alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Pelapor: Korban Pernah Cerita Giginya Patah karena Dipukul

AMLAPURA – Kematian I Kadek Sepi, bocah 13 tahun asal Banjar Dinas Babakan, Desa Purwakerthi, Kecamatan Abang, Karangasem yang dianggap kerabat tak wajar akhirnya dilakukan otopsi.

 

Untuk memastikan penyebab kematian korban, Selasa (5/10) pagi kuburan Sepi dibongkar untuk selanjutnya jenazah almarhum diotopsi.

 

Yang menarik, di setra selain ada orang tua korban dan penasehat hukum. Juga ada dua pelapor yakni, paman korban, I Made Suardana, 42, dan I Komang Eka Putra, 20, sepupu korban.

 

Pihak pelapor yakni I Komang Eka Putra mengatakan, laporan yang dilayangkan itu karena rasa penasaran terhadap temuan luka lebam pada jenazah korban saat proses memandikan jenazah sepupunya itu pada Kamis (23/9) lalu, atau tiga hari usai Sepi meninggal.

Baca Juga:  Hari Ke-5, Wayan Koti Belum Ditemukan

 

“Saya lihat kematian tidak wajar, ada luka di leher dan di telinga kanan. Hanya penasaran saja. Saya juga melaporkan kematian yang janggal, tidak ada nama yang dilaporkan,” kata Eka saat ditemui di setra Desa Adat Linggawana.

 

 

Disinggung terakhir bertemu korban, Eka mengaku sudah lama tidak bertemu korban. Namun, sepengetahuannya, Sepi dikenal sangat baik dan ramah. Selain itu, kondisinya sehat. Namun, setahun lalu, Eka sempat mendapat penuturan dari Sepi bahwa sempat dipukul oleh bapaknya. “Ini pengakuan Sepi, sampai giginya patah,” ucap Eka.

 

Wakapolres Karangasem, Kompol Dewa Anom yang hadir dalam proses otopsi tersebut mengatakan, otopsi dilakukan karena adanya laporan kematian yang dianggap tidak wajar. Sebab pada jenazah I Kadek Sepi ini ditemukan memar. Atas hal itu, untuk memastikannya, Polres Karangasem melakukan otopsi untuk mencari fakta-fakta penyebab kematiannya.

Baca Juga:  Curi Dompet Pensiunan PNS di Pura Besakih, Duo Pencuri Diciduk Polisi

 

“Kami masih melakukan penyelidikan atas laporan ini. Saat ini masih menunggu hasil otopsi untuk dikembangkan,” tegas Wakapolres.

 

Usai menjalani proses otopsi, jenazah I Kadek Sepi dibawa menuju krematorium Punduk Dawa, Klungkung untuk selanjutnya dikremasi.

 

Sementara itu, Kepala Instalasi Forensik RS Sanglah, dr. Dudut Rustiyadi mengatakan, selama proses otopsi hampir tidak menemukan kendala apapun. Pemeriksaan pada jenazah Sepi dilakukan secara menyeluruh. “Kami melakukan pemeriksaan otopsi atas permintaan dari Polres Karangasem. Untuk hasil belum bisa dilaporkan. Nanti secepatnya dilaporkan hasilnya ke Polres Karangasem,” kata Dudut ditemui usai melakukan otopsi.

- Advertisement -
- Advertisement -

AMLAPURA – Kematian I Kadek Sepi, bocah 13 tahun asal Banjar Dinas Babakan, Desa Purwakerthi, Kecamatan Abang, Karangasem yang dianggap kerabat tak wajar akhirnya dilakukan otopsi.

 

Untuk memastikan penyebab kematian korban, Selasa (5/10) pagi kuburan Sepi dibongkar untuk selanjutnya jenazah almarhum diotopsi.


 

Yang menarik, di setra selain ada orang tua korban dan penasehat hukum. Juga ada dua pelapor yakni, paman korban, I Made Suardana, 42, dan I Komang Eka Putra, 20, sepupu korban.

 

Pihak pelapor yakni I Komang Eka Putra mengatakan, laporan yang dilayangkan itu karena rasa penasaran terhadap temuan luka lebam pada jenazah korban saat proses memandikan jenazah sepupunya itu pada Kamis (23/9) lalu, atau tiga hari usai Sepi meninggal.

Baca Juga:  Ditinggal Kondangan ke Buleleng, Rumah Warga Klungkung Ludes Terbakar

 

“Saya lihat kematian tidak wajar, ada luka di leher dan di telinga kanan. Hanya penasaran saja. Saya juga melaporkan kematian yang janggal, tidak ada nama yang dilaporkan,” kata Eka saat ditemui di setra Desa Adat Linggawana.

 

 

Disinggung terakhir bertemu korban, Eka mengaku sudah lama tidak bertemu korban. Namun, sepengetahuannya, Sepi dikenal sangat baik dan ramah. Selain itu, kondisinya sehat. Namun, setahun lalu, Eka sempat mendapat penuturan dari Sepi bahwa sempat dipukul oleh bapaknya. “Ini pengakuan Sepi, sampai giginya patah,” ucap Eka.

 

Wakapolres Karangasem, Kompol Dewa Anom yang hadir dalam proses otopsi tersebut mengatakan, otopsi dilakukan karena adanya laporan kematian yang dianggap tidak wajar. Sebab pada jenazah I Kadek Sepi ini ditemukan memar. Atas hal itu, untuk memastikannya, Polres Karangasem melakukan otopsi untuk mencari fakta-fakta penyebab kematiannya.

Baca Juga:  Janggal, Saat Kritis, Mendiang Kadek Sepi Malah Dibawa ke Dukun

 

“Kami masih melakukan penyelidikan atas laporan ini. Saat ini masih menunggu hasil otopsi untuk dikembangkan,” tegas Wakapolres.

 

Usai menjalani proses otopsi, jenazah I Kadek Sepi dibawa menuju krematorium Punduk Dawa, Klungkung untuk selanjutnya dikremasi.

 

Sementara itu, Kepala Instalasi Forensik RS Sanglah, dr. Dudut Rustiyadi mengatakan, selama proses otopsi hampir tidak menemukan kendala apapun. Pemeriksaan pada jenazah Sepi dilakukan secara menyeluruh. “Kami melakukan pemeriksaan otopsi atas permintaan dari Polres Karangasem. Untuk hasil belum bisa dilaporkan. Nanti secepatnya dilaporkan hasilnya ke Polres Karangasem,” kata Dudut ditemui usai melakukan otopsi.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/