alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Usai Kantor Digeledah dan Diperiksa KPK, 3 Kadis di Tabanan Dirotasi

TABANAN– Untuk kali ketiga, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya kembali melakukan rotasi jabatan bagi pejabat Eselon di lingkungan Pemkab Tabanan.

Untuk sekedar diketahui, pada Agustus 2021 lalu, Bupati Sanjaya sempat melakukan rotasi besar-besar.

Bahkan dua bulan melakukan perombakan besar-besaran, pada Oktober lalu bupati pengganti Ni Putu Eka Wiryastuti kembali melakukan rotasi terhadap sejumlah pejabat aparatur sipil Negara (ASN) di Pemkab Tabanan.

Terbaru, belum genap sebulan melakukan perombakan, Sanjaya kembali melakukan rotasi untuk kali ketiga.

Rotasi ketiga ini sontak menjadi pusat perhatian. Pasalanya saat rotasi ketiga, ada total 40 pejabat eselon yang dimutasi.

Dari total itu, 12 pejabat diantaranya merupakan pejabat eselon II atau setingkat kepala dinas.

Makin jadi sorotan, karena dari 12 pejabat eselon setingkat kadis yang dirotasi merupakan pejabat yang sempat dipanggil dan menjalani pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan suap dana insentif daerah (DID).

Pejabat atau kadis yang terkena rotasi pascaheboh penggeledahan kantor oleh tim antirasuah, itu yakni kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) dan kepala Dinas Koperasi dan UMKM, serta Kepala Dinas Kesehatan.

Baca Juga:  Tendang Anjing dan Ancam Warga, Anggota Dewan Buleleng Dipolisikan

Tiga kadus tersebut diperiksa KPK sebagai saksi dalam kasus DID tahun anggaran 2018. Sementara 12 pejabat eselon IIB yang kena mutasi diantaranya I Wayan Sarba yang semula Kepala Satuan Polisi Pamong Praja bergeser pada posisi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).

Posisinya yang ditinggalkan diisi oleh I Gede Sukanada yang semula menjabat Kepala Dinas Pariwisata.

Posisi Sukanada yang ditinggal diisi oleh I Gusti Ngurah Agung Suryana. Dia sebelumnya menjabat Kepala Badan Kesbangpol.

Kemudian ada juga Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Tabanan dr I Nyoman Susila diangkat menjadi kepala Dinas Kesehatan.

Lantas posisi dr I Nyoman Suratmika yang tadinya menjabat kepala Dinas Kesehatan yang sempat menjalani pemeriksaan oleh KPK kini digeser menjadi kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.

Selanjutnya, posisi Kepala Dinas Perhubungan kembali diisi oleh pejabat sebelumnya yakni I Made Yasa yang tadinya menjadi Kepala Dinas Koperasi dan UKM. I Made Yasa juga diperiksa KPK sebagai saksi kasus dugaan suap DID tahun 2018.

Baca Juga:  Tenaga Kesehatan K2 Sepi Pelamar, Auditor Ahli Pertama Banjir Peminat

Kepala Dinas Perhubungan sebelumnya, I Gusti Putu Ngurah Darma Utama, digeser ke Dinas Pendidikan. Sementara I Nyoman Putra yang tadinya Kepala Dinas Pendidikan digeser sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja yang semula dipangku I Putu Santika.

Sementara Santika digeser menjadi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang semula dijabat I Gusti Nyoman Arya Wardana. Kini Arya Wardana menempati posisi Kepala Dinas Koperasi dan UKM.

Sedangkan posisi Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) yang sebelumnya dijabat I Made Yudiana dimana kantornya digeledah KPK. Kini ditempati Anak Agung Ngurah Raka Icwara Wardhana. Yudiana kini menempati posisi Kepala Dinas Perikanan.

Saat mutasi ini digelar Jumat kemarin (5/11) secara terbatas. Dilakukan secara daring (dalam jaringan) dan terpusat di ruang pertemuan Bupati Tabanan.


TABANAN– Untuk kali ketiga, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya kembali melakukan rotasi jabatan bagi pejabat Eselon di lingkungan Pemkab Tabanan.

Untuk sekedar diketahui, pada Agustus 2021 lalu, Bupati Sanjaya sempat melakukan rotasi besar-besar.

Bahkan dua bulan melakukan perombakan besar-besaran, pada Oktober lalu bupati pengganti Ni Putu Eka Wiryastuti kembali melakukan rotasi terhadap sejumlah pejabat aparatur sipil Negara (ASN) di Pemkab Tabanan.

Terbaru, belum genap sebulan melakukan perombakan, Sanjaya kembali melakukan rotasi untuk kali ketiga.

Rotasi ketiga ini sontak menjadi pusat perhatian. Pasalanya saat rotasi ketiga, ada total 40 pejabat eselon yang dimutasi.

Dari total itu, 12 pejabat diantaranya merupakan pejabat eselon II atau setingkat kepala dinas.

Makin jadi sorotan, karena dari 12 pejabat eselon setingkat kadis yang dirotasi merupakan pejabat yang sempat dipanggil dan menjalani pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan suap dana insentif daerah (DID).

Pejabat atau kadis yang terkena rotasi pascaheboh penggeledahan kantor oleh tim antirasuah, itu yakni kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) dan kepala Dinas Koperasi dan UMKM, serta Kepala Dinas Kesehatan.

Baca Juga:  Apresiasi Bantuan Masker, Tak Sabar Saksikan Bali United Bertanding

Tiga kadus tersebut diperiksa KPK sebagai saksi dalam kasus DID tahun anggaran 2018. Sementara 12 pejabat eselon IIB yang kena mutasi diantaranya I Wayan Sarba yang semula Kepala Satuan Polisi Pamong Praja bergeser pada posisi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).

Posisinya yang ditinggalkan diisi oleh I Gede Sukanada yang semula menjabat Kepala Dinas Pariwisata.

Posisi Sukanada yang ditinggal diisi oleh I Gusti Ngurah Agung Suryana. Dia sebelumnya menjabat Kepala Badan Kesbangpol.

Kemudian ada juga Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Tabanan dr I Nyoman Susila diangkat menjadi kepala Dinas Kesehatan.

Lantas posisi dr I Nyoman Suratmika yang tadinya menjabat kepala Dinas Kesehatan yang sempat menjalani pemeriksaan oleh KPK kini digeser menjadi kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.

Selanjutnya, posisi Kepala Dinas Perhubungan kembali diisi oleh pejabat sebelumnya yakni I Made Yasa yang tadinya menjadi Kepala Dinas Koperasi dan UKM. I Made Yasa juga diperiksa KPK sebagai saksi kasus dugaan suap DID tahun 2018.

Baca Juga:  Polres Gianyar Serahkan Penuh OTT Tirta Empul ke Inspektorat

Kepala Dinas Perhubungan sebelumnya, I Gusti Putu Ngurah Darma Utama, digeser ke Dinas Pendidikan. Sementara I Nyoman Putra yang tadinya Kepala Dinas Pendidikan digeser sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja yang semula dipangku I Putu Santika.

Sementara Santika digeser menjadi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang semula dijabat I Gusti Nyoman Arya Wardana. Kini Arya Wardana menempati posisi Kepala Dinas Koperasi dan UKM.

Sedangkan posisi Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) yang sebelumnya dijabat I Made Yudiana dimana kantornya digeledah KPK. Kini ditempati Anak Agung Ngurah Raka Icwara Wardhana. Yudiana kini menempati posisi Kepala Dinas Perikanan.

Saat mutasi ini digelar Jumat kemarin (5/11) secara terbatas. Dilakukan secara daring (dalam jaringan) dan terpusat di ruang pertemuan Bupati Tabanan.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/