saya mengkritik ini bukan kepentingan pribadi, jadi saya punya banyak sekali lapisan masyarakat menengah ke bawah. Jadi selama ketidakadilan itu terjadi, ya, saya akan terus mencoba memperbaiki dengan apa yang saya punya,” katanya kepada awak media di Mapolda Bali.

Dia menjelaskan bahwa terkait postingannya yang membuat IDI Bali tersinggung bermula dari keresahan yang dia alami. Prosedur rapid test, kata dia, sangat menyulitkan masyarakat. Terutama yang menengah ke bawah. Bahkan ada masyarakat yang sampai meninggal dunia hingga ada yang tidak ditangani dengan serius akibat kebijakan screening seperti ini. 

Terlebih lagi, dia kian berang dengan adanya laporan dari sejumlah pengikut media sosialnya tentang kesulitan terkait prosedur rapid test tersebut.

“Jadi itulah, yang membuat saya nulis itu, rasa empati saya kepada rakyat, hanya gara-gara rapid (test). Dan rapid itu tidak akurat, dan itu diperkuat oleh pernyataan banyak ahli,” jelasnya.

Bahkan, katanya, Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia, pada bulan April sudah mengeluarkan pernyataan masyarakat Indonesia untuk melarang rapid sebagai syarat layanan kesehatan. “Ya, jadi itu saya murni mengkritik,” tegas suami dari Nora Alexandra itu.

Terkait tudingan mencari sensasi dengan apa yang dilakukannya selama ini, JRX mengaku tidak mempedulikan tanggapan tersebut. Dikatakannya bahwa dia telah ditinggal oleh banyak sponsor hingga dimusuhi banyak kawannya karena terlalu kritis.

“Justru saya ditinggal oleh sponsor. Terus dimusuhi orang sudah pasti, dimusuhi beberapa kawan, kemudian di lingkaran kawan. Jadi kalau mencari sensasi terus ditinggal sponsor, ditinggal kawan apa gunanya,” imbuhya. 

Lantas kenapa mengkritik melalui media sosial? Ditanya demikian, dia mengatakan bahwa saat ini media sosial adalah platform yang ampuh untuk melancarkan perjuangannya.

“Karena platform paling ampuh saat ini tempat saya berjuang, ya, media sosial. Karena kalau saya terus-terusan ikut demonstrasi, selain karena situasi saat ini juga,” tandasnya.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/