alexametrics
25.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Pejabat Jaksa Tangani Perkara Korupsi Aci-Aci dan Sesajen Dimutasi

DENPASAR– Dua pejabat teras di lingkungan Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar dimutasi ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali.

Kedua jaksa itu, yakni Kasi Intelijen Kadek Hari Supriyadi dan Kasi Pidana Khusus (Pidsus) I Nengah Astawa.

Yang menarik, keduanya dipromosikan dalam satu paket, yakni di bagian tindak pidana militer atau Pidmil.

Pidmil sendiri merupakan struktur organisasi baru di lingkungan Kejaksaan Agung (Kejagung). Pidmil ada di setiap Kejaksaan Tinggi di seluruh Indonesia.

Hari yang dikonfirmasi membenarkan kabar tersebut. “Iya, benar. Rencananya besok (hari ini) kami sertijab. Mohon doanya semoga lancar,” ujar Hari kepada Jawa Pos Radar Bali, Minggu (5/9) kematin.

Informasi yang dirangkum koran ini, pengganti Hari adalah Putu Eka Suyanta, sebelumnya menjabat Kasi Pidum Jambi. Sedangkan suksesor Astawa adalah I Nyoman Sugiarta, Kasi Pidsus Palopo.

Baca Juga:  BONGKAR! Polda Usut Kasus Pemotongan Dana Atlet Taekwondo Badung

Hari menjabat sebagai Kasi Intel Denpasar selama 14 bulan.

Sebelumnya pria asal Buleleng itu menduduki kursi Kasi Pidum Kejari Buleleng.

Sementara Astawa sudah 2,5 tahun lebih menjabat Kasi Pidsus Kejari Denpasar. Sebelumnya Astawa menjabat Kasi Datun Kejari Gianyar.

Saat ini Astawa mengusut dugaan korupsi dana hibah BKK aci-aci dan sesajen Pemkot Denpasar dengan tersangka Kadisbud (nonaktif) I Gusti Ngurah Bagus Mataram.

Hari menambahkan, mutasi ini sesuatu yang wajar sebagai penyegaran. Ditanya kesiapan menjalankan tugas di sturktur organisasi baru, Hari menganggapnya sebagai tantangan yang harus dijawab.

“Di mana pun tugas harus siap. Apalagi wilayah tugas posisi baru ini mencakup Bali – NTB,” tukas jaksa yang pernah 13 tahun tugas di Papua itu.

Baca Juga:  MENYEDIHKAN! Tusuk Bos Mie Kober, Pelaku Ternyata Anggota Satpol PP

Ditanya tugas Pidmil, Hari mengatakan tugas Pidmil yaitu melaksanakan penyidikan perkara konektivitas tindak pidana korupsi, pencucian uang, dan tindak pidana lain berdasar ketentuan serta koordinasi penyidikan yang dilakukan penyidik di lingkungan TNI.

Pembentukan Jampidmil diharapkan dapat menjembatani pelaksanaan pertanggungjawaban Oditurat selaku penuntut umum tertinggi di lingkungan TNI, dalam pelaksanaan teknis penuntutan kepada Jaksa Agung selaku penuntut umum tertinggi di Indonesia.

Penyatuan penuntutan “baju hijau-cokelat” bertujuan mewujudkan satu kesatuan penuntutan. Namun yang terpenting, keberadaan Jampimil dapat menjadi katalisator pelaksanaan kewenangan masing-masing institusi.

Sementara itu, Astawa yang dikonfirmasi terpisah juga membenarkan promosi jabatan tersebut.

“Tugas baru saya sebagai Kasi Penuntutan Pidmil, sementara Pak Hari sebagai Kasi Penindakan. Saya bersyukur, karena ini adalah promosi,” tukas Astawa. 

 


DENPASAR– Dua pejabat teras di lingkungan Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar dimutasi ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali.

Kedua jaksa itu, yakni Kasi Intelijen Kadek Hari Supriyadi dan Kasi Pidana Khusus (Pidsus) I Nengah Astawa.

Yang menarik, keduanya dipromosikan dalam satu paket, yakni di bagian tindak pidana militer atau Pidmil.

Pidmil sendiri merupakan struktur organisasi baru di lingkungan Kejaksaan Agung (Kejagung). Pidmil ada di setiap Kejaksaan Tinggi di seluruh Indonesia.

Hari yang dikonfirmasi membenarkan kabar tersebut. “Iya, benar. Rencananya besok (hari ini) kami sertijab. Mohon doanya semoga lancar,” ujar Hari kepada Jawa Pos Radar Bali, Minggu (5/9) kematin.

Informasi yang dirangkum koran ini, pengganti Hari adalah Putu Eka Suyanta, sebelumnya menjabat Kasi Pidum Jambi. Sedangkan suksesor Astawa adalah I Nyoman Sugiarta, Kasi Pidsus Palopo.

Baca Juga:  Tak Kunjung Menyerahkan Diri, Tim Tabur Kejar Terpidana Suryadi

Hari menjabat sebagai Kasi Intel Denpasar selama 14 bulan.

Sebelumnya pria asal Buleleng itu menduduki kursi Kasi Pidum Kejari Buleleng.

Sementara Astawa sudah 2,5 tahun lebih menjabat Kasi Pidsus Kejari Denpasar. Sebelumnya Astawa menjabat Kasi Datun Kejari Gianyar.

Saat ini Astawa mengusut dugaan korupsi dana hibah BKK aci-aci dan sesajen Pemkot Denpasar dengan tersangka Kadisbud (nonaktif) I Gusti Ngurah Bagus Mataram.

Hari menambahkan, mutasi ini sesuatu yang wajar sebagai penyegaran. Ditanya kesiapan menjalankan tugas di sturktur organisasi baru, Hari menganggapnya sebagai tantangan yang harus dijawab.

“Di mana pun tugas harus siap. Apalagi wilayah tugas posisi baru ini mencakup Bali – NTB,” tukas jaksa yang pernah 13 tahun tugas di Papua itu.

Baca Juga:  Kasus Seksual Tak Diproses, Mahasiswa yang Mengadvokasi Diintimidasi

Ditanya tugas Pidmil, Hari mengatakan tugas Pidmil yaitu melaksanakan penyidikan perkara konektivitas tindak pidana korupsi, pencucian uang, dan tindak pidana lain berdasar ketentuan serta koordinasi penyidikan yang dilakukan penyidik di lingkungan TNI.

Pembentukan Jampidmil diharapkan dapat menjembatani pelaksanaan pertanggungjawaban Oditurat selaku penuntut umum tertinggi di lingkungan TNI, dalam pelaksanaan teknis penuntutan kepada Jaksa Agung selaku penuntut umum tertinggi di Indonesia.

Penyatuan penuntutan “baju hijau-cokelat” bertujuan mewujudkan satu kesatuan penuntutan. Namun yang terpenting, keberadaan Jampimil dapat menjadi katalisator pelaksanaan kewenangan masing-masing institusi.

Sementara itu, Astawa yang dikonfirmasi terpisah juga membenarkan promosi jabatan tersebut.

“Tugas baru saya sebagai Kasi Penuntutan Pidmil, sementara Pak Hari sebagai Kasi Penindakan. Saya bersyukur, karena ini adalah promosi,” tukas Astawa. 

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/