alexametrics
28.7 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Diduga Lambung Bocor, KM Tanjung Permai Hilang di Selat Badung

MANGUPURA-Sebuah kapal motor (KM) Tanjung Permai dengan nomor lambung 12 POB dikabarkan hilang kontak, Selasa (6/10).

 

Sebelum dinyatakan hilang, kapal ikan terakhir kali melakukan komunikasi dengan pihak PT Lianiti Abadi ketika berada di Selat Badung, tepatnya di koordinat 08°55’S – 115°1’5.”E.

 

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar Gede Darmada, mengatakan, sebelum hilang kontak, kapal sejatinya berangkat dari Pelabuhan Benoa menuju Selat Badung.

 

“Laporan kami terima Selasa 6 Oktober 2020 pukul 10.00 WITA. Katanya kontak terakhir kemarin, Senin (5/10) pada pukul 21.00 WITA. Namun sampai saat ini sudah tidak bisa dihubungi lagi,” jelas Darmada.

 

Sesuai percakapan terakhir dengan Kapten kapal Sohidin, sebelum hilang kontak, lambung kapal sempat dikabarkan bocor alias kemasukan air.

Baca Juga:  Kapal Singapura Selamatkan 10 ABK KM Sri Mulyo yang Karam di Laut Jawa

 

“Saat itu dia juga menjelaskan bahwa awak kapal sedang berusaha mengatasi masalah tersebut. Namun setelah itu kapal hilang kontak,”imbuh Darmada.

 

 

Disebutkan, KM Tanjung Permai 12 POB yang hilang kontak di perairan selat Badung, itu memiliki ciri-ciri kapal berwarna biru dengan panjang 17,89 meter dan lebar 4,60 meter.

 

Atas insiden ini, Darmada pun mengaku menyayangkan kapal dengan kapasitas sebesar itu tidak dilengkapi alat pendukung keselamatan berupa EPIRB dan telepon satelit.

 

“Tidak adanya kelengkapan alat untuk pemancar sinyal darurat ataupun alat komunikasi membuat kami tidak bisa mengetahui lokasi terakhir. Seringkali kelengkapan ini diabaikan, sementara dalam keadaan darurat sangatlah penting fungsinya,” tegasnya.

Baca Juga:  Ukur Jembatan, Petugas PU Temukan Mayat Korban Tergeletak di Jembatan

 

 

Kata Darmada, atas peristiwa hilangnya KM Tanjung Permain, saat ini, Basarnas Bali masih terus melakukan pencarian dengan menggunakan KN SAR Arjuna.

 

“Fokus searching (pencarian) di area atau seputaran posisi terakhir kapten kapal kontak dengan pihak perusahaan,” terang Darmada. 

 

 

Selain KN SAR Arjuna, proses pencarian juga menurunkan helikopter yang terbang dari hanggar Kelan, Badung pukul 12.45 WITA dengan 5 personil untuk melakukan pencarian melalui udara.

 

Sementara KN SAR Arjuna lepas sandar dari Pelabuhan Benoa pada pukul 13.02 WITA dengan membawa 28 personil dari tim SAR gabungan.



MANGUPURA-Sebuah kapal motor (KM) Tanjung Permai dengan nomor lambung 12 POB dikabarkan hilang kontak, Selasa (6/10).

 

Sebelum dinyatakan hilang, kapal ikan terakhir kali melakukan komunikasi dengan pihak PT Lianiti Abadi ketika berada di Selat Badung, tepatnya di koordinat 08°55’S – 115°1’5.”E.

 

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar Gede Darmada, mengatakan, sebelum hilang kontak, kapal sejatinya berangkat dari Pelabuhan Benoa menuju Selat Badung.

 

“Laporan kami terima Selasa 6 Oktober 2020 pukul 10.00 WITA. Katanya kontak terakhir kemarin, Senin (5/10) pada pukul 21.00 WITA. Namun sampai saat ini sudah tidak bisa dihubungi lagi,” jelas Darmada.

 

Sesuai percakapan terakhir dengan Kapten kapal Sohidin, sebelum hilang kontak, lambung kapal sempat dikabarkan bocor alias kemasukan air.

Baca Juga:  Gara-gara Main Sabu 14 Gram, Diganjar 12 Tahun, Buruh Bangunan Lemas

 

“Saat itu dia juga menjelaskan bahwa awak kapal sedang berusaha mengatasi masalah tersebut. Namun setelah itu kapal hilang kontak,”imbuh Darmada.

 

 

Disebutkan, KM Tanjung Permai 12 POB yang hilang kontak di perairan selat Badung, itu memiliki ciri-ciri kapal berwarna biru dengan panjang 17,89 meter dan lebar 4,60 meter.

 

Atas insiden ini, Darmada pun mengaku menyayangkan kapal dengan kapasitas sebesar itu tidak dilengkapi alat pendukung keselamatan berupa EPIRB dan telepon satelit.

 

“Tidak adanya kelengkapan alat untuk pemancar sinyal darurat ataupun alat komunikasi membuat kami tidak bisa mengetahui lokasi terakhir. Seringkali kelengkapan ini diabaikan, sementara dalam keadaan darurat sangatlah penting fungsinya,” tegasnya.

Baca Juga:  As Patah, Sopir Tak Kuasai Medan Jalan, Truk Pasir Terperosok ke Tukad

 

 

Kata Darmada, atas peristiwa hilangnya KM Tanjung Permain, saat ini, Basarnas Bali masih terus melakukan pencarian dengan menggunakan KN SAR Arjuna.

 

“Fokus searching (pencarian) di area atau seputaran posisi terakhir kapten kapal kontak dengan pihak perusahaan,” terang Darmada. 

 

 

Selain KN SAR Arjuna, proses pencarian juga menurunkan helikopter yang terbang dari hanggar Kelan, Badung pukul 12.45 WITA dengan 5 personil untuk melakukan pencarian melalui udara.

 

Sementara KN SAR Arjuna lepas sandar dari Pelabuhan Benoa pada pukul 13.02 WITA dengan membawa 28 personil dari tim SAR gabungan.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/