alexametrics
25.4 C
Denpasar
Saturday, May 21, 2022

Miris, Korban Digerayangi Terlapor Saat Ortu Melayat Orang Meninggal

FAKTA terungkap dari dugaan aksi asusila yang dilakukan Ketut W, 49, terhadap anak gadis berusia 16 tahun di Desa Alasangker, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Bali.

Ternyata saat melakukan aksi bejatnya, terlapor melakukan saat korban di rumah sendirian karena orang tuanya sedang melayat orang meninggal di setra desa.

 

EKA PRASETYA, Buleleng

AYAH Korban sangat marah saat mengetahui anak bungsunya dilecehkan terlapor. Bahkan atas tindakan tak senonoh yang dilakukan terlapor, NS selaku ayah korban langsung melaporkan kejadian ini ke kantor polisi.

Usai melapor ke Unit PPA Polres Buleleng, pada Selasa (5/10), NS mengungkapkan jika aksi bejat yang dilakukan Ketut MS, terjadi di area kebun durian miliknya

Peristiwa pelecehan seksual itu terjadi pada Senin (27/9) pekan lalu, antara pukul 13.00 hingga pukul 14.00 siang.

Baca Juga:  Kurir Sabu Terduga Jaringan Lapas Kerobokan Ditangkap di Buleleng
- Advertisement -

Menurut NS, saat kejadian, rumah dalam kondisi kosong. Sebab ia dan istrinya tengah menghadiri upacara duka atau melayat di setra desa adat setempat.

Sehingga karena dirinya melayat, yang ada di rumah hanya ada putrinya yang berusia 16 tahun di rumah. NS mengaku putrinya di rumah seorang diri saat ia dan istrinya melayat.

Saat itu mendadak muncul Ketut W. Ia berdalih ingin mengetahui kebun durian milik NS.

“Memang sehari sebelumnya saya ketemu dengan dia (Ketut W, Red). Dia bilang jualan kencing (urine) kambing. Karena dibilang bagus untuk durian, saya berminat. Maunya saya pesan untuk di rumah,” tuturnya.

Lantaran tak ada orang di rumah, putri NS berinisiatif mengantar Ketut W ke areal kebun. Tak disangka di sana sang anak mengalami pelecehan seksual. Ketut W disebut memegang bagian sensitif pada tubuh sang anak.

Baca Juga:  Ini Kata Ibu Korban dan Tokoh Pendiri Satgas di Flobamora Bali

Singkat cerita, tak terima dengan perbuatan terlapor, ayah korban kemudian melaporkan kasus ini ke polisi.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya saat dikonfirmasi, Selasa (5/10) membenarkan adanya laporan dugaan pelecehan yang menimpa anak gadis di Alasangker.

Menurut Sumarjaya, pihaknya baru menerima laporan awal. Sehingga perlu dilakukan langkah penyelidikan lebih lanjut.

“Peristiwanya baru dilaporkan (Selasa) hari ini. Jadi beri kesempatan penyidik melakukan langkah-langkah lebih lanjut terhadap laporan ini. Kami segera ajukan permintaan visum untuk menindaklanjuti laporan ini,” tukas Sumarjaya.

- Advertisement -

FAKTA terungkap dari dugaan aksi asusila yang dilakukan Ketut W, 49, terhadap anak gadis berusia 16 tahun di Desa Alasangker, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Bali.

Ternyata saat melakukan aksi bejatnya, terlapor melakukan saat korban di rumah sendirian karena orang tuanya sedang melayat orang meninggal di setra desa.

 

EKA PRASETYA, Buleleng

AYAH Korban sangat marah saat mengetahui anak bungsunya dilecehkan terlapor. Bahkan atas tindakan tak senonoh yang dilakukan terlapor, NS selaku ayah korban langsung melaporkan kejadian ini ke kantor polisi.

Usai melapor ke Unit PPA Polres Buleleng, pada Selasa (5/10), NS mengungkapkan jika aksi bejat yang dilakukan Ketut MS, terjadi di area kebun durian miliknya

Peristiwa pelecehan seksual itu terjadi pada Senin (27/9) pekan lalu, antara pukul 13.00 hingga pukul 14.00 siang.

Baca Juga:  Sssttt…Jaksa Usut Penyimpangan Dana Promosi Pariwisata Badung Rp 4 M

Menurut NS, saat kejadian, rumah dalam kondisi kosong. Sebab ia dan istrinya tengah menghadiri upacara duka atau melayat di setra desa adat setempat.

Sehingga karena dirinya melayat, yang ada di rumah hanya ada putrinya yang berusia 16 tahun di rumah. NS mengaku putrinya di rumah seorang diri saat ia dan istrinya melayat.

Saat itu mendadak muncul Ketut W. Ia berdalih ingin mengetahui kebun durian milik NS.

“Memang sehari sebelumnya saya ketemu dengan dia (Ketut W, Red). Dia bilang jualan kencing (urine) kambing. Karena dibilang bagus untuk durian, saya berminat. Maunya saya pesan untuk di rumah,” tuturnya.

Lantaran tak ada orang di rumah, putri NS berinisiatif mengantar Ketut W ke areal kebun. Tak disangka di sana sang anak mengalami pelecehan seksual. Ketut W disebut memegang bagian sensitif pada tubuh sang anak.

Baca Juga:  Pengedar Upal Segera Diseret ke Meja Hijau

Singkat cerita, tak terima dengan perbuatan terlapor, ayah korban kemudian melaporkan kasus ini ke polisi.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya saat dikonfirmasi, Selasa (5/10) membenarkan adanya laporan dugaan pelecehan yang menimpa anak gadis di Alasangker.

Menurut Sumarjaya, pihaknya baru menerima laporan awal. Sehingga perlu dilakukan langkah penyelidikan lebih lanjut.

“Peristiwanya baru dilaporkan (Selasa) hari ini. Jadi beri kesempatan penyidik melakukan langkah-langkah lebih lanjut terhadap laporan ini. Kami segera ajukan permintaan visum untuk menindaklanjuti laporan ini,” tukas Sumarjaya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/