alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Pengacara Yakin Dalam Waktu Dekat Identitas Penyetrum Pelajar Terkuak

DENPASAR – Oknum yang mengaku polisi Polda Bali usai menganiaya MR, 14, masih berkeliaran sampai saat ini. Walaupun demikian, pihak keluarga melalui kuasa hukum Joni Lay meyakini bahwa cepat atau lambat identitas lelaki brutal yang dimaksud terkuak.

 

Kepada radarbali.id, kuasa hukum MR, AKBP (Purn) Joni Lay meyakinkan bahwa laporan di Bidang Propam cepat atau lambat pasti akan terkuak.

 

Sebab, ia menilai bahwa pihak penyidik tengah berupaya melakukan penyelidikan yang serius.

 

“Saya tidak mau mencampuri atau mengintimidasi kerja rekan-rekan di Bidang Propam. Tapi saya yakin, dalam waktu dekat, pasti terungkap,” jelas mantan Perwira yang pernah menjadat Kasubdit II dan Kasubdit III di Ditresnarkoba Polda Bali.

Seperti berita sebelumnya, Kombespol Ary Satriyan Dir Reskrimum Polda Bali, Senin (4/10) sebut, setelah adanya pemberitaan terkait oknum yang mengaku bertugas di Ditreskrimum Polda Bali datangi The Hub dan meminca File CCTV itu, ia langsung melakukan pengecekan atau klerifikasi ke seluruh anggotanya.

Baca Juga:  Perampok Bersenjata Parang di Denpasar Pakai Jaket Bertulis Polisi

Hasilnya, tidak ada sama sekali anggotanya yang ikut dalam razia tersebut. Kombespol Ary Satriyan mengatakan, bahwa ia memastikan bahwa, gambar yang beredar di medsos atau koran, itu bukan anggota dari Ditreskrimum Polda Bali, diduga oknum-okum itu mencatut nama Ditreskrimum. 

 

Selain laporan ke Bidang Propam, kasus dugaan penganiayaan ini juga akan bertambah dengan rencana keluarga korban melapor ke SPKT Polda Bali. Rencananya laporan akan dilakukan Rabu (6/10) ini.

 

Orangtua MR akan melaporkan terkait tindak pidana penganiayaan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Bali.


Joni mengatakan bahwa, sebenarnya laporan tindak pidana sudah dilakukan atau dilayangkan, Selasa (5/10). Sayangnya, MR di harus dibawa ke RS karena kontrol kesahatan (patah kaki).

 

“Karena jadwal kontrol sehingga, Rabu besok pagi (hari ini) kita laporkan ke SPKT terkait tindak pidana,” jelas Joni.

 

 

Sekadar diketahui, sebelumnya kaasus dugaan penganiayaan ini sudah dilaporkan ke Bidang Propam Polda Bali. Kasus laporan etik kepolisian ini masih bergulir di Propam. Bahkan, sudah melakukan pemeriksaan saksi, olah TKP, dan mendapatkan salinan rekaman CCTV di dekat kejadian khususnya di Restoran The Hub, Jalan By Pas Ngurah Rai, Sanur, Denpasar.

Baca Juga:  Adam Deni Ancam Laporkan Pengacara JRX, Ini Jawaban Menohok Sugeng!

 

Dalam laporan ke Propam, MR mengaku dianiaya polisi Sabtu (25/9) dini hari. Saat itu, dia sedang menonton balap liar di Jalan By Pas Ngurah Rai. Seketika datang polisi membubarkan balap liar dan menangkapi mereka.

 

MR sempat kabur dengan sepeda motornya, namun ditendang. Ia akhirnya disetrum,  kemudian diinjak kakinya hingga patah. Akibat kejadian itu kaki MR dioperasi di RS BROSS Denpasar hingga menghabiskan biaya sekitar Rp100 juta.

 

Di tengah penyidikan Bidang Propam Polda Bali, ternyata ada beberapa orang yang datang ke The Hub untuk meminta rekaman CCTV. Tiga orang pria mengaku dari Ditreskrimum Polda Bali.


DENPASAR – Oknum yang mengaku polisi Polda Bali usai menganiaya MR, 14, masih berkeliaran sampai saat ini. Walaupun demikian, pihak keluarga melalui kuasa hukum Joni Lay meyakini bahwa cepat atau lambat identitas lelaki brutal yang dimaksud terkuak.

 

Kepada radarbali.id, kuasa hukum MR, AKBP (Purn) Joni Lay meyakinkan bahwa laporan di Bidang Propam cepat atau lambat pasti akan terkuak.

 

Sebab, ia menilai bahwa pihak penyidik tengah berupaya melakukan penyelidikan yang serius.

 

“Saya tidak mau mencampuri atau mengintimidasi kerja rekan-rekan di Bidang Propam. Tapi saya yakin, dalam waktu dekat, pasti terungkap,” jelas mantan Perwira yang pernah menjadat Kasubdit II dan Kasubdit III di Ditresnarkoba Polda Bali.

Seperti berita sebelumnya, Kombespol Ary Satriyan Dir Reskrimum Polda Bali, Senin (4/10) sebut, setelah adanya pemberitaan terkait oknum yang mengaku bertugas di Ditreskrimum Polda Bali datangi The Hub dan meminca File CCTV itu, ia langsung melakukan pengecekan atau klerifikasi ke seluruh anggotanya.

Baca Juga:  Jadi Perantara Sabu, Dituntut 15 Tahun, Pasutri Muda Shock Berat

Hasilnya, tidak ada sama sekali anggotanya yang ikut dalam razia tersebut. Kombespol Ary Satriyan mengatakan, bahwa ia memastikan bahwa, gambar yang beredar di medsos atau koran, itu bukan anggota dari Ditreskrimum Polda Bali, diduga oknum-okum itu mencatut nama Ditreskrimum. 

 

Selain laporan ke Bidang Propam, kasus dugaan penganiayaan ini juga akan bertambah dengan rencana keluarga korban melapor ke SPKT Polda Bali. Rencananya laporan akan dilakukan Rabu (6/10) ini.

 

Orangtua MR akan melaporkan terkait tindak pidana penganiayaan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Bali.


Joni mengatakan bahwa, sebenarnya laporan tindak pidana sudah dilakukan atau dilayangkan, Selasa (5/10). Sayangnya, MR di harus dibawa ke RS karena kontrol kesahatan (patah kaki).

 

“Karena jadwal kontrol sehingga, Rabu besok pagi (hari ini) kita laporkan ke SPKT terkait tindak pidana,” jelas Joni.

 

 

Sekadar diketahui, sebelumnya kaasus dugaan penganiayaan ini sudah dilaporkan ke Bidang Propam Polda Bali. Kasus laporan etik kepolisian ini masih bergulir di Propam. Bahkan, sudah melakukan pemeriksaan saksi, olah TKP, dan mendapatkan salinan rekaman CCTV di dekat kejadian khususnya di Restoran The Hub, Jalan By Pas Ngurah Rai, Sanur, Denpasar.

Baca Juga:  Rela Rogoh Belasan Juta untuk Satu Bonsai Kelapa, Pernah Tertipu Pula

 

Dalam laporan ke Propam, MR mengaku dianiaya polisi Sabtu (25/9) dini hari. Saat itu, dia sedang menonton balap liar di Jalan By Pas Ngurah Rai. Seketika datang polisi membubarkan balap liar dan menangkapi mereka.

 

MR sempat kabur dengan sepeda motornya, namun ditendang. Ia akhirnya disetrum,  kemudian diinjak kakinya hingga patah. Akibat kejadian itu kaki MR dioperasi di RS BROSS Denpasar hingga menghabiskan biaya sekitar Rp100 juta.

 

Di tengah penyidikan Bidang Propam Polda Bali, ternyata ada beberapa orang yang datang ke The Hub untuk meminta rekaman CCTV. Tiga orang pria mengaku dari Ditreskrimum Polda Bali.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/