alexametrics
26.5 C
Denpasar
Sunday, May 22, 2022

Ayah-Ibu Kadek Sepi Didampingi Pengacara saat Pembongkaran Kuburan

AMLAPURA – Pembongkaran kuburan I Kadek Sepi, 13, bocah yang tewas dengan luka lebam di Setra Desa Adat Linggawana Kecamatan Abang pada Selasa (5/10) berlangsung dramatis.

 

Dalam pembongkaran makam itu, kedua orang tua Kadek Sepi juga datang. Yakni ayah I Nengah Kicen dan ibunya yakni Ni Nyoman Sutini.

 

Yang menarik, kedua orang tua korban ini datang ke kuburan tidak sendiri. Ia didampingi pengacara atau kuasa hukum I Wayan Lanus Artawan, SH.

 

Dalam pembongkaran kuburan yang kemudian dilakukan dengan proses otopsi tubuh Sepi di kuburan itu dihadiri keluarga lain, termasuk pelapor Komang Eka Putra dan I Made Suardana yang masing-masing merupakan sepupu dan paman dari Kadek Sepi.

- Advertisement -

 

Lokasi tempat I Kadek Sepi dimakamkan sudah ramai sejak pukul 08.00 pagi setra Desa Adat Linggawana sudah dipadati sejumlah personel kepolisian dari Polsek Abang dan Polres Karangasem.

Baca Juga:  Setra Dipadati Sejak Pukul 08.00 Pagi, Otopsi Dilakukan Menyeluruh

 

Proses pembongkaran jenazah yang melibatkan tim Inafis dan juga tim dari Kedokteran Kepolisian (Dokpol) Polda Bali untuk melakukan otopsi pada jenazah bocah yang duduk di bangku kelas VI SD tersebut.

 

Proses otopsi baru dimulai sekitar pukul 10.00 hingga pukul 12.00 siang di bawah pimpinan Kepala Instalasi Forensik RS Sanglah, dr. Dudut Rustiyadi.

 

Sementara itu, kuasa hukum Kicen, I Wayan Lanus Artawan mengungkapkan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk mengungkap fakta-fakta kematian anaknya itu.

 

“Alasan kami mendampingi keluarga almarhum ini karena terpanggil. Kami mengikuti proses hukum untuk menggali fakta-fakta,” kata Lanus.

 

Sekadar diketahui, I Kadek Sepi meninggal dunia Selasa (21/9/2021) sekitar Pukul 18.00 Wita di rumahnya. Menurut ayahnya, Sepi meninggal dunia karena mencret.

Baca Juga:  Sebelum Tewas Diduga Dianiaya Ayah Kandung, Mendiang Dikenal Rajin

Pada hari yang sama, sekitar pukul 13.00 I Kadek Sepi main layang-layang bersama adiknya di Bukit Sebau yang tak jauh dari rumah korban. Kemudian, sekitar pukul 14.00, bocah kelas VI SD ini pulang ke rumahnya. Secara mengejutkan, sekitar pukul 18.00 korban dikabarkan meninggal dunia.

Nah, pada Kamis sekitar Pukul 06.00 Wita (23/9), saat akan dimandikan untuk dikubur, paman korban yakni I Made Suardana, 42, dan I Komang Eka Putra, 20, sepupu korban melihat pada bagian tubuh korban terdapat sejumlah luka lebam. Seperti luka lebam pada bagian leher, dan leher korban lemas seperti patah.

Suardana dan Eka Putra pun melapor ke Mapolsek Abang. Kasus kini ditangani Unit PPA Polres Karangasem.

- Advertisement -

AMLAPURA – Pembongkaran kuburan I Kadek Sepi, 13, bocah yang tewas dengan luka lebam di Setra Desa Adat Linggawana Kecamatan Abang pada Selasa (5/10) berlangsung dramatis.

 

Dalam pembongkaran makam itu, kedua orang tua Kadek Sepi juga datang. Yakni ayah I Nengah Kicen dan ibunya yakni Ni Nyoman Sutini.

 

Yang menarik, kedua orang tua korban ini datang ke kuburan tidak sendiri. Ia didampingi pengacara atau kuasa hukum I Wayan Lanus Artawan, SH.

 

Dalam pembongkaran kuburan yang kemudian dilakukan dengan proses otopsi tubuh Sepi di kuburan itu dihadiri keluarga lain, termasuk pelapor Komang Eka Putra dan I Made Suardana yang masing-masing merupakan sepupu dan paman dari Kadek Sepi.

 

Lokasi tempat I Kadek Sepi dimakamkan sudah ramai sejak pukul 08.00 pagi setra Desa Adat Linggawana sudah dipadati sejumlah personel kepolisian dari Polsek Abang dan Polres Karangasem.

Baca Juga:  Ngeri!Lagi Terduga Pelaku Penculikan Anak Dimassa di Tanjung Benoa

 

Proses pembongkaran jenazah yang melibatkan tim Inafis dan juga tim dari Kedokteran Kepolisian (Dokpol) Polda Bali untuk melakukan otopsi pada jenazah bocah yang duduk di bangku kelas VI SD tersebut.

 

Proses otopsi baru dimulai sekitar pukul 10.00 hingga pukul 12.00 siang di bawah pimpinan Kepala Instalasi Forensik RS Sanglah, dr. Dudut Rustiyadi.

 

Sementara itu, kuasa hukum Kicen, I Wayan Lanus Artawan mengungkapkan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk mengungkap fakta-fakta kematian anaknya itu.

 

“Alasan kami mendampingi keluarga almarhum ini karena terpanggil. Kami mengikuti proses hukum untuk menggali fakta-fakta,” kata Lanus.

 

Sekadar diketahui, I Kadek Sepi meninggal dunia Selasa (21/9/2021) sekitar Pukul 18.00 Wita di rumahnya. Menurut ayahnya, Sepi meninggal dunia karena mencret.

Baca Juga:  OMG! Ngelas Besi di Kandang Ayam, Pria Sidorjao Tewas Kesetrum Listrik

Pada hari yang sama, sekitar pukul 13.00 I Kadek Sepi main layang-layang bersama adiknya di Bukit Sebau yang tak jauh dari rumah korban. Kemudian, sekitar pukul 14.00, bocah kelas VI SD ini pulang ke rumahnya. Secara mengejutkan, sekitar pukul 18.00 korban dikabarkan meninggal dunia.

Nah, pada Kamis sekitar Pukul 06.00 Wita (23/9), saat akan dimandikan untuk dikubur, paman korban yakni I Made Suardana, 42, dan I Komang Eka Putra, 20, sepupu korban melihat pada bagian tubuh korban terdapat sejumlah luka lebam. Seperti luka lebam pada bagian leher, dan leher korban lemas seperti patah.

Suardana dan Eka Putra pun melapor ke Mapolsek Abang. Kasus kini ditangani Unit PPA Polres Karangasem.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/