alexametrics
28.8 C
Denpasar
Friday, July 1, 2022

Pelajar SMK Gantung Diri Dikenal Posesif, Pemicunya Ternyata Karena…

RadarBali.com – Seorang pelajar kelas II SMK berinisial I Gede AP, 16 nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di rumahnya di Jalan Kerta Dalem Sari IV Gang Kayu Santan, Denpasar Selatan, kemarin  siang.

Dugaan awal, aksi bunuh diri korban lantaran korban dicueki oleh kekasihnya berinisial GM, 16. Fakta itu diungkap saudara korban, Ni Kadek ES, 15.

Saat ditemui Jawa Pos Radar Bali di lokasi kejadian, Ni Kadek ES mengaku dirinya tidak menyangka dengan keputusan yang diambil oleh I Gede AP.

Menurut dia, selama ini korban selalu curhat setiap ada persoalan yang dihadapinya. Bahkan, hingga ke persoalan personal.

Semisal, membicarakan hubungannya dengan seorang wanita berinisial Gek M, 16. Mereka berpacaran selama 9 bulan terakhir ini.

Hubungan itu, hingga Rabu (4/10) lalu itu masih baik-baik saja. Pasalnya, pada hari tersebut, sang kekasih yang masih satu sekolah itu bermain di rumah korban dan masih baik-baik saja.

“Dia (korban) memang sayang sekali sama Gek M ini. Dia selalu cerita soal hubungannya dengan Gek M dan dia cinta sekali. Hanya saja, dari cerita rekan-rekan SMK korban khususnya yang cewek, Gek M pada hari nahas itu di chatting oleh korban via Line. Namun, hanya beberapa kali saja dibalas, setelah itu lost kontak,” tuturnya.

Beberapa kali dihubungi, nomornya tidak aktif. Menurut rekan-rekan wanita korban, HP milik Gek M rusak sehingga tidak bisa dihubungi.

Dugaan awal, karena tidak bisa dihubungi itulah, korban akhirnya nekat mengakhiri hidupnya. Korban, katanya, memang posesif. Mungkin terlalu sayang.

Tapi anehnya kenapa sampai nekat bunuh diri. Dia juga tidak ada cerita masalah dengan pacarnya itu. Korban sempat mengirim pesan yang intinya pamit via line kepada kekasihnya.

Namun, karena tidak terbaca, korban pun membuat histori di Instagram yang menunjukkan seutas tali nilon dan juga menulis kata puput.

 “Diduga itu, mereka putus, di acount instagram itu diunggah pada pukul 08.52 pagi. Sang kekasih dan rekan satu SMK baru mengetahui musibah dan mendatangi lokasi pukul 16.30,” imbuhnya.

Pantauan di lokasi, tampak Gek M belum terima dengan kepergian sang kekasihnya itu. Dia terus menangis dan meratapi kepergian I Gede AP. Duh…! 



RadarBali.com – Seorang pelajar kelas II SMK berinisial I Gede AP, 16 nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di rumahnya di Jalan Kerta Dalem Sari IV Gang Kayu Santan, Denpasar Selatan, kemarin  siang.

Dugaan awal, aksi bunuh diri korban lantaran korban dicueki oleh kekasihnya berinisial GM, 16. Fakta itu diungkap saudara korban, Ni Kadek ES, 15.

Saat ditemui Jawa Pos Radar Bali di lokasi kejadian, Ni Kadek ES mengaku dirinya tidak menyangka dengan keputusan yang diambil oleh I Gede AP.

Menurut dia, selama ini korban selalu curhat setiap ada persoalan yang dihadapinya. Bahkan, hingga ke persoalan personal.

Semisal, membicarakan hubungannya dengan seorang wanita berinisial Gek M, 16. Mereka berpacaran selama 9 bulan terakhir ini.

Hubungan itu, hingga Rabu (4/10) lalu itu masih baik-baik saja. Pasalnya, pada hari tersebut, sang kekasih yang masih satu sekolah itu bermain di rumah korban dan masih baik-baik saja.

“Dia (korban) memang sayang sekali sama Gek M ini. Dia selalu cerita soal hubungannya dengan Gek M dan dia cinta sekali. Hanya saja, dari cerita rekan-rekan SMK korban khususnya yang cewek, Gek M pada hari nahas itu di chatting oleh korban via Line. Namun, hanya beberapa kali saja dibalas, setelah itu lost kontak,” tuturnya.

Beberapa kali dihubungi, nomornya tidak aktif. Menurut rekan-rekan wanita korban, HP milik Gek M rusak sehingga tidak bisa dihubungi.

Dugaan awal, karena tidak bisa dihubungi itulah, korban akhirnya nekat mengakhiri hidupnya. Korban, katanya, memang posesif. Mungkin terlalu sayang.

Tapi anehnya kenapa sampai nekat bunuh diri. Dia juga tidak ada cerita masalah dengan pacarnya itu. Korban sempat mengirim pesan yang intinya pamit via line kepada kekasihnya.

Namun, karena tidak terbaca, korban pun membuat histori di Instagram yang menunjukkan seutas tali nilon dan juga menulis kata puput.

 “Diduga itu, mereka putus, di acount instagram itu diunggah pada pukul 08.52 pagi. Sang kekasih dan rekan satu SMK baru mengetahui musibah dan mendatangi lokasi pukul 16.30,” imbuhnya.

Pantauan di lokasi, tampak Gek M belum terima dengan kepergian sang kekasihnya itu. Dia terus menangis dan meratapi kepergian I Gede AP. Duh…! 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/